
Daniel menoleh sekilas sebelum membelokkan mobil memasuki halaman pos KKN Alesya. Dia tidak menjawab pertanyaan Alesya sesaat sebelumnya.
Alesya segera mengambil tasnya yang berisi baju tidurnya semalam. Beruntung dia memakai jaket yang memiliki resleting hingga menutupi bagian lehernya. Jadi, Alesya bisa menyembunyikan hasil karya seni alami yang dicetak oleh bibir Daniel semalam hingga tadi pagi.
Daniel juga sempat ikut turun dan menyapa teman-teman Alesya sebentar sebelum berpamitan. Pagi itu, Daniel harus segera bersiap-siap untuk kembali pulang. Dia harus mempersiapkan keperluannya untuk berangkat KKN.
Setelah kepergian Daniel, Alesya segera beranjak menuju kamarnya. Hanya ada Gea yang berada di dalam kamar tersebut. Dia sedang menyetrika baju-bajunya yang baru saja kering.
Wajah Gea langsung sumringah saat melihat Alesya memasuki kamar. Sebuah senyuman jahil pun langsung muncul di bibir perempuan tersebut. Dan, tentu saja wajah Alesya langsung merah padam meski belum ada kata-kata yang keluar dari bibir Gea.
"Cieee, pengantin baru, nih." Gea langsung menggoda Alesya. "Berapa skor nya?"
Wajah Alesya semakin merah. Dia bahkan tidak berani menoleh ke arah Gea.
"Apaan sih, Ge. Orang kita nikahnya sudah beberapa minggu yang lalu." Wajah Alesya masih terlihat merah. Bahkan, rona merah tersebut terlihat hingga menjalar ke telinga.
Gea langsung tergelak mendengar cicitan suara Alesya. Ya, Alesya benar-benar tidak berani mendongakkan kepala. Bahkan, menoleh ke arah Gea pun dia tidak berani.
Pagi itu, Alesya benar-benar mendapat godaan dari Gea. Dia juga terlihat enggan keluar dari kamar karena tidak enak jika ada yang melihat tanda-tanda yang dibuat oleh Daniel. Gea yang melihat hal itu pun memaklumi. Dia juga tidak menggoda Alesya terus menerus.
Sore itu, Daniel harus pulang. Setelah berpamitan kepada Alesya, dia langsung berangkat. Lokasi KKN yang berbeda, membuat keduanya harus terpisah jarak. Namun, Daniel berjanji akan sering-sering mengunjungi Alesya.
__ADS_1
Tak terasa sudah satu minggu Alesya berada di tempat KKN. Kegiatan yang diprogramkan oleh kelompoknya, sudah mulai dilakukan. Hampir semua anggota kelompok fokus dengan program yang menjadi tanggung jawab mereka masing-masing.
Setelah pemberitahuan tentang pernikahan Alesya dan Daniel beberapa waktu yang lalu, Alesya merasakan ada sedikit perbedaan sikap oleh beberapa orang. Dan, yang sangat jelas adalah Fani.
Bukan Alesya tidak menyadari jika Fani menaruh hati terhadap Daniel. Namun, dia juga tidak bisa melakukan apa-apa terkait dengan perasaan orang lain. Yang terpenting bagi Alesya, dia dan Daniel sudah mengumumkan pernikahan mereka.
Pagi itu, Alesya mendapat giliran memasak. Mereka sedang membersihkan peralatan memasak dan sarapan yang sudah selesai dilakukan.
Alesya dan teman-temannya, sudah membuat janji dengan beberapa pengajar siang nanti pukul 10.30 setelah aktivitas belajar siswa sekolah selesai. Dia dan grupnya yang menghandle kegiatan yang berhubungan dengan pendidikan, akan mengadakan sharing tentang metode pembelajaran yang menarik di kelas untuk pendidikan anak usia dini dengan para pengajar di desa tersebut.
Pagi itu, di pos hanya ada Alesya dan teman-temannya yang menghandle kegiatan pendidikan. Galih, sang ketua kelompok, berjalan mendekati Yusa yang saat itu tengah mengobrol dengan Alesya di teras samping.
Yusa menoleh ke arah Galih dengan kening berkerut. Dia terlihat tengah mengingat-ingat siapa orang yang dimaksud oleh Galih tersebut.
"Kharisma? Kharisma yang anak SMA itu?" tanya Yusa memastikan.
"Iya."
"Nggak kenal juga sih, hanya tau namanya dan sempat beberapa kali ngobrol. Ada apa?" tanya Yusa.
Alesya yang berada di samping mereka pun hanya diam dan mendengarkan obrolan Yusa dan Galih. Galih tampak mendesahkan napas berat sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
__ADS_1
"Dia ngirimin video pribadinya yang tengah polosan ke nomor Nick."
"Apa?!"
Alesya dan Yusa sangat terkejut mendengar jawaban Galih. Mereka tidak menyangka jika anak SMA yang terlihat polos dan lugu tersebut berani melakukan hal seperti itu.
"Kok bisa sih, Lih? Nick yang minta?" Kali ini Alesya yang bersuara.
Galih menggelengkan kepala dengan cepat.
"Bukan. Dia awalnya juga kaget ada nomor baru yang masuk dan minta kenalan. Nick membalas beberapa kali, bahkan dia menolak panggilan video dari nomor tersebut. Namun setelah itu, justru Nick mendapatkan kiriman video bug ill saat mandi tersebut."
Alesya dan Yusa masih terlihat syok mendengar cerita Galih.
"Lalu, apa yang dilakukan oleh Nick?" tanya Yusa penasaran.
Galih menatap wajah Yusa dengan ekspresi lucu sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Nick ngajak gue nonton."
Gubraakkk.
__ADS_1