Kok, Jadi Nikah?

Kok, Jadi Nikah?
Wisuda?


__ADS_3

Desi dan Ferdian buru-buru berjalan menghampiri Daniel dan Alesya. Mereka ingin menghentikan tindakan yang dilakukan oleh pasangan suami istri tersebut. Maksudnya bukannya menghentikan karena melarang, ya. Desi dan Ferdian akan meminta Daniel dan Alesya untuk pindah posisi. Eh, pindah tempat maksudnya.


Namun, langkah kaki keduanya terhenti saat melihat apa yang sebenarnya terjadi. Bukannya seperti yang mereka berdua pikirkan, ternyata saat itu Daniel dan Alesya sedang membereskan selimut dan perlengkapan tidur semalam. 


Desi dan Ferdian memang berangkat ke hotel untuk menemui orang tua Ferdian pagi-pagi sekali. Bahkan, mereka belum sempat sarapan. Sementara sang papa, juga harus berangkat ke kantor karena akan ada kunjungan dari dinas kesehatan di kantornya. Alhasil, semua sisa-sisa perlengkapan tidur mereka semalam belum dipindahkan. Hanya selimut saja yang sudah dilipat dan ditumpuk di dekat bantal dan guling.


Dan, saat Alesya dan Daniel datang ke rumah, mama Daniel meminta keduanya untuk memindahkan perlengkapan tidur tersebut. Namun, bukan Daniel yang tidak usil. Saat Alesya hendak merapikan selimut dan membawanya menuju kamar, tiba-tiba tubuhnya langsung didekap oleh Daniel dari belakang. Alhasil, Alesya langsung nyungsep dan menubruk tumpukan selimut dan bantal.


Tidak menyia-nyiakan kesempatan, Daniel langsung menduduki pan tat istrinya itu dan mulai bergoyang dombret. Goyang depan, goyang belakang, bahkan goyang kanan kiri. Sesekali tangannya bahkan mulai jahil dengan menoel-noel sisi kanan dan kiri dadanya.


Tentu saja Alesya langsung berteriak-teriak kesal. Namun, tidak ada yang menolongnya karena mama Daniel sedang belanja. Hingga beberapa saat kemudian, Desi dan Ferdian memergoki tingkah absurd pasangan pengantin baru yang sudah agak lama tersebut.


"Astaga, Dan! Bangun, nggak? Kamu nggak kasihan tuh Caca sampai engap begitu?" Desi langsung berteriak di belakang sang adik.

__ADS_1


Daniel yang kaget dengan teriakan kakaknya tersebut langsung beranjak berdiri. Dia menoleh ke arah Desi dan Ferdian sambil tersenyum nyengir.


"Hehehe, kami bercanda doang kok, Kak. Nggak serius itu tadi," jawab Daniel sambil nyengir.


"Bohong, Kak. Dia dari tadi nyiksa aku terus. Mana rasanya pinggang seperti mau copot coba," protes Alesya yang sudah beranjak duduk. Jangan lupakan ekspresi memelas yang ditampilkan oleh Alesya, berhasil membuat Desi iba. Hingga setelahnya, Daniel menjadi bulan-bulanan Desi.


***


Desi memutuskan untuk menginap di rumah Ferdian karena waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Ferdian seperti tidak rela membiarkan Desi tinggal di rumah kontrakannya lagi. Ya, meskipun Desi tidak hanya tinggal sendirian di sana. Ada Nida, teman satu kontrakan dengan Desi.


"Sudah menghubungi Nida?" tanya Ferdian begitu memasuki rumah.


"Sudah, Mas. Aku sudah bilang jika menginap disini."

__ADS_1


Ferdian mengangguk-anggukkan kepala. Desi memang sudah memberitahukan perihal pernikahannya kepada sang sahabat. Dan, beruntung sekali Desi mempunyai sahabat seperti Nida yang tidak kepo dan ember dengan urusan orang lain.


"Besok ada jadwal ujian jam berapa?" tanya Ferdian setelah selesai memasukkan barang-barang bawaannya ke dalam rumah.


"Jam sepuluh, Mas. Aku ada jadwal ujian di jam kedua dan ketiga."


Ferdian menghentikan langkah kakinya tepat di depan Desi yang hendak menuju dapur. Dia menatap lekat-lekat wajah istrinya tersebut hingga membuat Desi salah tingkah.


"Ehm, a-ada apa, Mas?" tanya Desi gugup.


"Jika seandainya kamu diwisuda sebagai istri malam ini, apa kamu bisa mengerjakan soal ujian dengan baik besok?"


"Hah?"

__ADS_1


__ADS_2