
Setelah mengetahui cerita sebenarnya dari sang kakak, Daniel dan Alesya memutuskan untuk kembali ke hotel malam itu. Mereka tidak mungkin menginap di tempat kak Desi karena tidak ada kamar kosong yang tersedia. Lagipula, Daniel mana mau harus berbagi kamar dengan orang lain selain sang istri.
Menjelang pukul sepuluh malam, Daniel dan Alesya tiba di hotel. Mereka langsung bergegas membersihkan diri. Alesya lebih dulu beranjak menuju kamar mandi saat Daniel menerima panggilan dari orang tuanya. Tak berapa lama kemudian, Alesya sudah selesai. Kini, giliran Daniel membersihkan diri.
Alesya langsung merebahkan diri di atas tempat tidur. Dia sudah sangat mengantuk hingga membuat kelopak matanya terasa lengket. Namun, saat Alesya hendak terlelap, dia merasakan usapan lembut pada kakinya dan merembet hingga atas.
Seketika Alesya membuka kedua bola matanya dan menoleh ke belakang. Ya, saat itu Alesya memang sedang tidur miring membelakangi arah kamar mandi. Dia melihat Daniel yang tubuh atasnya masih polosan. Daniel hanya memakai celana boxer pendek yang bahkan terlihat dengan jelas sangat longgar.
"Mas, mau apa, sih?" gumam Alesya sambil masih tidak mengubah posisi tubuhnya.
__ADS_1
"Mau kamu lah yang pasti. Kita ke sini kan dalam rangka honeymoon. Masa iya aku nganggur malam-malam begini," jawab Daniel sambil tangannya sudah mulai menyusup pada bagian bawah baju tidur Alesya.
Alesya hanya bisa menggigit bibir bawahnya agar tidak mengeluarkan suara desa han saat jari tangan Daniel mulai bergerilya di bawah sana. Alesya mulai menyesali keputusannya untuk menuruti permintaan Daniel dengan membawa baju tidur model serba pendek tersebut.
"Emang nggak capek?" tanya Alesya dengan suara yang masih tertahan karena harus menggigit bibir bawahnya.
"Enggak. Mana ada rasa capek untuk urusan beginian, hhmm."
Alesya yang sudah mulai pasrah, hanya bisa diam mengikuti alur yang dimulai Daniel. Dia hanya bisa tidur terlentang sementara Daniel sudah menindih tubuhnya.
__ADS_1
"Eehhmmm, Ma-maassshhh. Aaahhhh, ke-kenceng banget hisapnya. Aaahhhh."
Alesya sudah mulai kelojotan saat Daniel sudah menyerang boba alaminya sebelah kiri. Kepala Alesya hanya bisa menggeleng ke kiri dan ke kanan dengan kedua tangan merem mas rambut Daniel dan bahunya.
Tak menghiraukan ocehan sang istri, Daniel semakin bersemangat. Kali ini, dia memainkan pucuk boba Alesya yang sudah menegang dengan keras menggunakan lidahnya. Daniel menggoda Alesya dengan menggelitik boba tersebut dengan gerakan lidah ke kiri ke kanan dengan cepat. Alhasil, Alesya semakin kelojotan. Apalagi, tangan Daniel juga tidak menganggur. Dia memainkan boba satunya dengan memellintir dan menarik-nariknya dengan gemas.
Tak hanya itu, tangan Daniel yang satunya tengah bekerja keras dengan maju mundur cantik di gua sempit nan basah dibawah sana. Dua jari tangan Daniel sudah terasa seperti disedot-sedot saat Alesya mulai meracau tidak karuan. Bukannya berhenti, jari tangan Daniel justru bergerak semakin cepat.
"Aahhhhh. Ma-maasss a-aakuuu…. A-aaakuuuu…. Aaahhhhh." Alesya bahkan sampai tidak bisa berkata-kata saat merasakan ledakan di bawah tubuhnya.
__ADS_1
Tentu saja dua jari tangan Daniel langsung bisa merasakan basah di bawah sana. Dia juga melepaskan hisapan mulutnya pada boba alami Alesya. Daniel cukup puas saat melihat Alesya yang tampak ngos-ngosan sedang mengatur napas.
"Sekarang, giliranku."