Kok, Jadi Nikah?

Kok, Jadi Nikah?
Penjelasan Kakak 3


__ADS_3

Mami Nia dan Ferdian sama-sama terkejut saat mendapati Desi yang tiba-tiba pingsan. Entah mengapa saat itu pikiran Desi sudah melanglang buana kesana kemari dan menyebabkan pusing hingga membuatnya pingsan.


Baik mami Nia dan Ferdian langsung menghampiri tubuh Desi yang tergolek di atas lantai di dekat sofa tersebut. Dan, parahnya lagi, lipatan handuk Desi terlepas hingga membuatnya longgar. Alhasil, dua buah melon yang ditutupi handuk tersebut terbebas dan langsung menyembul kegirangan karena tidak merasa tidak kesempitan lagi. 


"Fer, ini kok pingsan? Cepat angkat ke tempat tidur." Mami Nia segera memerintahkan sang putra untuk mengangkat Desi.


Meski masih ragu, akhirnya Ferdian menuruti perintah maminya tersebut. Dia membenahi handuk yang terlepas itu meski dengan rasa canggung yang luar biasa. Setelahnya, Ferdian langsung mengangkat tubuh Desi dan membawanya ke tempat tidur. Dia juga buru-buru menyelimuti tubuh Desi yang hampir polos tersebut dengan selimutnya. Jika tidak, bisa-bisa ada yang terasa sesak di bawah sana.


"Kamu bawa minyak angin atau apa begitu, Fer?" tanya mami.


"Ada, Mi. Sebentar."


Ferdian bergegas mengambilkan minyak angin yang selalu dibawanya di dalam kotak obat. Ferdian memang sering bepergian. Oleh karena itu, dia selalu menyiapkan kotak obat yang berisi obat-obatan dasar.

__ADS_1


Mami segera mengoleskan minyak angin tersebut di bawah hidung Desi. Hal itu dimaksudkan untuk membuatnya segera siuman. Dan, benar saja. Tak berapa lama kemudian, Desi mengerjapkan kedua matanya. Dan setelah itu, dia kembali mendapatkan kesadarannya.


"Kamu sudah siuman?" tanya mami Nia.


"Ehm, i-iya, Bu." Desi langsung panik saat dua orang di depannya masih menatapnya dengan tajam. Sepertinya, akan ada sidang setelah ini.


"Kamu gantilah baju dulu. Setelah ini, kita bicara dengan tenang," ucap mami Nia sambil memberikan paper bag kepada Desi.


Desi mengangguk mengiyakan. Mami Nia menoleh ke arah Ferdian dan mengajaknya beranjak ke balkon untuk memberikan ruang kepada Desi.


Mami yang mendapati cerita dari Desi dan Ferdian, rupanya percaya dengan apa yang baru saja mereka sampaikan. Tentu saja hal itu melegakan Ferdian dan juga Desi. Bahkan, setelahnya mami Nia meminta nomor ponsel Desi dengan alasan untuk memantau tingkah polah putranya tersebut. Mau tidak mau akhirnya Desi dan mami Nia saling bertukar nomor ponsel.


Setelah itu, mami Nia pulang terlebih dahulu. Desi masih harus membereskan bajunya yang kotor untuk di bawa pulang. Baru setelah selesai, Desi segera berpamitan. 

__ADS_1


Desi pikir, kejadian hari itu selesai sampai di sana. Namun, harapan tinggallah harapan. Saat dia sedang menunggu di depan pintu lift yang akan membawanya turun, tiba-tiba rambutnya dijambak dan ditarik ke belakang hingga membuatnya terjengkang. 


Tentu saja Desi yang mendapat tindakan tiba-tiba tersebut langsung berteriak kesakitan. 


"Dasar wanita jhal laaannnggg! Rupanya kamu wanita yang selama ini disembunyikan oleh Ferdian, hah?!"


"Aarrgghhhh! Aduuhh sakiitt. Lepaasss!" 


Desi langsung berteriak-teriak kesakitan.


"Gara-gara kamu Ferdian menceraikanku dan tidak mau menemuiku lagi. Si alaaaan!"


Wanita itu masih terus menjambak rambut Desi dan menariknya dari belakang. Tentu saja Desi kesulitan melawan. Hal yang hisa dilakukan oleh Desi adalah berteriak minta tolong.

__ADS_1


Yang masih punya jatah vote, boleh dong bagi buat othor 🤭


Jangan lupa juga tinggalkan jejak like dan komen. Habis ini masih up lagi.


__ADS_2