Kok, Jadi Nikah?

Kok, Jadi Nikah?
Mengunjungi Desi


__ADS_3

Seperti ucapan Daniel kepada sang kakak kemarin, hari ini dia dan Alesya sudah bersiap-siap untuk pergi ke Jogja. Ya, Daniel dan Alesya beralasan akan melakukan honeymoon singkat sekaligus menjenguk Desi, kakak Daniel.


Kedua orang tua Alesya dan Daniel pun mengizinkan mereka pergi. Toh, untuk kuliah mereka juga masih libur setelah mereka menyelesaikan kegiatan KKN beberapa waktu yang lalu.


"Langsung hubungi kakak kamu biar dijemput, Dan," ucap papa Daniel saat beliau membantu memasukkan barang bawaan Daniel dan Alesya ke dalam mobil.


"Nggak usah lah, Pa. Kasihan kak Desi jika harus bolak balik nanti."


"Ya,sudah terserah kamu saja. Yang penting hati-hati. Jaga Caca baik-baik."


"Pasti, Pa. Ale kan sudah jadi tanggung jawabku. Doakan nanti pulang dari sana Ale sudah isi. Daniel akan berjuang sekuat tenaga untuk kasih papa, mama, ayah dan ibu cucu segera," ucap Daniel sambil mengepalkan tangan kanannya ke udara dengan penuh semangat.


Di depan, memang hanya ada Daniel dan papanya yang belum berangkat ke kantor. Papa Daniel menunda berangkat ke kantor untuk menunggu Daniel dan Alesya berangkat ke bandara. Sementara ayah Alesya sudah berangkat ke sekolah sejak pagi seperti biasa.


"Cckkk. Kamu semangat berjuang sekuat tenaga nggak mikir kondisi Caca. Jangan terlalu gencar menggempur Caca. Nanti malah encer nggak jadi-jadi," jawab papa Daniel sambil mendengus kesal.


Seketika Daniel langsung menoleh ke arah sang papa dengan ekspresi bingung.


"Eh, iya kah, Pa? Masa iya begitu? Kalau nggak sering-sering, nanti nggak jadi-jadi, dong?"

__ADS_1


Daniel cukup penasaran dengan ucapan papanya tadi.


"Emangnya seberapa sering yang kamu maksud itu?" tanya papa Daniel sambil menutup bagasi mobil.


"Pagi sekali, siang biasanya dua kali, kalau malam sih, nggak kehitung, Pa." Daniel menerawang dan mulai menghitung aktivitas cicil mencicil untuk membuatkan cucu orang tuanya.


"Astaga! Kalau begitu caranya cuer, Dan." Papa menggelengkan kepala sambil berjalan masuk menuju rumah Alesya.


"Eh, cuer?" ulang Daniel bingung.


Setelah obrolan absurd bin unfaedah Daniel dan sang papa, akhirnya Daniel dan Alesya bisa berangkat. Mereka langsung bergegas menuju bandara setelah berpamitan dengan keluarga besar.


Pesawat yang akan ditumpangi Alesya dan Daniel akan take off pada pukul 11.30 siang. Daniel juga sudah mengirimkan pesan kepada sang kakak jika siang itu mereka akan berangkat ke Jogja.


"Nanti malam mau makan malam di luar? Sekalian ketemu kak Desi," tanya Daniel saat baru keluar dari kamar mandi.


Alesya yang sedang merapikan pakaian mereka pun menoleh dan menganggukkan kepala setuju.


"Boleh. Sekalian aku mau lihat suasana malam di sini."

__ADS_1


"Baiklah. Nanti kamu hubungi kak Desi jika kita mengajak makan malam di luar."


"Oke."


Setelahnya, Alesya segera mengambil ponsel dan mengetikkan pesan kepada sang kakak ipar. Namun, bukannya mendapat balasan pesan, Desi justru langsung menghubunginya.


"Hallo, Kak. Bagaimana?" tanya Alesya begitu panggilan telepon Desi diterima.


"Ca, kamu bisa bantuin kakak nggak sekarang? Penting banget ini," tanya Desi yang terdengar cukup mendesak.


"Eh, ada apa, Kak? Bantuin apa, nih?"


"Kalian jadi menginap di hotel xxx, kan? Kakak kesana sekarang, deh."


"Eh, iya. Boleh, Kak. Aku tunggu."


"Bilangin Daniel sekalian ikut juga. Kalian harus siap-siap untuk nanti malam."


"Hah?"

__ADS_1


Eh, siap-siap apa nih nanti malam? Apakah akan ada sesi honeymoon kesekian? 


Yang masih punya jatah vote, boleh dong sisakan satu buat othor. Terima kasih. 🤗


__ADS_2