Kok, Jadi Nikah?

Kok, Jadi Nikah?
Kok Sudah Bangun?


__ADS_3

Entah sudah berapa kali Daniel push up di atas tubuh Alesya. Bahkan, dia juga sudah mulai mempraktikkan beberapa gaya yang sempat beberapa kali seliweran di aplikasi biru miliknya tersebut. Alesya hanya bisa pasrah saat Daniel membolak balikkan tubuhnya seolah tubuhnya adalah bakwan yang sedang digoreng.


Hingga menjelang pukul dua dini hari, Daniel baru menyelesaikan aktivitas barunya tersebut. Alesya yang sudah benar-benar lelah, langsung terlelap begitu saja setelah Daniel merebahkan tubuh di sampingnya. 


Suara hujan yang masih mengguyur di luar rumah, mengiringi alam mimpi sepasang suami istri yang baru saja buka puasa tersebut.


Keesokan pagi, Daniel terpaksa keluar rumah untuk membeli sarapan. Dia tidak tega membangunkan Alesya dan memintanya menyiapkan sarapan. Daniel baru menyadari jika semalam dia cukup bar bar saat menggarap istrinya tersebut. Ya, maklum masih baru pertama kali mencoba, jadi masih sama-sama menggebu-gebunya.


Alesya yang terbangun beberapa saat setelah kepergian Daniel, langsung mencoba beranjak berdiri. Tubuhnya benar-benar terasa nyeri. Bahkan, Alesya merasakan seluruh tulang-tulangnya terasa remuk. Entah bagaimana mereka semalam bergulat hingga membuat tubuhnya benar-benar sakit semua.


Belum lagi, bagian bawah tubuh Alesya masih terasa nyeri. Rasa-rasanya, Alesya enggan beranjak berdiri menuju kamar mandi jika dia tidak merasakan tubuhnya terasa lengket dan tidak nyaman.


Alesya memutuskan untuk beranjak menuju kamar mandi dengan berjalan pelan-pelan. Dia menyambar kaos Daniel dan memakainya yang ternyata masih cukup kebesaran untuk tubuhnya.

__ADS_1


Dengan langkah pelan, Alesya berhasil mencapai kamar mandi. Awalnya, Alesya ingin mencuci muka dan buang air kecil saja. Namun, setelah memastikan penampilannya benar-benar awut-awutan, Alesya memutuskan untuk mandi sekalian.


Sementara itu, tak butuh waktu lama bagi Daniel untuk membeli sarapan. Dia sudah kembali kurang dari tiga puluh menit semenjak kepergiannya. Daniel bergegas menuju dapur untuk menyiapkan sarapan, dan akan membangunkan Alesya setelahnya.


Namun, saat Daniel berada di dapur, dia mendengar sayup-sayup suara gemericik air dari dalam kamar mandi. 


"Le, kamu sudah bangun?" teriak Daniel dari luar pintu kamar mandi.


"Iya." Alesya segera menjawab dari dalam.


Alesya menghentikan aktivitasnya yang sedang menggosok tubuh. Dia mengerutkan kening bingung setelah mendengar pertanyaan Daniel.


"Memangnya kenapa?" Bukannya menjawab pertanyaan Daniel, Alesya justru balik bertanya.

__ADS_1


Daniel mendengus kesal ketika Alesya justru balik bertanya.


"Bukankah biasanya cewek-cewek suka minta gendong ke kamar mandi karena merasa sakit di bagian 'itunya' setelah melakukan pembobolan untuk pertama kali, ya?" tanya Daniel dengan suara yang masih cukup keras.


Alesya yang mendengar pertanyaan Daniel tersebut seketika menoleh ke arah pintu kamar mandi. Dia benar-benar merutuki ucapan Daniel yang membuatnya malu tersebut.


"Ccckkk. Apaan sih, Da. Nggak ada, ya. Kebanyakan lihat film-film sama baca novel dewasa ya begitu itu jadinya." Alesya menggerutu dengan wajah yang mulai terasa panas. Entah mengapa otaknya mulai membayangkan adegan auh oh auh oh yang semalam mereka lakukan berulang-ulang tersebut.


Daniel mencebikkan bibir sambil berbalik menyelesaikan aktivitasnya menyiapkan sarapan untuk mereka.


"Cckkk. Siapa yang suka nonton film sama baca novel coba? Maksudku tadi aku hanya mau menawarkan bantuan kalau kamu merasa kesulitan, Le." Daniel membalas ucapan Alesya.


Tak mau lagi menanggapi ucapan Daniel, kini Alesya segera menyelesaikan aktivitasnya membersihkan diri. Dia harus buru-buru bebersih dan segera kembali ke posnya. Jika Daniel mengizinkan, ups.

__ADS_1


***


Mohon maaf lama nggak bisa up. Othor e lagi berada di fase keteteran dengan aktivitas pekerjaan di real life. 🙏


__ADS_2