
Malam itu setelah memberikan penjelasan kepada teman-teman Alesya, Daniel kembali berulah. Saat hampir semua teman perempuan Alesya kembali ke kamar mereka masing-masing, Daniel memaksa Alesya untuk menemaninya di rumah sewa dengan alasan besok pagi Daniel harus kembali pulang.
Awalnya, Alesya tentu saja menolak permintaan Daniel tersebut karena merasa tidak enak dengan teman-temannya.
"Sudah, ikut saja, Sya. Daripada si Daniel rewel terus," ucap Nick saat Alesya masih terlihat enggan menuruti permintaan Daniel.
"Iya, Sya. Kasihan tuh si Dj pasti kembut-kembut nganggur beberapa hari ini," tambah Leon yang ikut menimpali ucapan Nick.
Sontak semua teman laki-laki Alesya yang masih berada di ruang tengah, langsung tergelak saat mendengar ucapan Leon. Namun, hal berbeda justru ditampilkan oleh Alesya. Dia benar-benar kesal dengan ulah teman-temannya yang sudah berani menggodanya.
Alhasil karena sudah tidak bisa mengelak kembali, Alesya akhirnya menurut saat Daniel mengajaknya ke rumah sewa untuk bermalam di sana. Padahal, saat itu sudah hampir tengah malam. Kalaupun tidur, paling hanya tinggal empat atau lima jam lagi.
Setelah berpamitan, Alesya dan Daniel segera bergegas menuju rumah sewa Daniel. Malam itu, hujan masih menyisakan gerimis setelah sekitar satu jam yang lalu hujan turun dengan derasnya.
Tak sampai sepuluh menit kemudian, mobil yang dikemudikan Daniel sudah memasuki halaman depan rumah sewanya tersebut. Tidak ada garasi di rumah sewa itu, yang ada hanya halaman depan yang bagian atasnya diberi kanopi untuk parkir kendaraan. Bagi Daniel, itu sudah lebih dari cukup untuk menutupi mobil atau motornya dari terik matahari.
Begitu sampai di rumah sewa, Daniel dan Alesya segera membersihkan diri. Alesya sudah membawa baju tidur sebagai ganti. Mereka bergantian membersihkan diri dan langsung bergegas menuju kamar setelahnya.
__ADS_1
Malam itu, pertama kali bagi Alesya menginap di rumah sewa Daniel. Sepertinya, akan ada saat bagi mereka untuk menginap lagi disana jika Daniel tengah mengunjungi Alesya.
Tempat tidur berukuran king tersebut, cukup nyaman bagi Alesya. Meskipun tempat tidur tersebut lesehan, tapi cukup empuk untuk tidur.
Alesya merebahkan diri lebih dulu sambil memainkan ponsel. Dia memilih posisi yang dekat dengan dinding dan jendela yang memanjang hingga bawah. Alesya menyisakan tempat tidur yang masih cukup luas untuk Daniel.
Hingga sekitar lima menit kemudian, Daniel terlihat memasuki kamar sambil membawa air minum. Daniel juga sudah berganti baju dengan celana boxer dan kaos tipis yang sering dipakainya saat tidur.
"Belum ngantuk?" tanya Daniel sambil meletakkan air minum di atas nakas.
"Belum terlalu," jawab Alesya.
"Kenapa? Ini sudah jam sebelas lewat. Apa ada sesuatu yang mengganggu?" tanya Daniel sambil merangkak ke dekat Alesya.
Daniel sudah tidak merasa canggung lagi saat mulai menempel pada tubuh Alesya. Dia juga sudah tidak malu-malu lagi memeluk tubuh Alesya. Hanya Alesya saja yang masih sedikit canggung dengan tindakan Daniel tersebut.
"Nggak ada, sih. Ehm, ini kenapa mepet sekali sih, Da? Nggak engap apa?" tanya Alesya sambil menoleh ke arah Daniel.
__ADS_1
Wajah keduanya benar-benar sangat dekat. Bahkan, Alesya bisa merasakan hembusan napas Daniel pada pipinya.
"Enggak, lah. Malah anget. Dingin-dingin habis hujan begini enaknya yang anget-anget." Daniel semakin mengeratkan pelukannya.
"Cckkk. Jika dingin, ngapain itu kipas angin dinyalakan?" Alesya protes, karena meskipun udara cukup dingin, Daniel tetap saja menyalakan kipas angin. Ya, meskipun arah kipas angin tersebut menjauhi tempat tidur.
"Biarin. Biar ada alasan untuk peluk-peluk begini," ucap Daniel sambil mendekatkan wajahnya pada ceruk leher Alesya dan mulai menghujaminya dengan beberapa kecupan.
"Eeuuhhmmm, Daaa. Ja-jangan begini. Aku nggak mau ada bekas yang terlihat nanti. Nggak enak sama yang lainnya," ucap alesya sambil bergerak-gerak gelisah.
Daniel menjauhkan wajahnya dari ceruk leher Alesya. Sebuah senyuman langsung terbit pada bibir Daniel.
"Berarti kalau di tempat tidak terlihat boleh, kan?" tanya Daniel sambil tersenyum dan menaik turunkan alisnya.
Belum sempat Alesya menjawab pertanyaan Daniel, sebuah tangan sudah menyusup ke dalam baju tidur Alesya dan langsung mengeksekusi temuanya.
"Aaahhhh."
__ADS_1