Kultivasi Naga

Kultivasi Naga
Pembicaraan Qian Duan & Qian Lu


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, Li Feng dan pelayan itu sampai di ruang makan, Li Feng lalu duduk disalah satu kursi yang kosong, mereka pun memulai sarapan pagi.


"maaf tuan Qian, aku masih bingung dengan makam kuno ini, kenapa tuan Qian menyebutnya benua awan biru? setahu ku, ini adalah dimensi yang merupakan makam para dewa," ucap Li Feng disela sela mereka sarapan.


Qian Lu tersenyum lalu berkata, "sebenarnya ini bukanlah dimensi makam kuno seperti yang tuan muda sebutkan itu, dimensi makam dewa sebenarnya hanya kebohongan yang dibuat oleh 5 kekaisaran di benua awan biru ini saja,"


"karena sebenarnya ini adalah benua awan biru, kelima kaisar menyebut dimensi makam dewa hanya untuk menakut-nakuti kultivator luar, karena pada zaman dulu, banyak kultivator yang masuk kesini dengan melakukan kejahatan,"


"mereka membunuh banyak penduduk desa dan juga kultivator yang berasal dari sini, sehingga kelima kaisar membuat kebohongan dengan menyebut ini adalah dimensi makam dewa, lalu disebarkan diseluruh benua awan biru,"


"tujuannya adalah untuk membuat kultivator dari luar berpikir seribu kali untuk masuk kesini, tapi rupanya hal itu tidak berjalan dengan lancar, karena setiap pintu terbuka dan kultivator luar masuk ke benua awan biru ini, banyak yang melakukan pembunuhan,"


"dari situlah kelima kaisar menggunakan suatu teknik khusus sehingga menyegel benua awan biru ini, segel itulah yang menekan kekuatan setiap kultivator yang masuk kesini, sejak saat itu, tingkat pembunuhan terhadap penduduk benua awan biru ini semakin menurun hingga sekarang,"


"jadi kultivator luar mengenal benua awan biru ini dengan nama dimensi makam dewa, sejak saat itu, benua awan biru ini dikenal dengan nama dimensi makam dewa," jawab Qian Lu menjelaskan asal usul makam dewa dengan panjang kali lebar.


Li Feng menganggukkan kepalanya sebagai tanda mengerti, tapi dia juga penasaran dengan alasan apa sehingga para kultivator itu masuk masuk ke benua awan biru itu.


"lalu hal apa yang menarik perhatian para kultivator itu? pasti ada sesuatu yang menarik mereka bukan? apa tuan Qian tahu akan hal itu?" tanya Li Feng yang merasa ganjil.


"sebenarnya banyak sumber daya tingkat tinggi di setiap gunung dan juga hutan yang ada di benua awan biru ini, hanya saja dijaga oleh hewan buas tingkat tinggi, hal itulah yang membuat banyak kultivator datang kesini," jawab Qian Lu.


"aku juga masih penasaran dengan kekuatan yang ada disini, memiliki aura yang lebih tebal beberapa kali lipat dari dunia lain, tapi kenapa kekuatan yang ada disini tidak ada bedanya dengan kekuatan yang ada di dunia lain?" tanya Li Feng lagi.


"jika soal itu, aku kurang tahu tuan muda, yang aku tahu, kekuatan disini ada yang sudah mencapai ranah dewa giok tahap puncak, tapi hanya beberapa saja, sementara kaisar memiliki kultivasi dewa emas tahap puncak,"


"adapun para prajurit istana memiliki kekuatan pejuang suci hingga pejuang surgawi, para komandan memiliki kekuatan setengah abadi hingga dewa besi, para jendral bawahan memiliki kekuatan dewa perunggu, sementara para jendral besar memiliki kekuatan dewa perak," jawan Qian Lu menjelaskan kekuatan yang dimiliki pihak istana.


"sekuat itu?" tanya Li Feng terkejut.


"benar tuan muda, meski begitu, kekaisaran ini adalah kekaisaran yang terlemah dari 4 kekaisaran lainnya, hal itulah yang membuat setiap turnamen yang diadakan, kekaisaran ini selalu kalah bersaing dengan 4 kekaisaran lainnya," jawab Qian Lu yang entah sudah ke berapa puluh.


"lalu kenapa tekanan yang dibuat oleh 5 kaisar itu tidak dibuka kembali? bukankah benua awan biru sudah memiliki kekuatan yang sangat besar?" tanya Li Feng bingung.


"perlu tuan muda ketahui, yang datang kesini bukan hanya kultivator dari daratan rendah saja, tapi juga kultivator dari daratan tengah dan juga beberapa alam lainnya, jika kekuatan segel itu dilepaskan, maka akan terjadi pembunuh lagi disini, tentu kelima kaisar tidak akan membiarkan hal itu," jawab Qian Lu.


"sebanyak itukah tuan Qian?" Li Feng terkejut dengan penjelasan Qian Lu.

__ADS_1


"benar tuan muda," jawab Qian Lu menganggukkan kepalanya.


"apa tuan Qian tahu cara untuk dapat terlepas dari segel yang menekan kekuatan itu? karena aku rasa ganjil dengan segel itu, bagaimana bisa kekuatan kami ditekan, sementara penduduk disini tidak mengalami hal yang sama," tanya Li Feng yang sangat penasaran.


