Kok, Jadi Nikah?

Kok, Jadi Nikah?
Bukan Udang, Tapi Lobster


__ADS_3

"Cieeee, yang mau teleponan sama suami. Pasti mau civokan online nih," ujar Gea yang langsung menggoda Alesya.


Alesya yang sudah menyambar ponselnya, langsung beranjak menjauhi tempat tidur Gea. Dia beringsut ke arah kasurnya sendiri sambil menyambar headset. Wajahnya sudah memerah karena godaan Gea.


"Cckkk. Apaan itu civokan online. Nggak ada, ya," ucap Alesya yang langsung menggeser ikon berwarna hijau tersebut untuk menyambungkan panggilan.


Kedua teman Alesya tersebut hanya bisa terkikik geli melihat tingkah Alesya. Sebenarnya, hampir setiap hari Daniel dan Alesya melakukan panggilan video. Tak hanya di saat malam hari, bahkan pagi, siang ataupun sore mereka sering melakukan panggilan video jika aktivitas mereka tidak terlalu padat.


"Belum tidur?" tanya Daniel di seberang sana setelah mengucapkan salam.


"Belum. Ini masih ngobrol bareng Gea sama Astri tadi."


Daniel tampak mengangguk-anggukkan kepala di seberang sana. Alesya yang mengerutkan kening saat menyadari jika Daniel sedang berada di dalam mobil.


"Itu di dalam mobil? Mau kemana?" tanya Alesya.


"Mau ke kota ambil mesin genset."


"Genset? Untuk apa?"


"Lusa ada demo dari anak-anak di balai desa. Acaranya malam, takutnya nanti listrik mati. Disini beberapa hari ini hujan terus dan sering mati lampu. Jadi, untuk jaga-jaga kita persiapan genset."

__ADS_1


Alesya mengangguk-anggukkan kepala. Dia sudah tahu dengan program yang akan dilakukan oleh kelompok Daniel karena sejak beberapa hari yang lalu Daniel sudah memberitahunya.


"Sama siapa saja itu?" tanya Alesya.


"Sama Arif doang ini. Yang lainnya beresin kerjaan."


Lagi-lagi Alesya mengangguk-anggukkan kepala.


"Le, Jum'at malam aku ke tempat kamu, ya?" ucap Daniel beberapa saat kemudian.


Mendengar ucapan Daniel, seketika jantung Alesya berdegup dengan cepat. Entah mengapa otaknya langsung tertuju pada adegan apa saja yang akan mereka lakukan jika bertemu nanti.


Jantung Alesya berdegup semakin kencang. Refleks Alesya juga menggigiti bibir bawahnya. Dia bahkan belum memberikan respon terhadap ucapan Daniel.


"Le, kok diam? Kenapa?" Daniel kembali bersuara.


Seketika Alesya tersadar dan langsung menggelengkan kepala.


"Eh, enggak, kok. Kok bisa kesini? Apa nggak ada kegiatan di sana?"


Daniel sedikit mengulas senyuman sebelum menjawab pertanyaan Alesya.

__ADS_1


"Banyak. Tapi, aku ada janji dengan orang kantor dan perwakilan desa hari minggunya. Sebelum itu, aku harus menyiapkan semuanya."


Alesya mencebikkan bibir sambil mendengus kesal.


"Kalau ada kegiatan dan ada hal yang harus dikerjakan, kenapa malah kesini? Ada-ada saja kamu itu, Da." Alesya masih menggerutu kesal.


Sebenarnya, Alesya kesal bukan karena tidak mau bertemu dengan Daniel. Tapi, Alesya hanya tidak mau jika Daniel kecapekan karena harus bolak balik. Jarak lokasi KKN keduanya cukup jauh, sekitar tiga jam. Jika Daniel harus ke tempat Alesya, bisa dipastikan dia akan bolak balik. Dan, Alesya tidak mau hal itu dilakukan oleh Daniel.


"Tenang saja. Lokasi pertemuan ada di JJ Resort. Jarak tempat itu dengan pos kamu kan tidak sampai satu jam. Jadi, bisa menghemat waktu, kan?" ucap Daniel sambil menaik turunkan alisnya. Jangan lupakan senyuman jahil yang sudah bisa ditangkap maksudnya oleh Alesya.


Alesya mencebikkan bibirnya mendapati tingkah Daniel. Sepertinya, apapun yang akan disampaikan oleh Alesya, tidak akan mampu mencegah keinginan Daniel. Suaminya itu memang keras kepala. 


"Yaudah, terserah kamu saja. Tapi ingat, jangan memaksakan diri jika tidak kuat," ucap Alesya pada akhirnya. Dia lebih memilih mengalah daripada berdebat dengan Daniel.


"Justru karena aku sudah tidak kuat lagi jadi aku memaksa untuk ke tempat kamu, Le. Rasanya si Dj selalu gelisah setiap saat. Dia kangen main selulupan dibawah situ," ucap Daniel sambil menggigit bibir bawahnya. Entah bagaimana caranya dia bisa menampilkan ekspresi wajah mupeng di depan Alesya.


"Astaga! Jadi ada udang dibalik batu?" Alesya sedikit berteriak.


"Bukan udang di balik baju, Le. Udang kan kecil. Ini lobster di balik celana."


"Kudaaaa!"

__ADS_1


__ADS_2