
"panglima Gu, perintahkan para pasukan yang terluka untuk menyembuhkan diri! dan juga perintahkan yang tidak terluka untuk menguburkan prajurit yang gugur! serta membakar mayat para siluman itu!" perintah kaisar Han Mu.
"baik yang mulia," jawab patuh panglima Gu Zhi, lalu dia kembali.
"mari pangeran!" ajak kaisar Han Mu untuk pergi kedalam kota.
"baik yang mulia," balas Li Feng, lalu dia mengikuti kaisar Han Mu masuk kedalam kota.
beberapa saat kemudian, Li Feng dan kaisar Han Mu sampai didalam kota, kaisar Han Mu kemudian membawa Li Feng ke istana kota.
"silahkan masuk pangeran!" kaisar Han Mu mempersilahkan Li Feng masuk.
"terima kasih yang mulia," balas Li Feng, lalu dia mengikuti kaisar Han Mu masuk ke istana kota.
sesampainya mereka didalam, kedua pria berbeda umur itu langsung pergi ke aula pertemuan, didalam aula pertemuan, kaisar Han Mu tidak duduk di kursi utama, tapi dia duduk di tengah tengah aula pertemuan bersama Li Feng.
"sekali lagi aku ucapkan terima kasih pangeran, jika bukan karena pangeran, mungkin saat ini kota ini sudah dikuasai oleh para siluman itu," ucap kaisar Han Mu yang sangat berterima kasih pada Li Feng.
kaisar Han Mu melihat sendiri bagaimana Li Feng membunuh para jendral siluman, dia juga tahu bagaimana kekuatan para jendral siluman itu, jika bukan karena Li Feng, sudah pasti kekaisaran Han akan hancur, hal itulah yang membuat kaisar Han Mu sangat berterima kasih pada Li Feng.
"tidak usah dipikirkan yang mulia! sudah menjadi kewajiban ku sebagai penghuni daratan rendah, jika ada serangan dari luar, maka wajib bagi semua orang untuk mempertahankan daratan rendah dari kehancuran," balas Li Feng merasa tidak enak, sebab kaisar Han Mu memperlakukan nya dengan sangat hormat.
keduanya terus mengobrol hingga panglima Gu Zhi dan para jendral kekaisaran datang, selain mereka, ada juga tuan kota dan petinggi istana kota, mereka terus mengobrol hingga malam hari.
Li Feng pun diantar oleh pelayan ke kamarnya, karena hari sudah malam, didalam kamar, Li Feng membersihkan diri dan membaringkan tubuhnya untuk mengistirahatkan tubuhnya.
Keesokan harinya, setelah sarapan bersama kaisar Han Mu, Li Feng dan kaisar Han Mu berangkat ke istana kekaisaran Han, keduanya melakukan perjalanan dengan menggunakan kereta kuda, dan mereka satu kereta kuda.
sepanjang jalan, kaisar Han Mu dan Li Feng terus mengobrol, lebih tepatnya, kaisar Han Mu bertanya soal status Li Feng saat ini, apakah Li Feng sudah menikah atau belum.
"maaf pangeran, apa pangeran sudah menikah? atau memiliki calon istri?" tanya kaisar Han Mu.
"aku sama sekali belum memikirkan arah situ yang mulia, aku ingin menjadi kuat lebih dulu, karena dengan menjadi kuat, aku bisa melindungi istri dan juga anak ku," jawab Li Feng dengan menggeleng kepala.
kaisar Han Mu yang mendengar jawaban Li Feng pun sedikit cerah, pasalnya dia memiliki seorang putri, sejak semalam, kaisar Han Mu sudah berencana menjodohkan putrinya dengan Li Feng, hanya saja dia tidak berani mengatakannya langsung.
"jangan bercanda pangeran! bagaimana mungkin pria tampan dan kuat seperti pangeran belum memiliki calon istri?" tanya kaisar Han Mu berpura pura tidak percaya.
"aku tidak sedang bercanda yang mulia, aku belum memiliki calon istri sama sekali, seperti yang aku bilang sebelumnya, aku ingin menjadi kuat lebih dulu," jawab Li Feng serius.
__ADS_1
melihat keseriusan dari mata Li Feng, kaisar Han Mu semakin bersemangat untuk mempertemukan putrinya dengan Li Feng, selain itu, dia juga berharap Li Feng menyukai putrinya.
"maaf yang mulia, jika aku boleh tahu, berapa lama kita akan sampai di ibukota?" tanya Li Feng mencoba mengalihkan topik, dia merasa tidak nyaman dengan pertanyaan kaisar Han Mu mengenai pribadinya.
"kita membutuhkan waktu 2 minggu untuk sampai di ibukota pangeran, maaf jika pangeran merasa bosan," jawab kaisar Han Mu.
