
"Lho, ka-kalian kok nikah?" ucap seorang perempuan yang saat itu sudah berdiri di depan Daniel dan Alesya.
Mendapati seseorang yang cukup dikenalnya, Alesya langsung kaget. Dia benar-benar tidak menyangka jika teman satu kelompok KKN nya akan hadir di acara bersejarah Alesya tersebut.
"Yu-Yusa?" cicit Alesya.
Yusa? Ya, orang yang kaget melihat Daniel dan Alesya menikah adalah Yusa, teman KKN Alesya. Alesya dan Yusa memang beda tidak satu jurusan. Namun, keduanya cukup dekat. Beruntung Alesya menjadi teman satu kelompok Yusa.
"Ini beneran kalian nikah, Sya?" tanya Yusa yang masih tampak tidak percaya dengan pernikahan Daniel dan Alesya. Pasalnya, tidak ada berita yang terdengar tentang kedekatan mereka, dalam artian pacaran.
Kali ini, bukan Alesya yang menjawab pertanyaan Yusa, melainkan Daniel.
"Tentu saja kami beneran nikah. Masa iya kami bohongan berdiri di sini? Ya kali kami main nikah-nikahan," ucap Daniel sambil mencebikkan bibir.
Alesya yang mendengar ucapan Daniel, langsung menoleh ke arah suaminya tersebut dan memberikan tanda cinta berupa cubitan pada pinggang Daniel. Tentu saja tindakan Alesya tersebut membuat Daniel meringis kesakitan.
"Maaf, Yus. Si Daniel memang suka gitu kalau ngomong," ucap Alesya yang merasa tidak enak terhadap Yusa. "Ehm, sebenarnya kami sudah melakukan akad nikah beberapa hari yang lalu. Dan, untuk resepsi pernikahannya baru hari ini," jelas Alesya.
Yusa masih menampilkan ekspresi tidak percaya saat menatap Alesya dan Daniel bergantian.
"Kok bisa sih kalian nikah tapi nggak ngomong-ngomong? Kalian selama ini pacaran, ya?" Yusa masih penasaran.
Seketika Alesya dan Daniel saling pandang. Mereka bingung harus menjawab apa.
__ADS_1
Belum sempat Alesya maupun Daniel menjawab, mama Yusa yang sudah memberikan ucapan selamat kepada para orang tua pun langsung memanggil putrinya. Mau tidak mau, Yusa pun segera berpamitan. Namun, tak lupa juga dia mengucapkan selamat dan mendoakan kelanggengan pernikahan mereka.
Sebelum turun dari pelaminan, Yusa sempat membisikkan sesuatu kepada Alesya.
"Aku tunggu ceritanya bagaimana kalian bisa menikah, Sya," bisik Yusa.
Alesya hanya bisa mengulas senyuman dan menganggukkan kepala. Yusa melambaikan tangan ke arah Alesya saat berjalan meninggalkan pelaminan. Sebuah senyuman tulus masih tersungging di bibir Yusa saat meninggalkan pelaminan untuk menghampiri mamanya.
"Itu teman kamu yang waktu itu ikut survei lokasi KKN, kan?" tanya Daniel begitu Yusa sudah menghilang di antara kerumunan tamu undangan.
"Iya."
"Sepertinya dia orang yang baik," ujar Daniel.
"Hhmmm. Aku mengenal dia saat ospek. Dulu, kami satu kelompok saat ospek. Bahkan, dia yang dulu bantuin gambar poster saat ada tugas ospek," kenang Alesya.
Tak terasa, acara resepsi pernikahan pun selesai menjelang pukul dua siang. Para tamu undangan pun juga sudah pulang. Kini, tinggal beberapa keluarga besar yang masih ada di tempat acara.
Alesya dan Daniel berpamitan terlebih dahulu untuk mengganti baju dan membersihkan diri. Mereka sudah cukup lelah setelah berdiri beberapa jam untuk menyalami para tamu undangan.
Dengan bantuan dua orang asisten MUA, Alesya melepaskan semua aksesoris yang melekat pada wajah dan rambutnya. Sementara Daniel, dia langsung beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah semua selesai, kedua orang yang membantu Alesya tersebut langsung pamit undur diri. Sementara Alesya, masih menunggu Daniel selesai membersihkan diri sambil menyiapkan pakaian ganti untuk Daniel.
__ADS_1
Tak berapa lama kemudian, Daniel terlihat keluar dari kamar mandi. Dia langsung berjalan menghampiri Alesya yang sedang meletakkan pakaian ganti Daniel di atas tempat tidur.
"Aku sudah selesai. Sekarang gantian, gih," ucap Daniel.
"Hhhmmm." Alesya menoleh ke arah Daniel sambil menganggukkan kepala.
Setelahnya, giliran Alesya yang bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sementara Daniel, langsung mengganti pakaiannya.
Sekitar satu jam kemudian, Alesya dan Daniel sudah berjalan keluar kamar. Mereka akan menuju ke restoran untuk makan siang menjelang sore bersama dengan seluruh keluarga besar Daniel dan Alesya.
Suasana acara makan bersama tersebut, tampak sangat hangat. Keluarga besar keduanya yang memang sudah saling mengenal sebelum ini, merasa tidak canggung-canggung lagi. Bahkan, keluarga besar Daniel yang berasal dari Bogor, terang-terangan menggoda Daniel dan Alesya hingga membuat keduanya malu.
Setelah makan bersama, seluruh keluarga besar Daniel dan Alesya berpamitan. Sore itu juga, mereka akan langsung bertolak menuju ke rumah masing-masing. Hal itu juga dilakukan oleh orang tua Alesya dan Daniel. Para orang tua merasa cukup kelelahan hingga memutuskan untuk langsung pulang.
Kini, hanya tinggal Daniel dan Alesya yang dipaksa menginap di hotel. Baik ibu Alesya dan mama Daniel, sama-sama memaksa kedua anak dan menantu mereka untuk tinggal dan bermalam di hotel.
"Da, ini yakin kita harus menginap di sini?" ucap Alesya saat menatap kepergian kedua orang tua mereka
"Ya, iyalah. Sudah di booking juga, kan?."
Alesya menghela napas panjang sebelum menjawab ucapan Daniel "Di rumah kan juga bisa, Da. Ngapain juga harus sewa kamar hotel segala," Alesya masih kembali protes.
"Ya, yang jelas mau ngapa-ngapain, lah. Masa iya sudah di hotel gini kita nggak ngapa-ngapain."
__ADS_1
Mau ngapain, Da?
Bagi yang masih punya jatah vote, bisa tebar-tebar disini, ya. Terima kasih. 🤗