Kok, Jadi Nikah?

Kok, Jadi Nikah?
Alasan Daniel


__ADS_3

Alesya menatap ke arah Daniel dengan tatapan tidak percaya. Dia masih kaget setelah mendengar ucapan suaminya tersebut.


"Serius, lah. Masa iya bohong, Le." Daniel menoleh sekilas ke arah Alesya. Setelah itu, dia kembali fokus pada pekerjaannya.


Alesya masih bergeming ditempatnya. Dia tidak mengerti maksud Daniel ikut tinggal di tempat KKN nya. 


"Kenapa kamu harus ikut, Da? Kamu kan juga ada tugas KKN sendiri?" tanya Alesya bingung.


Daniel menghela napas sebentar sebelum menghentikan pekerjaannya dan berbalik menatap ke arah Alesya. Tatapan kedua netranya menghunus tajam ke dalam mata Alesya.


"Aku nggak tenang membiarkan kamu menjalani KKN sendirian, Le," jelas Daniel.


Alesya mencebikkan bibir kesal sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


"Memangnya kenapa jika aku KKN sendiri, Da? Yang lainnya juga KKN sendiri tanpa ditemani atau diawasi. Jika kamu memperlakukan aku seperti itu, sama artinya dengan kamu tidak mempercayaiku," ucap Alesya. Dia cukup kesal saat Daniel tetap menganggapnya seperti anak kecil.


Daniel menggelengkan kepala.


"Bukan begitu, Le. Aku sama sekali tidak pernah menganggap kamu seperti anak kecil. Ya kali aku menikahi anak kecil?" Daniel balas menggerutu kesal.


"Lalu?"

__ADS_1


Daniel mendesahkan napas beratnya sebelum menjawab pertanyaan Alesya.


"Aku ikut menginap di desa tempat KKN kamu itu, selain mengawasi kamu juga aku ada kerjaan, Le. Kamu tahu proyek yang sudah aku ikuti, kan? Itu membutuhkan banyak penelitian. Ada enam sampel tempat yang harus aku kunjungi untuk penelitian. Kemarin, aku sudah melakukan survei dan menemukan jika desa tempat kamu KKN itu berpotensi sekali. Jadi, sekalian aku melakukan penelitian di sana sambil sekaligus menemani kamu." Daniel menjelaskan panjang lebar.


Alesya yang memang sudah mengetahui proyek yang sedang dilakukan oleh Daniel, hanya bisa mengangguk-anggukkan kepala. Alesya juga sudah tahu jika Daniel sudah melakukan penelitian di dua tempat sebelumnya. Jadi, desa tempat KKN Alesya adalah tempat ketiga.


"Lalu, apa perlu harus menginap juga, Da? Nanti aku tinggal dimana?" tanya Alesya. Entah apa maksudnya pertanyaan itu.


Kening Daniel berkerut saat mendengar pertanyaan Alesya.


"Memangnya ada apa? Kamu mau tinggal di penginapan bareng aku?" tanya Daniel. "Ya, aku sih nggak masalah. Justru malah senang jika kamu mau tinggal bareng," lanjut Daniel.


Alesya mengerucutkan bibir kesal sambil menghentakkan kaki.


"Ya, kalau mau sih boleh-boleh saja. Kita kan sudah menikah. Jadi, nggak bakal ada drama grebek menggerebek ala-ala cerita-cerita yang sering kamu baca itu." 


Lagi-lagi Alesya hanya bisa menggerutu kesal. 


"Isshh, nggak mau. Mana ada model KKN begitu."


Daniel hanya bisa mengedikkan bahu dan berbalik melanjutkan pekerjaannya. Sementara Alesya, langsung mengambil ponselnya dan duduk di sofa yang ada di kamarnya tersebut. Dia enggan beranjak tidur karena merasa tidak enak karena Daniel masih bekerja.

__ADS_1


Seperti kebiasaan Alesya, dia akan langsung berselancar ke aplikasi membaca novel online untuk mengisi waktunya. Kali ini, Alesya ingin memanjakan diri dengan mencari hiburan yang disukainya.


Tak sampai tiga puluh menit kemudian, Daniel terlihat sudah selesai. Kopi dan camilan yang disiapkan Alesya pun sudah habis. Kini, Daniel segera beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Tak berapa lama kemudian, Daniel terlihat sudah berganti baju dengan kostum yang biasa dipakainya untuk tidur. Apalagi jika bukan kaos tipis dan celana boxer. Dia berjalan menghampiri Alesya yang tengah duduk di sofa.


"Sudah malam, Le. Tidur," ucap Daniel saat sudah mendudukkan diri di samping Alesya.


"Iya, sebentar lagi." Alesya masih tetap fokus pada layar ponselnya yang menampilkan deretan huruf-huruf yang tersusun rapi.


"Mau sampai kapan? Ini bahkan sudah hampir tengah malam. Sudahan, gih. Tidur."


"Iya, bentar." Alesya masih tetap tak beranjak.


Daniel tak tinggal diam. Dia menoel-noel pipi Alesya yang tampak menggemaskan saat sedang fokus tersebut.


"Apaan sih, Da." Alesya langsung protes. Namun, tatapan matanya masih pada layar ponsel.


"Buruan tidur." 


"Belum ngantuk, Da."

__ADS_1


"Kalau belum mau ngantuk, sekalian sini deh, aku tidurin biar cepet ngantuk."


"Hah?"


__ADS_2