
Di sepanjang perjalanan pulang, wajah Daniel tampak di tekuk. Entah mengapa dia merasa cukup kesal saat melihat reaksi Refan setelah mengetahui kenyataan jika Alesya sudah menikah. Seketika otaknya langsung berpikir jika Refan menyukai istrinya tersebut.
Apa benar laki-laki itu menyukai Alesya? Jika benar, aku harus mulai pasang strategi. Jangan sampai ada istilah cinlok saat KKN. Daniel bergumam.
Sepertinya kali ini, Daniel benar-benar akan menempel ketat Alesya. Jika dia tidak bisa melakukannya sendiri, Daniel berniat untuk meminta bantuan teman-teman kelompok KKN Alesya. Dan untuk itu, Daniel berniat untuk mengumumkan pernikahannya dengan Alesya.
Setelah mengantarkan kembali Alesya dan Yusa ke pos mereka, Daniel langsung bergegas ke kota. Dia ingin memesan makanan untuk diberikan kepada teman-teman kelompok KKN Alesya. Sekaligus, Daniel ingin menyampaikan kabar tentang pernikahannya.
Sementara di pos Alesya, seluruh anggota KKN sudah berkumpul di ruang tengah. Mereka baru saja menyantap makan malam setelah melaksanakan sholat maghrib. Malam itu, mereka mendiskusikan beberapa hal yang akan mereka kerjakan esok hari.
Diskusi malam itu tidaklah lama. Program yang mereka buat, baru saja dimulai. Belum terlalu banyak kendala yang mereka hadapi. Jadi, sekitar pukul delapan malam teman-teman Alesya sudah hendak bersiap untuk kembali ke kamar masing-masing. Ada juga yang menonton televisi di ruang tengah.
Tak berapa lama kemudian, terdengar suara sebuah mobil memasuki halaman. Alesya yang saat itu tengah berada di dalam kamar, tidak mengetahui jika Daniel datang ke posnya.
__ADS_1
Dengan membawa beberapa makanan untuk teman-teman Alesya, Daniel juga ingin menyampaikan sebuah berita. Dia meminta tolong untuk memanggil seluruh teman-teman kelompok Alesya dan berkumpul kembali di ruang tengah.
Awalnya, Alesya tidak mengetahui apa yang terjadi. Namun, Yusa yang saat itu masih berada di ruang tengah, segera beranjak memanggil Alesya atas permintaan Daniel.
Tok tok tokkk.
Yusa mengetuk pintu kamar Alesya. Gea yang saat itu kebetulan juga sedang berada di dalam kamar, langsung beranjak membuka pintu.
"Kalian bisa keluar sebentar? Ada tamu, tuh," ucap Yusa yang sama sekali tidak memberi tahu Alesya tentang keberadaan Daniel.
"Eh, tamu? Siapa?" tanya Yusa penasaran.
"Sudah, keluar saja dulu. Nanti juga kalian akan tau. Yuk, Sya." Yusa mengajak Alesya segera keluar dari kamar.
__ADS_1
Karena sama-sama penasaran, akhirnya Alesya dan Gea keluar dari kamar. Dan, betapa terkejutnya Alesya saat melihat keberadaan Daniel sedang duduk di ruang tengah dengan diapit oleh Galih dan Nick.
Entah mengapa perasaan Alesya menjadi tidak enak saat mendapati kedipan jahil dari Daniel.
'Ccckkk ni anak ngapain kesini, sih? Awas saja jika melakukan hal aneh-aneh.' Alesya menggerutu dalam hati.
Mau tidak mau, Alesya langsung berjalan menuju samping Gea yang baru saja mengambil tempat duduk di dekat jendela. Namun, niat Alesya tersebut terurungkan saat tiba-tiba Daniel menjentikkan jarinya ke arah Alesya.
Dengan senyum lebar, Daniel memanggil Alesya agar mendekat dan duduk di sampingnya.
"Sayang, ngapain kamu mau duduk di sana? Sini, duduk di dekatku. Atau, mau sekalian aku pangku juga boleh," ucap Daniel tanpa dosa.
Alesya langsung membulatkan kedua mata dan mulutnya setelah mendengar ucapan Daniel. Dia benar-benar terkejut mendengar ucapan tersebut. Hal yang sama juga dirasakan oleh beberapa orang yang memang belum mengetahui status pernikahan Alesya dan Daniel. Sementara yang sudah mengetahui status mereka, hanya bisa tertawa cekikikan mendengar ucapan Daniel.
__ADS_1