
Tiga hari sudah setelah peristiwa itu. Alesya dan teman-teman kelompoknya masih beraktivitas seperti biasa. Alesya, Gea, Galih dan Nick yang memang mengetahui cerita sebenarnya, memilih untuk pura-pura tidak tahu apa-apa.
Mereka masih diam dan tidak terlalu mengintimidasi Fani di rumah. Mereka juga bahkan bersikap seolah-olah tidak tahu apa-apa. Bahkan, Alesya juga tidak menceritakan hal itu kepada Yusa.
Hingga pada saat hari kelima setelah kejadian penggerebekan tersebut, terjadi peristiwa menggemparkan di desa. Beredarnya video encum yang dilakukan oleh warga desa, membuat kegaduhan di desa tersebut.
Teman-teman Alesya cukup kaget dengan berita tersebut. Sedangkan Alesya, Gea, Galih dan Nick, hanya berpura-pura kaget. Mereka sudah mengetahui perihal tentang video tersebut, meskipun belum pernah melihatnya.
"Anjiirrrr lah! Bisa goyang heboh begitu ya si Risma? Mana hot banget itu. Dijamin itu si Reno pastii merem melek di pompa si Risma dari atas." Nick mengoceh hebih saat nobar bareng teman laki-lakinya di teras depan.
Mata Nick bahkan tak berkedip menatap layar ponsel yang menayangkan video yang sedang viral di desa tersebut. Sedangkan teman-temannya yang lain, tidak berkomentar apa-apa. Mereka justru fokus dengan video yang mereka tontin di ponsel masing-masing itu.
Galih yang baru saja datang dan bergabung dengan mereka, hanya bisa mendesahkan napas berat. Percuma juga dia ngomel-ngomel dan melarang teman-temannya untuk tidak nobar video yang sedang viral itu, sedangkan dia juga sebenarnya sudah menontonnya.
__ADS_1
Sekitar dua menit setelahnya, lagi-lagi Nick berteriak heboh hingga mengagetkan yang lainnya.
"Gilaaa! Si Risma kuat banget di pompa begitu brutal sama si Reno. Bahkan, dia sampai mengeluarkan air mancur itu, tuh. Nggak perih apa 'si empus' nya," teriak Nick heboh.
Galih yang duduk di samping Nick langsung menyumpal mulut temannya itu dengan roti yang ada di depannya hingga membuat Nick kelabakan. Nick langsung protes ke arah Galih dengan tatapan kesalnya.
"Mulut lo di jaga, Nick. Nggak usah teriak-teriak napa! Orang semua juga pada lihat sendiri. Di batin aja, sih. Dihayati sendiri!" Galih masih mengomel.
Hingga setelah itu, perdebatan-perdebatan kecil masih terjadi diantara mereka. Sementara itu, Alesya yang hendak pulang dari pasar setelah belanja, masih membicarakan berita yang menggemparkan itu Yusa sambil berbisik-bisik.
Suasana pasar desa juga cukup ramai. Alesya dan Yusa bahkan bisa mendengar bisik-bisik warga yang membicarakan video viral tersebut.
"Kok bisa sih kejadiannya seperti ini, Sya? Kira-kira, siapa yang mengambil video dan menyebarkannya?" bisik Yusa sambil berjalan menuju motor.
__ADS_1
Alesya mengedikkan bahu. Dia tidak mau menceritakan apa yang sebenarnya sudah diketahuinya kepada Yusa. Bukan karena tidak percaya dengan Yusa, namun Alesya tidak mau mencari masalah dengan tidak menyebarkan apa yang tidak ada urusan dengannya.
"Entahlah, Yus. Gue juga nggak tahu."
Yusa hanya mengangguk-anggukkan kepala. Dia cukup sadar jika tidak mau berurusan dengan hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan aktivitas KKN mereka. Apalagi, KKN mereka hanya tersisa sekitar satu minggu lagi.
Saat itu, Yusa yang bertugas untuk membonceng Alesya. Dengan membawa beberapa belanjaan, mereka bergegas kembali ke pos. Namun naas, saat motor yang dikemudikan Yusa hendak berbelok ke arah jembatan, tiba-tiba ada sebuah mobil pick up yang memepet motor Yusa dengan tiba-tiba.
Yusa yang kaget dan panik, langsung banting stir ke arah kiri. Tak ayal, hal itu membuat motor yang dikemudikan Yusa berbelok mendadak ke arah tepi jembatan yang becek dan licin karena semalam hujan.
Dan, karena keadaan jalan itu pula, Yusa menjadi panik dan kehilangan keseimbangan hingga membuat motor yang dikemudikannya menjadi jatuh tersungkur di ujung jalan yang berada di tepi jembatan. Naasnya lagi, karena posisi jatuh motor Yusa mengarah ke arah sungai, hal itu membuat Alesya yang juga ikut panik langsung jatuh terguling dan jatuh ke arah dalam sungai dimana airnya mengalir cukup deras.
"Aaaarrggghhhhh! Yusaaaaaa! To… tolooonggg!"
__ADS_1