
Karena tidak mau membuat keributan, akhirnya Alesya mempersilahkan Pak Zainal selaku ketua RT beserta warga yang berada di depan rumah sewa tersebut untuk masuk ke dalam ruang tamu mungil tersebut.
Meski dengan ekspresi kesal, Sebagian warga tetap mengikuti permintaan Pak Zainal yang ingin menjelaskan sesuatu.
Alesya yang masih panik pun bingung harus memberi suguhan apa untuk tamu-tamu tak diundang tersebut. Bukan karena tidak mau, tapi karena memang tidak ada apa-apa di sana. Alesya tidak membeli bahan makanan atau minuman. Hanya ada beberapa bungkus kopi instan untuk Daniel.
Tak berapa lama setelah semua orang duduk, Pak Zainal mulai menjelaskan apa yang diketahuinya. Beliau juga menjelaskan jika sebenarnya Daniel dan Alesya sudah menikah sebelum keberangkatannya KKN di desa tersebut.
Berhubung salinan buku nikah Daniel dan Alesya ada di rumah Pak Zainal dan tidak dibawa, terpaksa Daniel menunjukkan foto-foto beserta video saat prosesi ijab kabul dan resepsi pernikahan mereka.
"Begitu cerita sebenarnya bapak, ibu, mas, tentang status sebenarnya mas Daniel dan mbak Alesya ini. Mereka memang sudah menikah sebelum berangkat KKN di desa ini," ucap Pak RT menyelesaikan penjelasannya.
__ADS_1
Orang-orang yang hadir pun merasa tidak enak setelah mendengar penjelasan tersebut. Entah mengapa wajah mereka terlihat malu saat menatap ke arah Daniel dan Alesya.
"Jika kalian sudah menikah, kenapa nggak ngomong dari dulu?" tanya Beno, laki-laki muda yang semangat menggiring keliling desa tadi.
Daniel menoleh dan menatap tajam ke arah Beno. Entah mengapa Dia merasa sangat kesal dengan laki-laki tersebut. Sangat terlihat sekali jika Beno tidak menyukainya.
"Memang siapa elo harus gue laporin? Presiden?" ucap Daniel ngegas.
"Mas, ih! Nggak usah ngegas gitu, ah." Alesya langsung mencubit pinggang Daniel.
"Sebenarnya, awalnya mas Daniel ini tidak berniat melaporkan status pernikahannya Ben. Karena mas Daniel tidak KKN di desa ini. Tapi, setelah dipikir-pikir, dia pasti akan berkunjung lagi ke sini satu atau dua kali paling tidak, jadi mas Daniel melaporkan status pernikahannya dengan mbak Alesya ini."
__ADS_1
"Mas Daniel tidak ingin ada gunjingan yang tidak-tidak terkait statusnya dengan mbak Alesya ini," ucap Pak Zainal menjawab pertanyaan Beno tadi.
Setelah penjelasan panjang lebar, akhirnya para warga pun meminta maaf kepada Daniel dan Alesya karena sudah terpengaruh dengan berita yang mereka dapatkan.
Daniel yang penasaran pun langsung bertanya dari mana mereka mendapatkan berita aneh-aneh tentangnya dan Alesya. Namun, mereka kompak tidak mau menyebutkan asal berita tersebut. Dan, hal itu cukup membuat Daniel penasaran.
Menjelang pukul tujuh pagi, seluruh tamu tak diundang tersebut sudah pulang. Pak Zainal pun juga sudah berpamitan setelah meminta maaf atas tindakan gegabah warganya tersebut.
Hujan yang masih mengguyur pagi itu, membuat udara pagi menjadi semakin dingin. Alesya harua ke dapur untuk membuat sarapan mereka.
Beruntung Daniel sempat membeli telur semalam. Alesya memutuskan untuk membuat omelet pagi itu. Daniel mengurungkan niatnya untuk membeli sarapan karena moodnya sudah terlanjur buruk.
__ADS_1
Tak sampai tiga puluh menit kemudian, sarapan sederhana buatan Alesya sudah jadi. Dia segera menyiapkan kopi juga untuk Daniel. Setelah itu, Alesya bergegas mandi begitu Daniel sudah selesai dengan aktivitasnya di kamar mandi.
Menjelang pukul delapan pagi, Alesya dan Daniel sarapan bersama di depan televisi rumah sewa tersebut sambil mengobrol.