
Seketika Daniel mendongakkan kepalanya dan menatap wajah Alesya yang sudah mulai berkeringat tersebut. Dia bisa melihat wajah Alesya yang sudah memerah karena menahan sesuatu. Dan, Daniel bisa menyimpulkan jika apa yang dirasakan oleh Alesya, sama seperti apa yang dirasakannya.
Tanpa banyak bicara, Daniel langsung menyerang bibir Alesya kembali. Tangannya juga sudah mulai aktif mengeksplorasi benda kenyal nan menggemaskan tersebut. Rasa-rasanya, mulai sekarang Daniel akan lebih memilih untuk memainkan benda kenyal tersebut dari pada memainkan ponselnya.
"Eehhmmm, Da…," Alesya masih meracau saat Daniel kembali melepaskan pagutan bibirnya untuk memberikan kesempatan untuk bernapas.
Lagi-lagi, Daniel kembali bermain di ceruk leher Alesya. Kali ini, dia mulai menjelajah leher Alesya dengan memberikan beberapa gigitan kecil di sana. Tentu saja Alesya langsung meringis dan diiringi desisan gemas yang membuat Daniel semakin terbakar.
Namun, Daniel tentu saja tidak berani melanjutkan aksinya lebih jauh. Dia sudah berjanji untuk tidak melakukan hal 'itu' dulu sebelum rasa yang ada di hati keduanya sudah mulai muncul.
Bagi Daniel, menikah tidak hanya sebatas 'entup mengentup'. Namun, lebih dari itu. Melakukan 'hal itu' untuk pertama kali, sebisa mungkin dilakukan agar bisa memberikan hal-hal yang manis dan bisa dikenang sepanjang hayat. Bukannya grusa grusu yang hanya dipengaruhi oleh hormon testosteron.
Hingga sekitar lima belas menit kemudian, Daniel menghentikan aksinya saat dia merasa sudah tidak mampu lagi bertahan. Daniel langsung beringsut menjauhi tubuh Alesya. Dia hendak beranjak ke kamar mandi, namun secepat kilat Alesya menahan tangannya.
"Ma-mau kemana?" tanya Alesya dengan tatapan yang sudah sama-sama sayu.
"Ehm i-itu, mau menyelesaikan ini," ucap Daniel kikuk sambil menatap ke arah si junior yang sudah membuat celana bawahnya mengembung dan terasa ketat.
__ADS_1
Sontak saja pandangan mata Daniel diikuti oleh Alesya. Kedua bola mata Alesya langsung membesar saat melihat bagian depan celana Daniel menggembung.
"Ehm, i-itu, sudah tegang, ya?" tanya Alesya dengan wajah ngeri-ngeri sedap. Bukannya dia tidak mengerti hal-hal seperti itu, tapi dia belum pernah sekalipun melihat benda private laki-laki secara langsung.
"I-iya. Karena tadi sudah keasyikan main bakpao kenyal, jadi 'molet' dia. Hehehe," ucap Daniel kikuk. Entah mengapa dia merasa malu saat mendapati tatapan Alesya yang masih tak berpaling dari bawah sana.
"Sakit, kah?" tanya Alesya. Tangannya refleks hendak menyentuh benda yang sudah menggembung tersebut, namun langsung diurungkannya. Entah mengapa Alesya sempat punya pikiran untuk menyentuh benda tersebut.
"Nggak sakit sih, tapi…," belum sempat Daniel menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba Alesya langsung menyahutinya.
"Mau aku bantu?"
"Boleh," jawab Daniel dengan penuh semangat. Dia bahkan langsung memposisikan diri di hadapan Alesya.
Wajah Alesya semakin merah saat Daniel sudah berada di depannya. Dengan sedikit kikuk, Alesya langsung beranjak dari tempat tidurnya. Dia merapikan sedikit baju tidurnya yang sudah berantakan sebelum memulai bantuannya terhadap Daniel.
Dengan wajah malu-malu tapi mau, Alesya mengulurkan tangannya hendak menyentuh si junior Daniel yang masih terbungkus celana pendek tersebut. Daniel yang sudah tidak sabar menunggu aksi Alesya pun dibuat semakin gemas karena tingkah malu-malu sang istri.
__ADS_1
"Deketan sini, jangan jauh-jauh," ucap Daniel sambil beringsut sedikit ke tengah ranjang.
Dengan wajah memerah, Alesya pun mengangguk mengiyakan. Dia sedikit menggeser duduknya mendekat ke arah Daniel. Namun tiba-tiba, ada kejadian yang membuatnya terkejut hingga langsung terdiam.
Seerrrrrr.
Alesya langsung membulatkan kedua bola matanya saat merasakan sesuatu dibawah sana. Dia bahkan tidak berani terlalu banyak bergerak. Daniel yang melihat tingkah Alesya langsung mengerutkan kening. Dia benar-benar sudah tidak sabar untuk segera menyelesaikan hajatnya.
"Ada apa? Kenapa jadi diam begitu? Jadi bantuin nggak, nih?" tanya Daniel sedikit memaksa.
"Eh, ehm, i-itu, anu…," Alesya bergerak-gerak gelisah.
"Anu apa? Ada apa, Le?"
"Ehm, se-sepertinya aku datang bulan," jawab Alesya sambil menatap malu-malu ke arah Daniel.
Kedua bola mata Daniel langsung membulat setelah mendengar jawaban Alesya.
__ADS_1
"Hah? Sekarang? Kenapa kamu keluarin sekarang?"
Eh, maksudnya apa itu, Da?