Kok, Jadi Nikah?

Kok, Jadi Nikah?
Persiapan


__ADS_3

Sepulang Ferdian dan orang tuanya, keluarga Daniel masih termenung di ruang tengah. Entah mengapa mereka tidak segera mempersiapkan acara esok hari padahal jarum jam sudah menunjukkan hampir pukul sembilan malam. Sepertinya, orang tua Daniel dan Desi sendiri masih cukup terkejut dengan apa yang baru saja terjadi.


Daniel yang menyadari jika keluarganya masih cukup syok, mengambil inisiatif untuk memulai persiapan acara.


"Pa, Ma, ini apa yang harus dilakukan terlebih dahulu? Apa tidak sebaiknya papa mengunjungi penghulu? Aku akan minta bantuan ayah untuk menemani papa," ucap Daniel memecah keheningan.


Mendengar ucapan Daniel, seketika semua orang tersadar. Papa bahkan langsung mengangguk mengiyakan usul Daniel tersebut.


"Iya, Dan. Papa akan minta tolong ayah Caca untuk menemani papa berkunjung ke rumah penghulu." Papa Daniel langsung beranjak berdiri.


"Ah, mama juga akan minta tolong ibu Caca untuk catering acara besok. Aduh, mama bingung apa yang harus di siapkan ini," ucap mama Daniel sambil ikut berdiri mengekori papa. Mereka berdua akan pergi ke rumah Alesya untuk meminta tolong orang tuanya.


"Aku akan menghubungi anak-anak untuk membantu persiapan acara besok," ujar Daniel sambil ikut beranjak berdiri. Dia langsung menghubungi beberapa anak muda di komplek perumahan mereka untuk membantu acara esok hari.

__ADS_1


Sepeninggal Daniel, kini tinggal Alesya dan Desi yang masih berada di ruang tengah. Alesya juga masih bingung harus melakukan apa.


"Kak, untuk acara besok apa sudah punya pakaian ijab kabul?" tanya Alesya menyadarkan sang kakak ipar dari lamunannya.


Seketika kak Desi mengerjab-ngerjabkan kedua matanya dan mencoba untuk fokus.


"Ah iya, Ca. Aku belum punya baju. Bagaimana ini, Ca?" Seketika kak Desi menjadi semakin panik.


Alesya mencoba berpikir dengan tenang saat melihat kepanikan sang kakak ipar.


"Ehm, ibu temanku ada yang punya jasa MUA, Kak. Bagaimana jika minta tolong beliau saja. Siapa tahu bisa juga menyiapkan pakaiannya sekalian," ucap Alesya menawarkan.


"Ah, iya begitu saja. Aku benar-benar bingung harus bagaimana ini, Ca. Iya, coba minta tolong ibu temanmu itu saja."

__ADS_1


Alesya mengangguk setuju. Setelahnya, dia mencoba menghubungi temannya untuk menanyakan kesanggupan ibunya. Beruntung setelah berduskusi sekitar tiga puluh menit, ibu teman Alesya bersedia membantu meski acaranya sangat mendadak. Kebetulan juga beliau mempunyai beberapa koleksi kebaya yang memang disewakan untuk acara ijab kabul.


Malam itu, kesibukan untuk mempersiapkan acara esok hari pun dilakukan. Ibu Alesya juga langsung sibuk menyiapkan catering untuk acara. Malam itu juga, semua bahan makanan harus disiapkannya dengan segera. Bahkan, ibu Alesya meminta seluruh karyawannya langsung berangkat pada pukul tiga dini hari. Ibu Alesya sendiri juga akan ikut turun tangan.


Daniel juga sudah sibuk meminta bantuan teman-teman di sekitar rumahnya. Dia meminta para anak muda itu untuk datang sejak pagi karena akan menyiapkan tempat acara.


Papa dan ayah juga sempat mendatangi beberapa orang malam itu termasuk pak RT dan pak RW untuk menjadi saksi esok hari. Beberapa tetangga dekat juga tak lupa di undang agar ikut menyaksikan acara sakral kak Desi.


Tak lupa juga, semua anggota keluarga Daniel juga berdoa agar acara esok hari berjalan dengan lancar dan tidak mengalami kegagalan seperti sebelumnya.


Besok, hari minggu apakah akan terjadi acara besar bagi Desi dan Ferdian?


Jangan lupa tinggalkan jejak buat Desi dan Ferdian, ya. 🤗

__ADS_1


__ADS_2