
Alesya dan yang lainnya langsung menghentikan langkah kaki mereka saat mendengar suara teriakan dari dalam rumah. Mereka saling pandang dengan kening berkerut.
"Itu suara siapa, Ge?" tanya Yusa sambil menatap ke arah Gea.
"Entahlah. Gue juga nggak tahu, Yus." Gea menggelengkan kepala. Dia memang tidak bisa menebak suara siapa tadi. Namun, dia sedikit curiga jika suara itu adalah suara Fani.
"Sebaiknya, kita masuk dulu. Kita lihat apa yang sebenarnya terjadi," ucap Leon.
Ketiganya mengangguk dan segera berjalan menuju pintu samping. Mereka memilih masuk melalui pintu samping yang langsung menghubungkan ruang tengah rumah tersebut.
__ADS_1
Dan, begitu semuanya masuk, tampak tak hanya Alesya dan Yusa yang terkejut dengan apa yang mereka lihat. Leon dan Gea pun juga tampak terkejut meski mereka sudah menduga hal ini akan terjadi dari sebelum mereka berangkat menjemput Alesya dan Yusa ke klinik.
Terlihat Fani tengah duduk di sofa single, dan Aditya, ayah Risma tengah berdiri sambil berkacak pinggang di depannya. Seorang laki-laki yang cukup muda juga terlihat berdiri di samping Aditya sambil memegangi lengan laki-laki itu. Terlihat juga dosen pembimbing mereka juga sudah berada di sana. Entah sejak kapan beliau sudah berada di rumah ini.
Plak!
Suara itu kembali lagi terdengar dan diiringi jeritan kesakitan dari bibir Fani. Namun, Fani tampak tidak melakukan pembelaan apapun. Bahkan, mengaduh kesakitan pun dia tidak.
Ya, Aditya, ayah Risma memang sangat marah terhadap anak bungsunya tersebut. Dia benar-benar tidak menyangka jika tingkah laku Risma benar-benar di luar batas. Selama ini, Aditya memang terlalu membebaskan Risma. Dia bahkan memperbolehkan putri bungsunya itu untuk keluar dengan bebas saat malam hari. Dia hanya diberikan batasan untuk pulang sebelum jam sepuluh malam.
__ADS_1
Selama ini Risma memang sudah banyak bergaul dengan para laki-laki, baik seusianya maupun laki-laki seusia Reno dan Beno. Entah hal itu diketahui dengan pasti oleh Aditya atau tidak. Yang jelas, selama ini Aditya tidak pernah mempermasalahkan dengan siapa Risma bergaul.
Lalu, bagaimana dengan Fani? Rupanya kekesalan Fani sudah memuncak saat rencana yang sudah mereka susun dengan rapi harus gagal. Fani yang ternyata sudah bersekongkol dengan Reno maupun Beno untuk mempersulit Alesya, harus menelan kekesalan karena gagal.
Fani yang marah kepada Beno dan Reno karena gagal mempermalukan Alesya dan Daniel, langsung menyerang Beno, Reno dan juga Risma. Dia marah karena rencananya gagal. Fani juga mengancam akan menyebarkan video yang sudah direkamnya tersebut jika Beno maupun Reno tidak berhasil melaksanakan rencananya.
Alhasil, karena merasa khawatir video 'enjoot enjotaan' mereka menyebar, Reno dan Beno menyusun rencana untuk mencelakai Alesya. Mereka membayar orang untuk melakukan hal itu.
Dan, seperti mendapat kesempatan yang baik, orang yang diperintahkan oleh Beno dan Reno tersebut melihat Alesya dan Yusa yang baru saja keluar dari pasar. Mereka langsung menjalankan aksinya dengan memepet motor yang ditumpangi oleh Yusa dan Alesya. Hingga kecelakaan itu tak dapat dihindari.
__ADS_1
Fani yang sempat melihat kedatangan Alesya langsung mendelik tajam. Sangat jelas sekali jika dia tidak menyukai kedatangan Alesya. Hingga, beberapa saat kemudian, dosen mereka meminta yang lainnya untuk meninggalkan ruang tamu. Mau tidak mau, semua yang tidak berkepentingan langsung meninggalkan ruang tamu tersebut.
Alesya dan Gea langsung menuju kamar mereka. Begitu juga dengan Yusa dan yang lainnya. Ada beberapa yang langsung beraktifitas seperti biasa seolah tidak ada yang terjadi.