
"baiklah kalau begitu, kita ke ibukota dan cari portal itu," ucap Li Feng penuh semangat.
"tapi pangeran, bagaimana dengan turnamen itu?" tanya Jun Tong yang merasa sayang jika Li Feng tidak ikut turnamen lagi.
"kita tanya saja dulu pada yang mulia kaisar, jika turnamen itu dilanjutkan, aku akan mengikutinya kembali, jika tidak, kita pergi ke daratan tengah," jawab Li Feng.
Li Feng dan Jun Tong pun kembali ke ibukota, 2 jam kemudian, keduanya sudah berada tidak jauh dari ibukota, Li Feng dan Jun Tong pun berjalan ke arah gerbang, tidak berselang lama, keduanya sampai di gerbang kota dan ikut mengantri.
tapi ketiga keduanya ikut mengantri, komandan yang bertugas di gerbang ibukota itu mengenal sosok Li Feng dan Jun Tong, komandan itu dengan buru buru berlari kearah keduanya, lalu dengan sopan dan ramah, komandan itu berkata.
"salam tuan muda Qian, yang mulia kaisar sudah menunggu tuan muda Qian di istana," ucap sang komandan ramah.
mendengar itu, tentu saja Li Feng mengerutkan keningnya, dia tidak mengerti maksud dari komandan itu.
"maaf tuan komandan, apa aku tidak salah dengar?" tanya Li Feng mengerutkan kening.
"tidak tuan muda Qian, sudah 2 minggu ini kami selalu menunggu tuan muda kembali kesini, yang mulia memberi perintah jika tuan muda sudah kembali, yang mulia mengundang tuan muda ke istana," jawab sang komandan serius.
melihat keseriusan dari wajah sang komandan, Li Feng menganggukkan kepala dan berkata.
"baiklah tuan komandan, antarkan aku dan Jun Tong ke istana!" balas Li Feng setuju untuk ke istana.
sang komandan pun langsung menuntun Qin Fan dan Jun Tong ke istana, sepanjang jalan, komandan itu berbicara dengan sangat sopan pada Li Feng dan Jun Tong.
komandan itu juga ikut terlibat dalam pertempuran 2 minggu lalu, sehingga dia sudah melihat sendiri kekuatan Long Bai dalam tubuh Li Feng, sehingga sang komandan tidak mau menyinggung Li Feng.
30 menit kemudian.
Li Feng dan Jun Tong yang dituntun komandan pun sampai di depan gerbang istana kekaisaran Luan, para penjaga gerbang pun segera membuka gerbang istana, mereka juga sudah mengenal sosok Li Feng dan Jun Tong.
Li Feng dan Jun Tong pun masuk kedalam istana, sang komandan lalu membawa keduanya ke aula pertemuan istana, karena sang komandan tahu jika saat ini kaisar Luan Chen masih berada di aula pertemuan.
"tunggu sebentar tuan muda! aku akan melapor pada yang mulia," ucap komandan yang ingin melapor kedatangan Li Feng dan Jun Tong.
"baik komandan," balas Li Feng mengangguk.
komandan itupun masuk kedalam, tidak berselang lama, komandan itu kembali keluar dan mempersilahkan Li Feng dan Jun Tong masuk kedalam, sementara dia sendiri kembali ke gerbang untuk melanjutkan tugasnya berjaga.
"selamat datang di istana ku yang kecil ini tuan muda Qian," ucap kaisar Luan Chen ramah, tidak lupa kaisr Luan Chen juga berdiri dari kursinya.
"salam yang mulia," balas Li Feng dan Jun Tong menangkupkan tangan mereka dengan hormat.
"salam yang mulia, salam para Patriak," ucap lanjut Li Feng menyala kaisar Song Guan dan keempat Patriak lainnya, yang tidak lain adalah Qian Ming, Patriak Mo, Patriak Wen dan matriak Hua.
