Kok, Jadi Nikah?

Kok, Jadi Nikah?
Kedatangan Daniel


__ADS_3

Hubungan Alesya dan Fani masih tidak ada perkembangan. Fani masih tampak dingin dan cenderung menghindari Alesya. Alesya yang mendapati sikap temannya tersebut, tidak terlalu ambil pusing. Bagi Alesya, selama Fani tidak menyenggol Alesya secara langsung, Alesya membiarkan Fani.


Tak terasa hari kedatangan Daniel pun tiba. Rupanya, Daniel sudah menghubungi Galih dan Nick untuk memberitahu kedatangannya hari itu. Teman-teman Alesya yang lain juga tidak ada yang tau kecuali Yusa, Gea dan Astri yang merupakan teman sekamar Alesya.


Selepas maghrib, Daniel sudah tiba di rumah sewanya. Dia tidak langsung pergi ke pos Alesya karena masih ada beberapa hal yang harus dibahas di kelompok Alesya. Daniel memutuskan untuk ke pos Alesya ketika rapat tersebut sudah selesai.


Selama menunggu selesainya rapat, Daniel memutuskan pergi ke rumah Pak Zainal selaku ketua RT di lingkungan rumah sewa Daniel. Dia menjelaskan keadaan statusnya yang sudah menikah dengan salah satu peserta KKN di desa tersebut. Daniel juga sudah membawa salinan buku nikahnya untuk memperkuat bukti jika dia memang sudah menikah dengan Alesya.


Apa yang dilakukan oleh Daniel tersebut merupakan saran dari Galih. Selama ini, Galih, selaku ketua kelompok KKN Alesya, mendengar desas desus yang sempat menyinggung ada salah satu anggota KKN yang melakukan aktivitas encum di desa mereka.


Saat itu, Galih tidak sengaja mendengar obrolan dari beberapa orang. Mereka yang berniat ingin membuktikan hal itu, tertunda karena Daniel sudah tidak menampakkan batang hidungnya lagi di desa tempat Alesya KKN.


Setelah mendapatkan pesan dari Nick jika rapat mereka sudah selesai, Daniel segera bergegas menuju pos Alesya. Rasanya dia sudah tidak sabar lagi untuk bertemu dengan Alesya. Dan, tentu saja mengulangi aktivitas baru mereka yang menyenangkan dan cukup menguras tenaga tersebut. Meskipun begitu, tidak ada orang yang kapok melakukannya.


Dengan semangat empat lima, Daniel bergegas menuju pos Alesya. Dia juga sudah membawakan jangung dan kacang rebus untuk teman-teman Alesya.


Begitu sampai di halaman pos Alesya, Daniel segera memarkirkan mobil dan mengambil oleh-olehnya. Dia langsung berjalan menghampiri teman laki-laki kelompok Alesya yang tengah merokok di teras depan.

__ADS_1


"Sampek jam berapa, Niel?" tanya Leon sesaat setelah menerima jagung rebus dari Daniel.


"Habis maghrib tadi."


"Gimana KKN lo? Aman?" Kali ini Galih yang kebetulan ada di sana ikut menimpali.


"Aman. Ini gue juga mau persiapan ada proyek."


"Yang bareng pemerintah desa itu?" Galih tampak penasaran.


"Hhhmmm. Tapi masih butuh proses, kok."


Daniel hanya bisa mengangguk-anggukkan kepala. Setelah itu, dia mengambil ponselnya. Daniel berniat untuk menghubungi sang istri karena dia belum memberitahu kedatangannya.


Namun, belum sempat panggilan Daniel terhubung, Alesya sudah terlihat keluar dari pintu utama rumah tersebut.


"Cieee, yang sudah kecium bau suaminya datang. Baru juga mau dihubungi sudah keluar kamar. Ngebet mau anget-angetan, nih," goda Leon sambil menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


Sontak saja ucapan Leon tersebut membuat gelak tawa teman-teman Alesya yang sedang berada di teras depan rumah tersebut.


Bukannya merasa malu, Daniel malah langsung cengar-cengir menjawab godaan Leon.


"Biarin. Sudah musim dingin gini nggak ada salahnya minta diangetin sama bini. Orang sama bini sendiri juga." Daniel tidak mau kalah.


"Serah deh yang sudah tau rasanya anget-angetan langsung. Jika masih kurang, tuh sono ada kompor nganggur di dapur sekalian." Leon lagi-lagi menanggapi ucapan Daniel.


"Ngapain pakai kompor dapur? Dikira mau panggang sosis apa?" Daniel masih menyahuti ucapan Leon.


Alesya yang sudah merasa gerah dengan candaan Daniel dan teman-temannya, langsung memekik.


"Mas!"


Sontak saja teman-teman Alesya kaget. Hal itu juga dirasakan oleh Daniel. Saat itu, pertama kalinya Alesya memanggil Daniel dengan panggilan 'Mas'.


"Cieee, sekarang panggilnya pakai 'Mas', nih? Nggak pakai 'Kuda' lagi? Kenapa, Neng? Biar gampang ngedesahnya ya? Maashhh, aasshhh?"

__ADS_1


Duh, mulut siapa tuh?


__ADS_2