
Tiba-tiba, ada sebuah suara dari arah belakang mereka dan diiringi dengan suara derap langkah kaki mendekat.
"Lepaskan! Apa yang kamu lakukan Din?!"
Desi bisa mendengar jika suara itu berasal dari Ferdian. Dia yang tidak bisa berbalik hanya bisa mencengkram tangan perempuan itu agar tidak semakin menarik rambutnya.
Seketika cengkraman perempuan tersebut mengendur dan terlepas dari rambut Desi. Desi buru-buru menjauh dan berbalik untuk melihat seperti apa sosok mantan istri Ferdian. Ya, perempuan tersebut adalah Andini Angelica Setiawan, mantan istri Ferdian yang baru dinikahinya sekitar satu minggu.
"Jadi perempuan ini yang selama ini kamu sembunyikan, Mas? Kamu lebih memilih dia daripada aku yang sudah berpacaran denganmu selama lebih dari dua tahun, hah? Apa kelebihan dia dibandingkan dengan aku, Mas? Katakan!" Suara Andin langsung terdengar serak karena tangis.
Bukannya iba, ekspresi wajah Ferdian justru terlihat marah.
"Sudah kubilang untuk tidak muncul lagi dihadapanku, Din. Kamu tahu apa yang bisa aku lakukan jika kamu mencoba mengusik hidupku lagi," ucap Ferdian dengan nada datar.
"Dasar kamu breng sheeekkkkk! Aku kira kamu laki-laki baik seperti anggapanku selama ini. Tapi ternyata, apa yang aku dapat. Kamu tidak lebih baik dari para ba ji ngann di luar sana!"
Plaakkk.
__ADS_1
Dengan berani Andin mendaratkan sebuah cap lima jari beserta telapak tangannya pada pipi Ferdian. Tentu saja hal itu membuat Desi terkejut bukan main. Dia mengira jika Ferdian akan membalas tindakan tiba-tiba tersebut. Namun ternyata, dia masih diam tak bergeming.
"Pergi dari hadapanku. Aku anggap ini terakhir kali kamu menyentuh kulitku. Aku tidak akan mempermasalahkan hal ini sekarang. Tapi jika lain kali hal ini terjadi, aku tidak akan membiarkanmu hidup dengan tenang. Ingat itu baik-baik!" ucap Ferdian sambil menatap tajam ke arah Andin.
Setelahnya, dia langsung menarik tangan Desi untuk menjauh dari Andin. Beruntung saat itu pintu lift terbuka. Ferdian langsung membawa Desi memasuki lift tersebut.
Saat berada di dalam lift, baik Desi dan Ferdian masih diam tidak bersuara. Mereka masih sibuk dengan pikiran masing-masing. Hingga sebuah permintaan maaf keluar dari bibir Ferdian.
"Maaf."
Desi langsung menoleh saat mendengar permintaan maaf Ferdian. Dia bisa melihat ekspresi Ferdian yang tampak menahan kekesalan. Hal itu terlihat dengan jelas saat kedua tangan Ferdian yang masih mengepal dengan kuat. Dia benar-benar marah.
Namun, sepertinya ucapan Desi tidak cukup mampu untuk meredakan amarah Ferdian. Desi cukup bingung harus melakukan apa. Bohong jika dia bilang tidak sakit. Padahal yang sebenarnya dirasakannya saat itu, kepalanya terasa nyut-nyutan.
Ferdian masih diam tak bersuara. Hingga saat lift terbuka di lantai enam, dan ada dua orang lainnya yang masuk. Mereka semua masih diam.
Saat lift sudah tiba di lobi dan kedua orang tersebut sudah keluar, tiba-tiba Ferdian menarik tangan Desi yang juga hendak keluar. Ferdian mengucapkan sebuah kalimat yang membuat Desi terkejut hingga tubuhnya terasa oleng.
__ADS_1
"Ayo menikah denganku."
Flashback off.
Daniel dan Alesya langsung membulatkan kedua bola matanya saat Desi menceritakan ajakan dosennya untuk menikah.
"Kak, ini bukan cerita khayalan lo aja, kan?" celetuk Daniel. Dia merasa cerita sang kakak tidak masuk akal.
"Ccckkk. Kamu kira aku othor-othor yang suka buat cerita di aplikasi online begitu, Dan? Sembarangan kalau ngomong." Desi melemparkan bantal sofa ke arah Daniel yang langsung ditangkap dengan mudah oleh Daniel.
"Bukan begitu, Kak. Hanya saja hal ini aneh dan nggak mungkin terjadi. Mana mungkin dosen kakak dengan mudahnya mengajak kakak menikah seperti itu. Dia kan baru cerai juga, kan. Masa iya dia mau ngajak nikah dengan mudahnya seperti ngajak kerja kelompok begitu."
"Lagian, apa lo mau nikah sama duda seperti itu, kak? Nggak takut apa jika nanti dibanding-bandingin sama mantri. Belum lagi nanti kena teror si mantri."
"Mantri? Apa itu?" tanya Desi penasaran.
"Mantri, mantan istri."
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya. Kasih like dan komen yang banyak biar semangat up. Bagi vote juga boleh 🤭