Kok, Jadi Nikah?

Kok, Jadi Nikah?
Ada Yang Baper


__ADS_3

Pagi itu, Daniel dan Alesya kembali mengulang aktivitas guling-guling hingga tumpang tindih di atas ranjang dengan penuh semangat. Sarapan yang sudah disiapkan oleh Daniel pun harus rela diabaikan hingga aktivitas mereka selesai.


Hingga jam dinding menunjukkan pukul 07.20, aktivitas mereka baru saja selesai. Alesya hanya bisa pasrah saat Daniel membopongnya menuju kamar mandi. Dia harus rela mandi dua kali pagi itu.


Daniel yang sempat tergoda untuk melahap tubuh Alesya kembali di dalam kamar mandi, harus bersusah payah menahan keinginannya tersebut. Dia tidak tega jika harus menggempur Alesya kembali sedangkan tenaga istrinya tersebut sudah pasti sangat terkuras habis.


Setelah membersihkan tubuh, Daniel dan Alesya langsung menyantap sarapan mereka. Meskipun sudah dingin, baik Alesya maupun Daniel langsung lahap menyantap sarapan yang sudah mereka abaikan sejak tadi.


Hingga sekitar dua puluh menit kemudian, aktivitas sarapan Daniel dan Alesya sudah selesai. Dengan langkah yang masih tidak nyaman, Alesya tetap membereskan meja makan sederhana tersebut. Dia juga segera mencuci peralatan makan yang baru saja digunakan tersebut.


Daniel yang awalnya hendak membantu Alesya, mengurungkan niatnya. Dia segera berjalan menuju kamar dan membersihkan sisa-sisa pergulatan mereka semalam.


Tak sampai tiga puluh menit kemudian, Daniel dan Alesya sudah menyelesaikan aktivitas mereka membersihkan rumah. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 08.45. Alesya meminta Daniel untuk segera mengantarkannya kembali ke pos.


"Aku nanti sore balik, Le," ucap Daniel saat keduanya sedang berada di dalam mobil menuju pos KKN Alesya.

__ADS_1


Alesya menoleh ke arah Daniel. Dia memang sudah tahu jika Daniel harus segera pulang dan mempersiapkan semua keperluan nya untuk berangkat KKN.


"Iya. Maaf nggak bisa bantuin beres-beres," ucap Alesya sambil mengusap lengan Daniel.


Daniel menoleh ke arah tangan Alesya yang tengah mengusap-usap lengannya tersebut. Seketika otaknya langsung teringat aktivitas mereka semalam saat Alesya terus mereemas dan menyusuri lengan suaminya tersebut. Tak hanya itu, Alesya bahkan meninggalkan beberapa tanda merah pada lengan atas bagian dalam milik suaminya tersebut.


Tiba-tiba, di bagian pangkal paha Daniel terasa sesak. Ada yang sudah mulai baper di bawah sana karena sentuhan si pawang. Tentu saja hal itu membuat Daniel semakin gelisah. Apalagi, sebentar lagi dia harus berpisah dengan pawang yang baru saja dikenalnya tersebut.


Namun, Alesya tidak menyadari jika sentuhannya tersebut justru membangunkan si Dj yang sedang semangat-semangatnya dan menjadi gampang baper. Bahkan, Alesya dengan tanpa dosa mengusap-usap bahu Daniel hingga jari-jarinya menyentuh leher suaminya tersebut.


Tak hanya sampai disitu, Alesya juga mengusap leher Daniel bagian belakang hingga membuat si empunya meremang tak karuan. Daniel mendadak gelisah dengan sesuatu yang berada di pangkal pahanya sudah mulai nyut-nyutan.


"Hhhmm?" Alesya yang masih belum menyadari efek tindakannya tersebut, justru menanggapi desisan Daniel dengan santai. "Ada apa?" lanjut Alesya.


"Ta-tangannya pindahin. Si Dj baper, nih."

__ADS_1


Mendengar ucapan Daniel, sontak saja Alesya menoleh. Dan, matanya refleks melihat sesuatu yang sangat jelas sudah bereaksi hingga membuat celana Daniel bagian depan mengembung.


Alesya langsung menarik tangannya dan sedikit menggeser tubuhnya hingga benar-benar menempel pada pintu mobil.


"I-itu kenapa cepat sekali turn on nya? Kok bisa sih, Da? Ini kan masih si mobil, aku juga masih berpakaian lengkap." Alesya mendadak gelisah. Dia sudah bergerak-gerak tidak nyaman.


Daniel menoleh sekilas ke arah Alesya yang masih menampilkan ekspresi kagetnya. Dia hanya bisa menahan rasa yang sudah mulai memuncak di bawah sana.


"Itu tergantung siapa yang menggodanya. Jika itu pawangnya, jangankan pegang, kamu diam saja bernapas sambil gigit-gigit bibir juga sudah pasti dia langsung ngereog. Apalagi kamu pegang-pegang daerah sensitif, sudah pasti langsung greng."


"Eh, a-aku kan nggak pegang-pegang Dj tadi." Alesya mencoba mengelak.


"Tapi kamu pegang leher tadi, Le. Kamu tau, leher, paha bagian dalam dan telapak kaki adalah bagian sensitifku. Jadi, jangan coba-coba menggoda bagian itu jika tidak mau ada yang 'mengamuk'," jawab Daniel.


"Eh, le-leher?" Alesya menoleh dengan cepat. Pasalnya, dia tidak menyangka jika leher merupakan bagian sensitif Daniel. 

__ADS_1


Lalu, mengapa semalam Daniel tampak mendeesah bahkan sampai memejamkan mata saat Alesya berubah menjadi vacuum cleaner di leher Daniel?


Kok bisa begitu ya? 🤔


__ADS_2