Kok, Jadi Nikah?

Kok, Jadi Nikah?
Ariel Dan Briana


__ADS_3

Setelah drama tentang panggilan, akhirnya kini Alesya dan Daniel sudah duduk di ruang tamu yang hanya dilapisi dengan karpet tersebut. Alesya menemani Daniel yang kini tengah menyantap mie instan buatannya.


"Tadi sore mama telepon," ucap Alesya beberapa saat setelah meletakkan kopi untuk Daniel.


"Mama ngomong apa?"


"Mama bilang besok mau ke Jogja ngantar Kak Desi," jawab Alesya.


Daniel mengangguk-anggukkan kepala. Sebenarnya, dia sudah tahu sejak semalam. Sang mama sudah menghubunginya dan menyampaikan jika beliau akan pergi ke Jogja untuk mengantar kakaknya.


"Mama nggak bilang berapa lama di sana?"


"Ehm, mama juga belum tahu berapa lama di sana. Mungkin, mama juga masih belum tega meninggalkan Kak Desi sendirian di sana."


Daniel mendesahkan napas beratnya. Dia juga sebenarnya masih tidak tega jika mengingat sang kakak. Daniel bisa merasakan betapa sakit hatinya sang kakak saat pernikahan yang diimpikannya harus gagal karena calon suami sudah berselingkuh.


Namun, tidak ada yang bisa Daniel lakukan selain memberikan support untuk kakak satu-satunya tersebut.


"Mungkin, mama agak lama di sana. Mama akan pulang setelah memastikan Kak Desi baik-baik saja."

__ADS_1


Alesya mengangguk-anggukkan kepala. Dia juga berharap seperti itu. Alesya yang sudah sejak kecil mengenal Desi, sudah benar-benar menganggapnya seperti kakaknya sendiri.


Tak berapa lama kemudian, aktivitas makan malam Daniel selesai. Dia segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri sementara Alesya membereskan sisa makanan Daniel.


Setelah semuanya selesai, keduanya langsung bergegas menuju tempat tidur. Tubuh yang terasa capek benar-benar membuat keduanya ingin segera bertemu kasur. Namun, hal itu tentu saja tidak ada di pikiran Daniel.


Alesya yang hendak merebahkan tubuhnya, langsung kaget saat tiba-tiba Daniel menarik tubuhnya hingga terlentang. Dan, tanpa aba-aba Daniel langsung menindih tubuh Alesya setelahnya.


"Eh, eh, ma-mau apa?" cicit Alesya. Dia mendadak gugup. Bagaimana tidak, saat itu posisi tubuhnya tengah terlentang dengan Daniel tepat berada di atas tubuhnya. Dan, jangan lupakan jarak wajah keduanya benar-benar sangat dekat. Bahkan, kedua ujung hidung mereka nyaris bersentuhan.


Daniel masih menatap lekat-lekat wajah Alesya. Rasanya, ada yang mendesak di beberapa bagian tubuh Daniel.


Dengan tidak tahu malunya, Daniel menggoyangkan pinggulnya dan mulai menggesekkan si Dj di rumahnya. Tentu saja aksi Daniel tersebut membuat Alesya kaget dan panik. Bukan apa-apa, Alesya masih saja merasa malu meski sudah pernah melakukannya beberapa waktu yang lalu.


"Eh, a-apa yang kamu lakukan? I-itu nya neken punyaku," ucap Alesya dengan wajah yang sudah merah padam. Alesya bisa merasakan sesuatu yang besar dan keras menggesek di bagian bawah tubuhnya.


Tak hanya sampai situ, Daniel semakin berulah. Bukannya menjauhkan tubuhnya dari tubuh Alesya, dia justru mulai menjelajahi tubuh istrinya tersebut dengan tangan. Alhasil, Alesya semakin kaget dan merinding.


"Ah, ah. I-ini tangannya masuk ke dalam bajuh," ucap Alesya dengan napas terengah-engah. Bagaimana tidak, Daniel langsung menyerang bukit kembarnya bergantian.

__ADS_1


"Biarin. Aku sudah kangen banget sama ini, Le. Nggak kuat lama-lama aku di sana. Mau nyucu," jawab Daniel dengan ekspresi mupeng.


Belum sempat Alesya menyahuti ucapan Daniel, tangan suaminya itu sudah langsung melucuti pakaian sang istri tanpa menunggu persetujuan. Kini, tubuh bagian atas Alesya sudah terekspos. Alesya hanya tinggal memakai 'kacamata' berenda yang nampak kekecilan menutupi gunung kembarnya yang seolah-olah akan tumpah tersebut.


Kedua netra Daniel tak bosan-bosannya menatap kedua benda kenyal nan menggemaskan tersebut.


"Le, bagaimana bisa ini begitu menggemaskan?" ucap Daniel sambil menggoyang-goyangan kedua squisy Alesya dengan kedua tangannya. Sesekali, Daniel langsung memberikan reemassan pada keduanya.


"Aauuhh, eehhmmm." Alesya langsung bereaksi. Entah mengapa dia seolah tidak mampu menolak apa yang Daniel lakukan.


"Aku gemas sekali, Le. Mau gigit, ah. Di lepas dulu ya," ujar Daniel tang langsung mencari pengait 'kacamata' tersebut di balik punggung Alesya.


Klik.


Dan, kini terlepas sudah penutup terakhir bagian atas tubuh Alesya. Kali ini, tubuh Alesya bagian atas sudah benar-benar polos. Daniel tak bosan-bosannya menatap benda tersebut.


"Waaahhh Ariel dan Briana benar-benar menggoda," ucap Daniel sambil menjilatii bibirnya.


"Eh, siapa?"

__ADS_1


__ADS_2