
Alesya dan Galih langsung menoleh setelah mendengar sebuah suara mengagetkan mereka. Terlihat Nick yang baru saja memasuki rumah tersebut. Kedua alisnya terangkat saat mengamati interaksi Galih dan Alesya.
"Kalian ngapain? Kalian nggak lagi selingkuh, kan?" ucap Nick kembali.
Galih menoyor kepala Nick hingga membuat laki-laki itu mengaduh.
"Sembarangan kalau ngomong. Lo pikir gue laki-laki apaan mau? Mau jadi pebinor, begitu?" Galih langsung mendelik kesal.
"Ya, mana gue tau, Lih. Lagian, ngapain kalian mepet-mepet gitu ngobrolnya? Seperti kagak ada tempat saja." Nick masih terlihat menelisik wajah Galih dan Alesya.
Alesya hanya memutar kedua bola matanya dengan jengah. Dia berlalu begitu saja dan membiarkan Galih menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka tadi.
Dan, siang itu Alesya benar-benar ikut Galih ke kota. Tidak hanya berdua, ada Nick dan juga Gea yang dipaksa Alesya untuk ikut menemaninya. Awalnya, Alesya hendak mengajak Yusa. Namun, gadis itu tampak tidak enak badan. Alhasil, Alesya memaksa Gea untuk menemaninya.
"Ada apa sebenarnya, Lih? Gue jadi penasaran, nih." Alesya yang sudah berada di dalam mobil, langsung memberondong Galih dengan pertanyaan.
Bukannya langsung menjawab, Galih menoleh ke arah Nick yang saat itu tengah fokus mengemudi.
"Gue mau ngomong sesuatu sama lo, Sya. Sebenarnya, gue mau ngomong langsung sama Daniel, tapi sepertinya dia sibuk banget sekarang. Jadi, mau tidak mau gue sampaikan ke lo langsung saja." Galih mulai bersuara.
Alesya hanya mengangguk mengiyakan. Dia berusaha untuk fokus mendengarkan apa yang akan disampaikan oleh Galih tersebut. Sementara Gea, dia hanya bisa diam mendengarkan.
__ADS_1
"Lo ingat kamis malam kemarin, gue sama Nick pergi ke tempat Pak Hasyim untuk membahas perbaikan kamar mandi masjid, kan?" Galih menoleh ke arah Aleysa sekilas yang saat itu duduk di belakang Nick. Alesya segera menganggukkan kepal untuk membenarkan jika dia memang mengingat hal itu.
"Saat itu, gue dan Nick nggak sengaja mendengar obrolan beberapa orang di poskamling. Gue yang saat itu sedang membantu Pak Hasyim untuk mengambil gulungan kabel bareng Nick di rumah saudaranya, langsung berhenti saat mendengar orang-orang itu membicarakan lo."
Kening Alesya berkerut saat mendengar ucapan Galih.
"Kok gue? Ngapain mereka ngomongin gue, Lih?"
Galih menoleh sekilas ke arah Alesya sebelum kembali fokus ke depan.
"Awalnya, gue dan Nick juga mengira mungkin kami salah dengar. Tapi ternyata, apa yang kami dengar itu memang nggak salah. Mereka sedang menyusun rencana untuk membuat keributan disini, Sya. Dan, sepertinya lo sama Daniel yang dijadikan tumbalnya."
Lagi-lagi Alesya mengerutkan kening. Dia benar-benar bingung dengan apa yang disampaikan oleh Galih.
Saat Galih hendak bersuara, Nick sudah lebih dulu menjelaskan apa yang diketahuinya.
"Bukan begitu maksudnya, Sya. Orang-orang itu, sengaja merencanakan untuk membuat keributan, untuk mengalihkan perhatian orang-orang dari masalah yang sebenarnya. Awalnya, kami tidak paham maksudnya apa mereka melakukan itu. Tapi, setelah kami mendengar lebih lama, akhirnya kami mengetahui alasannya."
"Mereka ingin membuat seolah-olah lo sama Daniel tengah melakukan tindakan asusila di desa ini. Mereka ingin membesarkan berita itu di kalangan warga. Dengan begitu, otomatis perhatian warga akan teralihkan dengan berita kalian."
Kedua bola mata dan mulut Alesya langsung melebar. Dia cukup kaget mendengar berita tersebut.
__ADS_1
"Kok begitu? Memangnya mereka mau melakukan apa, Nick? Apa yang ingin mereka tutupi dengan membuat berita tentang kami?" Alesya masih belum bisa berpikir tentang hubungan warga dan pernikahannya.
"Mereka ingin membuat berita heboh tentang kalian untuk mengalihkan berita skandal warganya, Sya."
"Hah, skandal? Skandal apa?"
"Ada warga sini yang kepergok tengah berbuat meshoom. Dan, parahnya lagi, perbuatan mereka sempat di video oleh seseorang."
"Apa? Kok bisa sih, Nick?" Alesya benar-benar kaget.
"Ya bisa aja, sih. Kalau suguhannya model begituan, mungkin gue juga bisa pikir-pikir kali." Bukannya serius, Nick justru terkekeh dengan jawabannya sendiri.
Galih yang kesal pun langsung mengeplak bahu Nick. Sementara si tersangka, hanya tertawa-tawa.
"Memangnya, siapa sih yang berbuat meshoom, Lih?" Kali ini Gea yang bertanya.
Galih menoleh ke arah Gea dan Alesya sekilas. Dia mendesahkan napas berat sebelum menjawab pertanyaan Gea.
"Risma."
"Hah?"
__ADS_1
Hayo, ada yang masih ingat siapa Risma itu? 🤭
Yang masih punya sisa jatah vote, boleh dong dibagi sedikit. Hehehe 🤗