"salam tuan muda Qian," balas mereka, tapi tidak dengan Qian Ming, karena Qian Ming menyebut Li Feng dengan sebutan Fan'er.
ternyata kaisar Song Guan dan yang lainnya masih berada di kekaisaran Luan dan belum kembali ke kekaisaran Song, bukan hanya mereka, kaisar Liu Peng, kaisar Bei Shan dan kaisar Zhou Fan juga belum kembali ke kekaisaran mereka masing masing.
__ADS_1
"silahkan duduk tuan muda!" ucap ramah kaisar Luan Chen mempersilahkan Li Feng dan Jun Tong duduk.
"terima kasih yang mulia," balas Li Feng, lalu dia duduk disalah satu kursi yang berada di tengah tengah kaisar Song Guan dan Qian Ming, sementara Jun Tong tetap berdiri di belakang Li Feng.
"terima kasih atas bantuan yang tuan muda dan tuan berikan untuk kekaisaran Luan, aku juga mewakili seluruh rakyat kekaisaran untuk mengucapkan terima kasih," ucap kaisar Luan Chen setelah Li Feng duduk.
Li Feng tersenyum dan menganggukkan kepala.
"tidak perlu sungkan yang mulia, menolong sesama adalah tujuan utama setiap kultivator aliran putih, jadi sudah merupakan kewajiban kami untuk menolong kekaisaran Luan," balas Li Feng tersenyum dan mengangguk.
"tapi bagaimana pun juga tuan muda dan tuan yang dibelakang sudah berjasa besar untuk kekaisaran Luan, jika tidak ada tuan berdua, mungkin saat ini aku tidak berdiri disini, dan mungkin juga kekaisaran Luan sudah jatuh ditangan sekte aliran hitam," ucap kaisar Luan serius.
"tidak usah sungkan yang mulia, aku dan Jun Tong kesini hanya ingin bertanya mengenai turnamen yang terhenti itu, apa turnamen masih dilanjutkan atau tidak," balas Li Feng menyampaikan tujuan keduanya.
kaisar Luan Chen tersenyum dan menggeleng kepala.
"kami sudah memutuskan siapa yang akan mewakili benua awan biru tuan muda, jadi turnamen itu sudah di hentikan," jawab kaisar Luan Chen.
"lalu siapa yang menjadi perwakilan benua awan biru yang mulia?" tanya Li Feng lagi.
"kami 5 kaisar dan semua Patriak sekte maupun klan yang murid murid mereka ikut turnamen memutuskan jika yang menjadi perwakilan benua awan biru adalah tuan muda sendiri, tuan muda Shupeng, tuan muda Mo Feng dan nona muda Mei Shin," jawab kaisar Luan Chen lagi.
Li Feng yang mendengar jawaban itu, dia sudah tidak bertanya lagi apa alasan mereka, dia sudah tahu alasan yang akan diberikan jika dia bertanya, tapi Li Feng bertanya yang lainnya.
"kapan turnamen itu diadakan?" tanyanya lagi.
"masih sangat lama," ucap Li Feng pelan.
"baiklah, karena turnamen masih lama, aku akan berpetualangan dan mencari pengalaman lebih dulu, aku juga berharap saudara Shupeng, saudara Mo Feng dan saudari Mei Shin untuk tetap berlatih, karena aku yakin lawan yang akan kit hadapi nanti sangat kuat," ucap Li Feng menoleh kearah ketiganya.
"baik saudara Qian, kami akan terus berlatih," jawab ketiganya.
Li Feng tersenyum dan menganggukkan kepala, lalu dia kembali berkata.
"kita akan bertemu di benua atas awan 40 tahun lagi," ucap Li Feng tersenyum.
mendengar itu, semua orang mengerutkan kening mereka, mereka tidak mengerti dengan maksud Li Feng.
"maksud mu bagaimana Fan'er?" tanya Qian Ming dengan menyebut Li Feng dengan sebutan Fan'er, karena jika dia menyebut tuan muda, maka identitas Li Feng akan terungkap.
