
Alesya hanya bisa melongo setelah mendengar ucapan Daniel. Dia benar-benar tidak habis pikir jika Daniel bisa mengatakan hal absurd seperti itu. Dan, malam itu mereka berakhir dengan melakukan panggilan telepon hingga keduanya sama-sama terlelap.
Daniel yang tidur belakangan karena tidak mendapatkan balasan suara dari Alesya, langsung mematikan panggilan telepon. Dia mengetahui jika istrinya tersebut pasti sudah terlelap.
🌴
Keesokan pagi, Alesya dan teman sekamarnya mendapatkan giliran untuk memasak sarapan. Hari itu, semua agenda KKN sudah mulai dilakukan. Para anggota sudah bersiap dengan tugas masing-masing.
Alesya dan Gea bertugas memasak sayur dan lauk, sementara Astri bertugas untuk memasak nasi dan mencuci piring. Hingga menjelang pukul tujuh, semua sarapan sudah selesai dibuat.Â
Menu sederhana berupa telur dadar, bakwan jagung, sambal goreng kentang, dan oseng-oseng kangkung menjadi menu pembuka hari itu. Semua anggota kelompok segera mengambil sarapan dengan menu pilihan mereka. Sudah menjadi kesepakatan bersama, jika ada yang kurang suka dengan masakan teman mereka, tidak ada yang boleh mencela dan dipersilahkan mencari makanan di luar.
Nick yang saat itu tengah mengambil sarapan terakhir, bergerak mendekati Alesya yang saat itu tengah membuat kopi dengan bantuan Gea.
"Sya, habis ini apa jadwal lo?" tanya Nick sambil menyangga piringnya.
Alesya menoleh sekilas sambil mengaduk kopi buatannya.
"Siapin program buat besok. Besok ada jadwal mengunjungi SD 1. Ada apa?"
"Ada yang mau gue tanyain sedikit." Nick mencomot bakwan jagung sambil menggeser kursi yang berada di dapur. Dia memilih untuk sarapan disana sambil mengobrol dengan Alesya.
__ADS_1
Hampir semua anggota KKN sarapan di ruang tengah. Mereka sarapan bersama-sama di atas karpet lebar yang sengaja di gelar untuk berbagai aktivitas tersebut.
Kening Alesya berkerut. Dia yang memang sudah mengenal Nick sebagai teman Daniel, masih menimbang-ninbang apa yang akan laki-laki itu tanyakan. Ya, meskipun Nick satu jurusan dengan Daniel, namun Alesya tidak terlalu mengenalnya.
"Tanya apa?"Â
"Nanti saja, lah. Jika lo sudah nggak sibuk-sibuk amat," jawab Nick dengan mulut yang masih penuh dengan nasi.
Alesya mencebikkan bibir sambil kembali mengaduk kopi buatannya. Gea yang juga ikut mendengar obrolan tersebut langsung berbisik.
"Awas, Sya, hati-hati. Sepertinya, si playboy sedang melancarkan aksinya," bisik Gea sambil melirik sekilas ke arah Nick.
Alesya mencebikkan bibir sambil mengedikkan bahu. Bukannya dia tidak tahu sepak terjang Nick. Namun, dia tidak terlalu mau ikut campur dengan apa yang dilakukan oleh temannya tersebut.
Sudah menjadi kesepakatan jika yang mendapatkan jadwal memasak akan membersihkan piring sekalian.Â
Para laki-laki bukannya tidak mendapatkan tugas. Mereka mendapat bagian mengepel dan menyapu rumah serta halaman. Tak lupa juga menyirami bunga yang ada di depan rumah.
Sejak pagi, Alesya sudah mendapatkan pesan dari Daniel jika dia harus menyelesaikan urusannya. Daniel juga sudah memberitahu jika dia mungkin tidak akan sulit dihubungi karena harus fokus pada urusan kelompoknya.
Hingga menjelang sore, Alesya dan teman kelompoknya sudah mulai berkutat untuk menyiapkan makan malam. Kali ini, mereka akan memasak lodho ayam. Beruntung ada tetangga depan 'pos ungu' menjadi penjual ayam ingkung. Untuk menyambut kedatangan peserta KKN, tetangga tersebut memberikan dua buah ayam yang sudah siap dimasak.
__ADS_1
Saat Alesya sedang menyiapkan bumbu yang akan dihaluskan, tiba-tiba Nick mengambil tempat duduk di belakang Alesya sambil membawa segelas air putih yang baru diambilnya dari kulkas. Alesya menoleh dan sedikit bergeser karena tidak nyaman saat Nick berada sangat dekat dengannya.
"Ada apa?" tanya Alesya sambil kembali melanjutkan aktivitasnya.
"Gue mau tanya sesuatu."
Kening Alesya berkerut. Dia sedikit menoleh ke arah Nick.
"Tanya apa?"
"Lo beneran sudah nikah sama Daniel?" tanya Nick sambil berbisik.
Sontak saja kedua bola mata dan mulut Alesya terbuka dengan lebar. Bahkan, gerakan tangannya pu langsung terhenti sambil menoleh ke belakang.
"Ko-kok lo tanya gitu?" tanya Alesya yang mendadak gugup. Entah mengapa dia merasa gugup padahal tidak ada yang salah dengan statusnya tersebut.
"Daniel yang bilang." Nick menjawab dengan santainya.
"Eh, serius?" Lagi-lagi Alesya terkejut. Ya, meskipun dia tahu jika Nick satu jurusan dengan Daniel, tapi Alesya tidak habis pikir jika Daniel akan mengatakan status mereka kepada temannya tersebut.
"Serius, lah. Bukan hanya gue yang tahu. Ada Galih dan Huan juga tahu. Bahkan, Galih sudah tahu sehari setelah kalian nikah."
__ADS_1
"Hah?"
Hhmmm, ternyata diam-diam Daniel gercep, nih. 🤔