Kok, Jadi Nikah?

Kok, Jadi Nikah?
Tamu?


__ADS_3

Pesawat yang ditumpangi Alesya dan yang lainnya mendarat dengan selamat di Jakarta. Mereka bertiga sudah dijemput oleh papa Daniel yang memang sengaja menjemput kedatangan mereka. Tak perlu menunggu lebih lama, mereka langsung pulang setelah menyelesaikan keperluannya.


"Bagaimana liburannya, aman kan?" tanya papa saat mobil yang dikemudikan Daniel keluar dari area bandara. Ya, Daniel lah yang bertugas menyetir mobil mereka dan membawanya pulang.


"Aman, Pa. Jika nggak harus persiapan kuliah sebentar lagi, Daniel pasti betah berlama-lama disana," jawab Daniel sambil tersenyum senang.


"Cckkk. Itu sih mau kamu saja, Dan. Coba kalau tanya Caca. Dia pasti akan menolak. Papa yakin jika tubuhnya sudah remuk kamu geprek bolak balik depan belakang," ucap papa Daniel dengan ekspresi santai.


Lain halnya dengan pasangan suami istri baru tersebut. Wajah mereka sudah langsung merah hingga telinga saking malunya, apalagi Alesya. Dia benar-benar merasa malu meski hanya mendengar ucapan sang mertua.


"Mana ada yang seperti itu, Pa. Ya kali aku main 'goreng-gorengan' di bolak balik seperti itu," gerutu Daniel sambil mencoba mencairkan suasana. 


Entah mengapa dia sebenarnya juga sangat malu mendengar ucapan papanya itu. Karena apa? Ya, karena apa yang diucapkan oleh papa Daniel itu benar adanya. Alesya sempat mengeluh badannya sakit semua hingga terasa seperti remuk tulang-tulangnya. Bagaimana tidak, Daniel selalu seperti orang kesetanan jika sudah bercocok tanam di lahan bergambut.


Kedua laki-laki yang duduk di depan tersebut masih tampak berdebat. Alesya memilih untuk memejamkan mata daripada ikut nimbrung dengan obrolan mereka. 


Hal berbeda justru dilakukan oleh kak Desi. Dia seperti tidak terusik dengan obrolan absurd ayah dan adiknya itu. Sejak masuk ke dalam mobil, kak Desi langsung fokus pada ponselnya untuk berbalas pesan.

__ADS_1


Beberapa kali kak Desi tampak gelisah saat membalas pesan yang masuk pada ponselnya. Dan, hal itu mendapat perhatian sang papa.


"Ada apa, Des? Papa lihat sejak tadi kamu gelisah sekali. Apa ada sesuatu?" tanya papa.


Kak Desi langsung menoleh ke arah sang papa dan memasang ekspresi wajah bahagia.


"Eh, nggak ada kok, Pa. Ini hanya ada beberapa jadwal kuliah yang harus dipadatkan minggu depan. Padahal, aku ada di Jakarta," jawab kak Desi mencoba mengalihkan perhatian.


"Kok mendadak begitu? Apa tidak apa-apa?"


Papa mengangguk-anggukkan kepala mengerti. Dia kembali mengobrol dengan Daniel hingga mobil yang dikemudikan Daniel memasuki halaman rumahnya. Semua penumpang langsung turun sambil membawa barang-barang bawaannya masing-masing.


Setelah menyapa mama, Daniel dan Alesya langsung pulang ke rumah Alesya. Seperti hari-hari sebelumnya, mereka akan tinggal di rumah Alesya. 


Kedatangan Daniel dan Alesya langsung disambut oleh orang tua Alesya. Mereka yang meski hanya satu minggu tidak bertemu, namun masih saja selalu merasa kangen. Maklum, Alesya adalah putri satu-satunya di keluarga.


"Kalian bersih-bersih dulu dan istirahat saja. Ibu masih belum selesai memasak makan malam. Nanti, jika sudah siap ibu panggil."

__ADS_1


"Aku bantuin, Bu," ucap Alesya.


"Nggak usah, Ca. Ini tinggal masak oseng-oseng ayam suwir kecap pedas pesanan ayah kamu. Kalian bersih-bersih dan istirahat saja dulu. Nanti ibu panggil jika sudah siap."


Mau tidak mau, Daniel dan Aleysa langsung bergegas menuju kamar. Mereka harus membersihkan diri karena sudah seharian berada di perjalanan. Hingga waktu sudah menunjukkan jam makan malam.


Saat itu, Alesya dan Daniel sudah bersiap turun karena ibu sudah memanggilnya untuk makan malam. Namun, langkah kaki Daniel dan Alesya terhenti saat suara telepon Daniel berbunyi.


"Siapa, Mas?" tanya Alesya saat Daniel mengambil ponsel yang ada di saku celana pendeknya 


"Kak Desi. Ngapain dia telepon?" gumam Daniel sambil langsung menggeser ikon berwarna hijau tersebut.


"Hallo, Kak. Ada apa?" sapa Daniel begitu panggilan telepon terhubung.


"Dan, kamu sama Caca ke rumah sebentar, gih. Ada tamu."


"Eh, tamu? Siapa?"

__ADS_1


__ADS_2