Kok, Jadi Nikah?

Kok, Jadi Nikah?
Tambah Semangat


__ADS_3

Suara ******* langsung menghiasi kamar Alesya pagi itu. Ya, bukannya bersiap-siap untuk mandi, tapi kini Daniel justru bersemangat untuk mengajak Alesya masak-masakan. Dan, tentu saja menu utamanya adalah telur spesial dan sosis, eh.


Hingga menjelang pukul sembilan, keduanya baru saja selesai membuat adonan. Daniel dan Alesya masih berada di atas tempat tidur dengan napas ngos-ngosan. Sepertinya, asupan energi mereka yang baru saja terisi oleh sarapan sudah langsung habis terbakar.


"Hah hah hah. I-ini jam berapa, Mas?" Napas Alesya masih memburu.


Daniel menoleh ke arah nakas dan melihat jam yang berada di atasnya.


"Hampir jam sembilan. Ayo, kita harus mandi dan bersiap," ucap Daniel sambil bangkit dari posisinya.


Alesya segera menggelengkan kepala saat tangannya di tarik oleh Daniel.


"Nggak. Kamu mandi saja dulu. Aku nggak mau barengan. Nggak yakin aku jika kamu mau mandi doang, Mas. Tangan dan mulut kamu tuh aktif banget," ucap Alesya sambil menggerutu kesal.


Daniel terkekeh geli saat beringsut mendekati Alesya dan memberikan beberapa kecupan pada bibir istrinya tersebut.


"Baiklah. Aku mandi dulu. Tolong kamu siapin bajuku, ya."

__ADS_1


Alesya mengangguk saat Daniel beranjak dari sampingnya dan berjalan menuju kamar mandi. Dia sempat memekik kesal saat dengan tidak tahu malunya Daniel berjalan menuju kamar mandi dengan tubuh polosan. Daniel hanya menanggapi dengan kekehan tawa gerutuan istrinya tersebut.


Setelah memastikan Daniel masuk ke dalam kamar mandi, Alesya segera beranjak. Dia mengambil kaos Daniel yang kebesaran dan memakainya. Alesya segera menyiapkan baju ganti untuk suaminya itu.


Sempat bingung harus memakai baju yang mana karena memang tidak ada persiapan sebelumnya, Alesya memutuskan memilih kemeja berwarna navy untuk sang suami. Dipadukan dengan celana berwarna cream. 


Kebetulan, Alesya juga mempunyai warna baju yang sama dengan baju Daniel. Alesya juga memilih dress sederhana dengan panjang di bawah lutut. Berwarna senada dengan pakaian Daniel, Alesya pikir akan cocok dipakai.


Hingga sekitar sepuluh menit kemudian, Daniel sudah keluar dari kamar mandi. Dia masih memakai handuk yang dililitkan pada pinggangnya. Alesya yang saat itu sedang membereskan sisa-sisa pertempuran mereka pun menoleh ke arah Daniel.


"Sayang, cepetan mandi gih. Ini sudah jam sembilan. Nggak enak jika kota telat datang," ucap Daniel sambil menggosok rambut basahnya dengan handuk.


"Ini semua gara-gara kamu, Mas. Yang ngajakin masak-masakan tadi siapa coba."


Daniel hanya bisa terkekeh geli melihat istrinya yang sedang menggerutu kesal. Namun, dia tidak berani menyahuti karena bisa akan bertambah lagi gerutuan Alesya.


Sementara itu di rumah orang tua Daniel, para tamu undangan sudah mulai berdatangan. Ferdian dan keluarganya pun juga baru saja datang. Kini, mereka sudah berada di ruang tengah rumah orang tua Daniel sambil menunggu kedatangan penghulu.

__ADS_1


"Surat-surat penting Desi untuk mengurus ke KUA sudah disiapkan semua, Ma?" tanya papa Daniel memulai obrolan.


"Sudah. Semalam semua berkas sudah di siapkan sekalian. Apa langsung di butuhkan sekarang?" tanya mama.


"Nggak usah, Bu. Nanti saja jika sudah selesai acara. Lagi pula, biarkan anak-anak bulan madu dulu sebelum kembali ke rutinitas kampus. Ya, mumpung masih libur kan, ya." Mami Nia ikut menimpali.


Ferdian yang mendengar ucapan sang mami langsung salah tingkah. Berbeda dengan kedua orang tua Daniel langsung terkekeh mendengar ucapan calon besannya itu. 


Daniel dan Alesya yang baru saja datang, langsung menyalami Ferdian dan orang tuanya. Melihat wajah segar Daniel dan Alesya, mami Nia kembali menggoda.


"Tuh, Fer. Jika sudah menikah, wajah bisa cerah berseri-seri seperti mereka. Ada hal yang membuat semangat menjalani hari," ucap mami Nia penuh semangat.


Ferdian yang masih loading pun belum bisa menangkap sinyal godaan dari maminya. Entah mengapa hari ini Fersian menjadi gugup dan agak kurang fokus.


"Memang apa yang membuat semangat menjalani hari, Mi?" tanya Ferdian dengan tampang yang masih bingung.


"Ccckkkk. Tentu saja gulat dengan istri kamu di atas ranjang, Fer. Begini nih resiko duda perjaka, belum pengalaman sama sekali urusan ranjang."

__ADS_1


Terima kasih yang sudah bagi vote buat Ferdian dan Desi, yang belum boleh bagi-bagi, dong. Biar nanti semangat up. 🤭


__ADS_2