"soal itu aku tidak tahu tuan muda, tapi jika tuan muda dapat memenangkan turnamen itu, aku yakin yang mulia kaisar akan membuat pendekatan dengan tuan muda, dari situ tuan muda bisa memanfaatkan kesempatan itu untuk menanyakan nya pada yang mulia kaisar!" jawab Qian Lu yang memang tidak tahu.


Qin Fan menganggukkan kepalanya, Qian Lu bukanlah seorang kultivator, jadi masuk akal jika dia tidak tahu, satu satunya cara untuk mengetahuinya adalah bertanya langsung pada kaisar.


"tapi apakah para tetua tingkat tinggi dan juga Patriak setuju aku mewakili keluarga bangsawan Qian? aku ragu dengan hal itu tuan Qian," tanya Li Feng lagi.


"setidaknya aku akan mencoba tuan muda, jika mereka tidak setuju, tuan muda bisa mengikuti turnamen itu dengan mewakili keluarga cabang dikota Mu ini, karena selain keluarga utama, keluarga cabang juga bisa mengirimkan wakilnya," jawab Qian Lu yang entah sudah berapa banyak.


"baiklah tuan Qian, aku tunggu kabar baik dari tuan Qian," balas Li Feng.


Li Feng dan Qian Lu kemudian menyelesaikan sarapan mereka, selesai sarapan, Qian Lu pergi ke ibukota untuk menemui tetua tingkat tinggi yang merupakan saudara nya, dia ingin memberitahu pada tetua itu atas keikutsertaan Li Feng dalam turnamen.


setelah Qian Lu pergi, Li Feng kembali ke kamar nya, didalam kamar, Li Feng membuka gerbang dunia jiwa dan masuk kedalam.


Whush...


"sebaiknya aku membuat istana disini," gumam Li Feng.


Li Feng lalu membayangkan sebuah istana, dimana istana itu sama dengan istana yang ada di kekaisaran Ming, selesai membangun istana, Li Feng melanjutkan dengan membuat kolam, selain kolam, Li Feng juga membuat gazebo ditepi kolam itu.


"akhirnya selesai semua," gumam Li Feng senang, kini dia sudah memiliki istana.


"apa aku juga harus memiliki pasukan disini?" gumamnya lanjut.


"sepertinya aku harus memiliki pasukan sendiri disini, akan sangat membantu jika aku memiliki pasukan," gumamnya lagi.


******


Waktu terus berlalu.


tak terasa satu minggu sudah Qian Lu pergi ke ibukota, kini dia sudah berada di ibukota, lebih tepatnya di keluarga utama bangsawan Qian.


meski berstatus sebagai tetua, tapi karena statusnya hanya tetua tingkat rendah, Qian Lu tidak bisa pergi ke aula pertemuan keluarga, jadi dia pergi ke kediaman saudaranya itu, yang tidak lain adalah Qian Duan.

__ADS_1


"selamat datang kembali ke ibukota saudara Lu," ucap Qian Duan menyambut Qian Lu.


"aku ingin membicarakan sesuatu dengan saudara Duan," ucap Qian Lu serius.


"ada apa saudara Lu? kelihatannya saudara Lu sangat serius," tanya Qian Duan.


"sebaiknya kita bicara didalam saja saudara Duan!" balas Qian Lu.


"baiklah, mari kita ke ruang tamu saja!" balas Qian Duan.


keduanya pun pergi keruang tamu kediaman Qian Duan.


"katakan saja suasana Lu, ada hal penting apa yang membuat saudara Lu jauh jauh datang ke ibukota?" tanya Qian Duan penasaran.


"begini saudara Duan, aku memiliki kenalan seorang pemuda yang memiliki kekuatan besar, aku ingin saudara Duan mau merekomendasikan pemuda itu di aula pertemuan!" ucap Qian Lu menyampaikan tujuannya.


Qian Duan tidak langsung menjawab, dia masih mencoba mencerna maksud dari Qian Lu, beberapa saat kemudian, Qian Duan sudah mengerti maksud dari Qian Lu, lalu dia bertanya.


"maksud saudara Lu adalah aku merekomendasikan pemuda itu ke aula pertemuan untuk mengikuti turnamen di ibukota ini? benar begitu?" tanya Qian Duan.


"benar saudara Duan, itu yang aku maksudkan, pemuda itu bernama Li Feng, kami bertemu dihutan kabut, pada saat itu kami diserang oleh perampok giok hitam, beruntungnya tuan muda Li menyelamatkan kami, jika tidak, mungkin saat ini aku sudah tiada," jawab Qian Lu sambil mengingat kejadian itu.


"jadi nama pemuda itu bernama Li Feng? berada di ranah mana kultivasi nya?" tanya Qian Duan lagi.


"aku tidak tahu dia memiliki kultivasi ditingkat apa, tapi saat ini kekuatan nya ditekan hingga ke ranah pendekar awal tahap awal, meski begitu, dia dapat membunuh ketua perampok giok hitam yang merupakan kultivator ranah pendekar dewa tahap puncak dengan sangat mudah," jawab Qian Lu serius.


mendengar itu, Qian Duan menggeleng kepala, dia merasa konyol dengan penjelasan Qian Lu.


"bagaimana bisa Li Feng itu mengikuti turnamen itu saudara Lu? para peserta turnamen memiliki kultivasi ranah jendral elite keatas, sementara Li Feng yang saudara Lu maksudkan itu memiliki kultivasi pendekar dewa, bukankah sama saja dengan bunuh diri saudara Lu?" balas Qian Duan menggeleng kepala.


*******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih....

__ADS_1


__ADS_2