Kok, Jadi Nikah?

Kok, Jadi Nikah?
Penjelasan Kakak 1


__ADS_3

Saat melihat tingkah pasangan suami istri itu, kak Desi langsung berdehem dengan cukup keras. Dan, ternyata apa yang dilakukan oleh kak Desi tersebut berhasil menarik perhatian Daniel dan Alesya. Jika hal itu tidak dilakukan, bisa dipastikan suami istri itu akan saling raba dan *****.


Kak Desi bukannya keberatan dengan apa yang mereka lakukan. Hanya saja, dia yang sedang jomblo itu pasti akan kesal sendiri jika harus melihat adegan dewasa tersebut.


Mendengar deheman dari sang kakak, baik Daniel dan Alesya langsung menggeser tempat duduk mereka. Jangan lupakan wajah Alsya yang sudah merah seperti tomat. Alesya bahkan tidak cukup berani bertatap muka dengan kakak iparnya itu secara langsung.


Hal berbeda justru dilakukan oleh Daniel. Dia bersikap seolah tidak melakukan apa-apa. Bahkan, ekspresi wajahnya saat mengambil kembali cemilan yang tadi sempat diletakkan di atas meja, terlihat sangat biasa.


Kak Desi yang melihat tingkah kedua adiknya tersebut hanya bisa menggelengkan kepala sambil beranjak menghampiri mereka.


"Ca, si Daniel apa emang suka meshoom begini kalau lagi berduaan sama kamu?" tanya kak Desi sambil menatap kedua adiknya bergantian.


Alesya yang ditanya kakak iparnya pun merasa bingung harus menjawab apa. Tentu saja dia malu jika harus membicarakan hal seperti itu. 

__ADS_1


"Ehm, tidak juga, Kak. Ya, ehm, kadang-kadang suka keluar aja jahilnya," jawab Alesya yang terlihat sekali sedang berusaha menenangkan diri.


"Cckkk. Kakak nggak percaya si Daniel nggak godain kamu, Ca. Modelan begini mana bisa tahan nggak meshoom," cibir kak Desi.


Daniel langsung mendengus kesal setelah mendengar ucapan sang kakak.


"Emang modelku seperti apa? Orang biasa-biasa begini," ucap Daniel tidak terima.


"Ya, itu. Ada kesempatan sedikit saja sudah seperti mau menerkam Caca. Pantesan kalian kemarin menolak saat aku tawarin menginap disini. Ternyata kalian mau bercocok tanam dengan bebas di hotel."


"Udah deh, Kak. Ini jadi cerita nggak sih? Kok jadi bahas gue sama Ale. Kalau nggak jadi cerita, mending kami balik ke hotel aja, deh," ucap Daniel yang merasa cukup kesal.


Kak Desi mendesahkan napas berat setelah mendengar ucapan Daniel. Setelahnya, dia mengatur posisi duduknya sebelum mulai bercerita.

__ADS_1


"Oke. Aku akan ceritakan apa yang sebenarnya terjadi, Dan. Tapi, kalian jangan main potong-potong dulu ceritaku. Tunggu sampai cerita selesai baru komentar."


Baik Daniel maupun Alesya langsung menganggukkan kepala. Mereka sungguh penasaran dengan cerita yang akan disampaikan oleh kakaknya itu.


"Kalian sudah tahu kan jika sejak awal semester aku sudah menjadi asisten dosen pak Ferdian. Bukan secara kebetulan memang aku menjadi asisten dosen. Saat itu, memang ada seleksi untuk menjadi asisten dosen dari beberapa orang dosen yang memang sedang membutuhkan. Kebetulan, ada sekitar delapan orang mahasiswa yang mendaftar untuk menjadi asisten dosen."


"Ada dua orang dosen lagi yang seangkatan dengan pak Ferdian yang juga memang sedang mencari asisten dosen. Dan, kebetulan saat itu aku yang terpilih untuk menjadi asisten dosen pak Ferdian. Ada dua lagi mahasiswa yang juga menjadi asisten dua orang dosen yang lain."


"Awalnya, semua berjalan dengan lancar. Tugas yang diberikan kepada kami, para asisten dosen baru, juga cukup bisa kami handle dengan baik. Pak Ferdian juga cukup baik dengan tidak memberikan tugas diluar kemampuanku."


"Hingga kejadian mengejutkan terjadi saat aku harus menemui pak Ferdian yang sedang mengisi seminar di salah satu aula hotel berbintang. Saat itu, pak Ferdian memang juga menginap di sana karena acara seminar diadakan selama dua hari berturut-turut. Aku yang pada hari kedua mendapat tugas untuk membuat PPT, terpaksa harus menghampiri kamarnya untuk mengambil bahan materi."


"Waktu itu, pak Ferdian memang sedang bersiap-siap untuk seminar. Jadi, dia hanya menjelaskan sedikit saat memberikan bahan materi yang harus aku buat. Berhubung materinya masih ada di laptop pak Ferdian yang satunya, aku harus mengcopynya sendiri sementara pak Ferdian pergi ke aula. Dan, kejadian setelahnya benar-benar membuatku tidak berkutik."

__ADS_1


Tahan sebentar ya, masih otewe. Ini lanjutannya belum selesai ngetik.


__ADS_2