"maafkan aku Patriak, aku tidak akan kembali ke kediaman, aku ingin berpetualangan dan menjelajahi benua awan biru dan benua lainnya," jawab Li Feng, dia tidak menyebut daratan tengah.
"tidak apa apa Fan'er jika kamu ingin berpetualangan, tapi sering seringlah knalin ke kediaman!" balas Qian Ming tersenyum.
"terima kasih Patriak, aku akan sering sering kembali ke kediaman," balas Li Feng, lalu dia menoleh pada kaisar Luan Chen dan menanyakan soal portal.
"maaf yang mulia, aku dengar jika ada sebuah portal disini, apa itu benar?" tanya Li Feng.
__ADS_1
"benar tuan muda, apa tuan muda ingin menggunakan portal itu?" jawab dan tanya kaisar Luan Chen.
"benar yang mulia, aku ingin menggunakan portal untuk mempersingkat waktu," jawab jujur Li Feng.
kaisar Luan Chen mengangguk, lalu dia berkata.
"aku sendiri yang akan mengantar tuan muda ke portal, kapan tuan muda akan pergi?" ucap kaisar Luan Chen bertanya.
"hari ini juga yang mulia, terima kasih untuk tawaran nya, tapi akan sangat menarik perhatian penduduk ibukota jika yang mulia mengantar ku dan Jun Tong ke portal, jadi aku rasa tidak perlu yang mulia," balas Li Feng menolak dengan halus.
kaisar Luan Chen, kaisar Song Guan, kaisar Liu Peng, kaisar Bei Shan dan kaisar Zhou Fan dan semua Patriak yang mendengar ucapan Li Feng pun mengangguk, karena apa yang dikatakan Li Feng memang benar.
"baiklah tuan, aku harap tuan muda mau menerima hadiah kecil dari ku ini sebagai rasa terima kasih dari ku dan seluruh rakyat kekaisaran Luan," ucap kaisar Luan Chen, lalu dia memberikan satu buah cincin penyimpanan pada Li Feng.
Li Feng ingin menolaknya, tapi dia tahu jika itu akan menyinggung kaisar Luan Chen, lahirnya Li Feng menerima cincin penyimpanan itu.
Li Feng kemudian berpamitan pada semua orang, tidak lupa dia menanyakan letak portal, dan kaisar Luan Chen mengatakan jika portal itu berada di timur ibukota.
setelah berpamitan dan tahu letak portal, Li Feng dan Jun Tong keluar dari aula pertemuan, sesampai mereka diluar istana, keduanya pergi kearah timur ibukota, dimana letak portal.
30 menit kemudian.
Li Feng dan Jun Tong sudah berada disebuah bangunan yang memang bangunan itu ada sebuah portal.
"maaf tetua, apa portal ini bisa membawa kami ke daratan tengah." tanya Li Feng pada salah satu pria paruh baya yang mengaktifkan portal.
"benar anak muda, apa kamu ingin menggunakan portal ini?" jawab dan tanya sang tetua.
"benar tetua, aku ingin pergi ke daratan tengah," jawab Li Feng.
"10 ribu batu roh tingkat tinggi anak muda," ucap pria paruh baya menyebut harga yang harus dibayar.
tanpa membantah, Li Feng mengeluarkan 10 ribu batu roh tingkat tinggi dan memberikan pada pria paruh baya itu, pria paruh baya itupun mengambil batu roh itu dan mulai mengaktifkan portal.
Whush..
portal aktif setelah pria paruh baya itu memasukkan 5 ribu batu roh tingkat tinggi dan membuat sebuah segel, lalu Li Feng dan Jun Tong diminta untuk masuk kedalam portal ya g sudah aktif itu.
Li Feng dan Jun Tong pun tidak menunggu lebih lama lagi, keduanya langsung masuk kedalam portal setelah dimintai untuk masuk.
*******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih.....
__ADS_1