
Mau tidak mau, malam itu Daniel dan Alesya tidur di bawah dengan beralaskan selimut tebal yang ada di kamar tersebut. Awalnya, Alesya terlihat canggung dan kikuk saat merebahkan diri di samping Daniel. Namun, mau tidak mau Alesya tetap harus melakukannya.
Daniel sebenarnya juga merasakan hal yang sama dengan Alesya. Apalagi, tadi mereka sudah melakukan hal-hal yang lebih iintiim dari sebelum-sebelumnya. Meskipun begitu, Daniel tetap berusaha untuk terlihat tenang di samping Alesya.
Setelah keduanya sama-sama terlelap. Daniel sedikit menggeser tubuhnya hingga menempel pada lengan Alesya. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Daniel langsung mengubah posisi tubuhnya menjadi miring menghadap ke arah Alesya. Jangan lupakan tangan kanannya juga langsung melingkar pada perut istrinya tersebut.
Tentu saja Alesya sempat kaget dengan tindakan tiba-tiba Daniel tersebut. Namun, dia tidak bisa berbuat apa-apa lagu selain diam dan pasrah. Hingga beberapa saat kemudian, Daniel dan Alesya langsung terlelap.
Keesokan hari, Daniel dan Alesya langsung bersiap-siap untuk pulang. Mereka memutuskan untuk kembali ke rumah hati itu juga meskipun kedua orang tua mereka meminta untuk tinggal di hotel setidaknya dua hari lagi. Namun, baik Alesya dan Daniel merasa lebih baik pulang saja.
Tak terasa hari berlalu begitu cepat. Kini, Alesya tengah menyiapkan barang-barang yang akan dibawa berangkat KKN esok hari. Meskipun tidak terlalu banyak, tapi Alesya tetap mencatat dan memeriksa segala keperluannya di tempat KKN tersebut.
__ADS_1
"Yakin nggak bawa kendaraan sendiri, Le?" tanya Daniel saat berjalan memasuki kamar tidur mereka. Dia segera bersila di samping Alesya yang tengah memasukkan baju-baju yang dibawanya nanti.
"Nggak, lah. Kamu bilang juga akan ikut nanti. Bawa satu kendaraan saja," jawab Alesya.
Daniel mengangguk-anggukkan kepala. Dia setuju dengan jawaban Alesya. Lagi pula, jarak rumah dengan lokasi KKN Alesya cukup jauh. Daniel tidak akan tega membiarkan Alesya menyetir sendiri jika tidak terpaksa.
"Kamu benar, Le. Tapi, satu minggu lagi aku juga harus berangkat. Lokasi KKN kita beda. Jadi, aku tidak bisa sering-sering ke tempat kamu," ucap Daniel.
Alesya menolehkan kepala sekilas dan mencebikkan bibir.
Tanpa aba-aba, Daniel langsung menarik lengan Alesya hingga membuatnya berputar ke kiri. Dengan sedikit tenaga, Daniel bisa dengan mudah memindahkan tubuh mungil Alesya ke atas pangkuannya.
__ADS_1
Belum sempat Alesya protes, bibirnya sudah langsung dibungkam oleh bibir Daniel. Tentu saja hal itu membuat Alesya terkejut. Namun, dia bisa langsung mengimbangi tindakan Daniel karena mereka sudah mulai terbiasa dengan aktivitas seperti itu.
"Eehhmmmmhhh, eehhmmmm." Alesya sudah mulai bereaksi dengan bergumam cukup keras.
Tak tinggal diam, kini tangan Daniel sudah mulai beraksi kembali. Tangan yang awalnya menekan punggung Alesya agar menempel pada tubuhnya, kini sudah berhasil menyusup pada bagian depan kaos yang dipakai oleh Alesya.
Secepat kilat Daniel sudah menemukan harta karun yang kenyal nan menggemaskan tersebut. Entah belajar dari siapa Daniel bisa langsung canggih seperti itu. 🤧
Keduanya masih sibuk beradu mulut, hingga tidak menyadari jika pintu kamar mereka masih terbuka. Saat itu, mama Daniel yang hendak memberikan selimut untuk Alesya, dibuat terkejut dengan tindakan keduanya.
"Astaga! Ternyata Daniel bisa seaktif itu. Belajar dari mana dia?"
__ADS_1
Hayo ngaku, siapa yang ngajarin Daniel?
Bantu ramaikan cerita ini, ya. Sudah hari senin dan ada jatah vote, bagi satu buat Kudanil dan Ale-ale, ya. Terima kasih. 🤗