Kok, Jadi Nikah?

Kok, Jadi Nikah?
Kangen?


__ADS_3

"Apa?!"


Bukan Alesya yang terkejut setelah mendengar ucapan Nick. Namun, dua orang teman sekamar Alesya yang terkejut mendengarnya. Kedua teman Alesya tersebut langsung menoleh dan menatap Alesya sambil tersenyum-senyum jahil. Tampak jelas sekali mereka berdua sudah gatal ingin menggoda Alesya.


"Ciieeeee, mau di charge sama suami, nih. Eheemmm." Gea sudah langsung menggoda Alesya.


Tak mau kalah dengan Gea, Astri sudah memutar tubuhnya dan menatap wajah Alesya yang sudah memerah tersebut. Sebuah senyuman jahil langsung terbit pada bibirnya.


"Eheemmm. Malam-malam, dingin-dingin begini lebih mantap kalau mainin 'sedotan jumbo'. Sedot-sedot, apalagi tusuk-tusuk. Bueeuuhhh dijamin anget dan kenyang," ucap Astri dengan ekspresi tanpa dosa.


Alesya langsung membulatkan kedua bola mata dan mulutnya. Dia langsung menatap tajam ke arah Astri dengan tatapan horor. Namun, tidak dipungkiri jika wajah Alesya langsung terasa panas. Teman-temannya tersebut pasti bisa melihat jika wajah Alesya sudah merah padam.


Beruntung Nick segera menginterupsi godaan Gea dan Astri tersebut. 


"Sudah, sudah. Jangan godain Alesya terus. Ditungguin tuh sama suaminya," ucap Nick sambil membenarkan sarung yang dipakainya dan beranjak pergi.


Alesya menghembuskan napas lega setelah kepergian Nick. Dia buru-buru berpamitan kepada kedua orang temannya tersebut untuk menemui Daniel. Alesya masih bisa mendengar cekikikan tawa dari dua orang temannya tersebut.


Alesya buru-buru berjalan menuju ruang tamu. Disana, terlihat Daniel tengah tidur merebahkan diri di kursi panjang yang ada di ruang tamu tersebut. Kedua matanya terpejam dengan satu tangan ditimpakan pada keningnya. Bahkan, jaket Daniel pun belum sempat di lepas.


Alesya berjalan mendekat ke arah Daniel. Dia goyangkannya bahu suaminya tersebut untuk membangunkannya.

__ADS_1


"Da, bangun," ucap Alesya sambil menggoyangkan bahu Daniel. "Kok tidur disini sih, Da?" lanjutnya.


Daniel menggeliatkan tubuh. Dia perlahan-lahan membuka kedua matanya dengan tatapan yang cukup lelah.


"Le?" Daniel menggumam lirih.


"Ngapain kamu kesini? Bukannya pulang dan beristirahat," ucap Alesya sambil membantu Daniel duduk.


Daniel menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan. Dia juga menggerak-gerakkan punggungnya sebelum menjawab pertanyaan Alesya.


Daniel menoleh ke arah Alesya yang sudah duduk di sampingnya tersebut. Wajahnya ditekuk dengan bibir mengerucut.


"Kangen," ucap Daniel dengan suara merengek sambil merentangkan tangan hendak memeluk Alesya.


"Hueeekkkk."


"Cckkkk."


"Si tsundere sudah mulai terdeteksi bucin, nih."


"Dasar kanebo kering yang sudah mulai terkena air, lumer coy."

__ADS_1


Seketika Daniel menghentikan gerakannya. Dia menoleh ke arah jendela yang sudah menampilkan wajah-wajah teman KKN Alesya di sana. Wajah-wajah tengil dan jahil pun sudah tampak di antara mereka.


Dan, tentu saja hal itu membuat Alesya dan Daniel menjadi kikuk. Entah mengapa mereka bisa sampai berada pada situasi seperti itu tadi. Hingga beberapa saat kemudian, Daniel kembali bersuara dan bersikap biasa kepada Alesya.


"Le, pinjam charger. Ponselku mati sejak sore," ucap Daniel.


Seketika Alesya mencebikkan bibir sambil menoleh ke arah Daniel.


"Kok bisa pinjam charger. Charger ponsel kamu kemana?"


"Nggak bawa, ih."


Alesya semakin mencebikkan bibir. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan tingkah Daniel malam ini.


"Lagian, kamu aneh-aneh saja, Da. Bukannya habis dari lokasi langsung pulang, ngapain harus kesini lagi, sih. Emang nggak capek bolak balik?" Alesya benar-benar kesal.


Sebenarnya, bukan karena dia tidak suka jika ada Daniel di sana, tapi Alesya hanya tidak mau jika Daniel kecapekan di jalan.


"Tenang saja, demi kamu apa sih yang capek."


"Eeaaa."

__ADS_1


Kira-kira, kalau kalian jadi teman-teman Alesya, mau godain gimana nih? 🤭


Ssttt, jangan lupa kasih hadiah dan vote buat mereka, ya. 🤗


__ADS_2