"tidak apa apa yang mulia, aku hanya ingin tahu saja," balas Li Feng tersenyum.
keduanya terus mengobrol sepanjang perjalanan, kaisar Han Mu mencoba membuat Li Feng untuk tidak bosan.
******
waktu terus berlalu,
2 minggu kemudian.
setelah melakukan perjalanan selama 2 minggu dengan kereta kuda, Li Feng dan kaisar Han Mu akhirnya sampai di istana kekaisaran Han, kaisar Han Mu lalu meminta pelayan untuk membawa Li Feng ke kamarnya, sebab hari sudah menjelang malam.
didalam kamar, seperti biasa, Li Feng pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri, selesai membersihkan diri dan memakai pakaian yang baru, Li Feng menutup mata untuk menyerap energi spiritual menunggu pagi.
keesokan harinya, Li Feng membuka mata dan menghentikan kultivasi nya, lalu dia turun dari kasur dan membuka pintu kamar.
"selamat pagi pangeran, yang mulia sudah menunggu pangeran di ruang makan," ucap seorang pelayan yang sudah menunggu Li Feng di pintu kamar.
"baik nona, tolong antarkan aku ke ruang makan!" balas Li Feng ramah.
"mari pangeran!" ucap pelayan, pelayan itu kemudian menuntun Li Feng ke ruang makan istana.
tidak lama kemudian, Li Feng dan pelayan sampai di sebuah ruangan yang cukup besar, dimana ruangan itu adalah ruang makan yang ada di istana, di ruangan itu juga sudah ada kaisar Han Mu, permaisuri Qiao Yi dan putrinya, yang tidak lain adalah putri Ling Ling.
"selamat pagi pangeran," ucap kaisar Han Mu berdiri dari kursi dan menyambut Li Feng.
"selamat pagi yang mulia," balas Li Feng yang juga menangkupkan tangannya dengan hormat.
"silahkan duduk pangeran!" kaisar Han Mu mempersilahkan Li Feng.
"terima kasih yang mulia," balas Li Feng, lalu dia duduk disalah satu kursi.
"perkenalkan istri ku Qiao Yi dan putri ku Han Ling Ling, pangeran!" ucap kaisar Han Mu memperkenalkan istri dan anaknya.
__ADS_1
"salam permaisuri, salam putri, nama saya Li Feng" ucap Li Feng kembali berdiri dan menangkupkan tangannya dengan hormat, tidak lupa dia juga melempar senyum indahnya, sehingga membuat putri Ling Ling terpesona dengan senyuman Li Feng.
"salam pangeran, saya Qiao Yi," ucap permaisuri Qiao Yi memperkenalkan nama.
"salam pangeran, nama saya Ling Ling," balas Ling Ling yang juga memperkenalkan nama.
setelah sesi perkenalan, Li Feng dan semua orang yang ada diruang makan itu memulai sarapan mereka, meski begitu, Ling Ling sering mencuri pandang pada Li Feng, dia tidak bisa untuk tidak mencuri pandang.
"Ling'er, selesai makan, kamu temani pangeran Li berkeliling istana!" ucap kaisar Han Mu membuka suara disaat mereka sarapan pagi.
kaisar Han Mu tahu jika Ling Ling menyukai Li Feng, karena sedari tadi, kaisar Han Mu dan permaisuri Qiao Yi memperhatikan anak mereka itu, Ling Ling selalu mencuri pandang pada Li Feng.
"tapi ayah," balas Ling Ling dengan wajah yang merah merona seperti kepiting rebus.
"bagaimana pangeran? bagaimana jika Ling'er menemani pangeran berkeliling istana?" kaisar Han Mu tidak menghiraukan Ling Ling dan bertanya pada Li Feng.
Li Feng tidak langsung menjawab, dia tampak kelagapan, karena didepannya itu adalah seorang putri yang sangat cantik, pria mana pun akan meleleh jika memandang kecantikan Ling Ling.
"itu.., emm..," Li Feng tidak tahu harus berkata apa.
"baiklah, aku anggap pangeran setuju," ucap lanjut kaisar Han Mu yang melihat kegugupan Li Feng.
Li Feng tidak membalas lagi, dia hanya fokus pada makanan nya saja, karena jika berbicara soal wanita, tentu Li Feng kalah dalam hal itu, sehingga Li Feng tidak tahu harus berkata apa.
beberapa saat kemudian, mereka semua selesai makan, kaisar Han Mu dan permaisuri Qiao Yi pun bergegas meninggalkan ruang makan, keduanya ingin memberikan waktu bagi Ling Ling untuk mendekati Li Feng.
"pangeran?" panggil Ling Ling dengan wajah yang semakin merah merona, karena saat ini, hanya tinggal dia dan Li Feng.
"mari putri!" balas Li Feng tanpa menoleh, bukannya Li Feng sombong, hanya saja dia tidak kuat jika harus menatap wajah cantik Ling Ling.
*******
Ling Ling
********
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!
__ADS_1
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih...