Kultivasi Naga

Kultivasi Naga
Di Benteng Perbatasan


__ADS_3

Waktu terus berlalu.


tak terasa seminggu sudah Li Feng dan pasukan kota Wuhan melakukan perjalanan ke perbatasan, sepanjang perjalanan, Li Feng berpikir apakah strateginya akan dipakai oleh jendral besar kekaisaran bulan atau tidak, jika strategi itu tidak dipakai, maka sia sia sudah usaha dia dan Long Bai membuat strategi


"ada apa komandan?" tanya salah satu prajurit, dia melihat Li Feng tampak sedang berpikir, sehingga prajurit itu memberanikan diri untuk bertanya.


"tidak ada apa apa prajurit, aku hanya berpikir strategi yang sudah kami sepakati di istana, apa akan dipakai atau tidak di medan perang nanti, karena itu adalah strategi untuk mengurangi jumlah korban dari pihak kita," jawab Li Feng jujur tanpa menyembunyikan rasa khawatirnya.


para prajurit yang satu pedang dengan Li Feng itu akhirnya mengerti kenapa komandan muda mereka sedang berpikir, jawaban Li Feng itu juga dapat didengar oleh jendral Shu Fang dan kedua jendral lainnya, jendral Shu Fang tersenyum dan berkata.


"tenanglah komandan Li! aku yakin jendral besar Zhi Guan akan memakai strategi ini, karena starategi yang komandan Li susun itu bangat bagus, selain mengurangi jumlah korban dari pihak kita, strategi dari komandan Li juga bisa melemahkan kekuatan musuh, jadi aku yakin jendral besar Zhi Guan akan menggunakan strategi ini," ucap jendral Shu Fang yakin 107%🤣😂🤣😂.


"semoga saja jendral, tapi aku tidak yakin seorang jendral besar mau mendengarkan strategi dari komandan kecil seperti aku ini," balas Li Feng yang masih tetap ragu.


"percayakan saja padaku komandan Li, aku akan menjelaskan dengan detail dipertemuan nanti, aku yakin setelah jendral besar Zhi Guan mendengarkan, dia akan sangat tertarik, komandan Li bersiap siaplah untuk dipromosikan menjadi jendral muda di kekaisaran bulan ini, aku yakin setelah perang usai, komandan Li akan mendapat promosi sebagai jendral muda," balas jendral Shu Fang tersenyum.


"aku tidak berharap menjadi seorang jendral, jendral, aku hanya ingin pasukan kita banyak yang kembali saja, karena saat ini anak dan istri mereka sedang menunggu kepulangan mereka dirumah,"


"jujur saja jendral, aku belum pernah memimpin sebuah pasukan dalam peperangan, sehingga aku sangat minim pengalaman untuk berperang bersama pasukan, namun kali ini aku diberikan tanggung jawab memimpin 151 pasukan di medan perang yang besar seperti ini,"


"aku khawatir tidak dapat menjaga pasukan ku dengan baik, jika aku gagal dalam menjaga pasukan, lalu untuk apa aku diangkat menjadi komandan pasukan?" balas Li Feng jujur, karena memang dia tidak berharap menjadi seorang jendral di kekaisaran bulan, dia juga tampak khawatir dengan nyawa pasukan yang dia pimpin.


mendengar jawaban Li Feng, semua orang yang berada diatas 6 pedang tebang itu tersentuh, selain itu, mereka semakin mengagumi Li Feng dalam memimpin pasukan, sebagai seorang komandan, Li ucap mengkhawatirkan tidak dapat melindungi prajurit yang berada dibawah komandonya.


"aku mengerti komandan Li, tapi dalam perang, apapun bisa terjadi, sebaik apapun kita menjaga diri dan teman kita, tetap saja akan ada yang menjadi korban, baik kita, teman kota ataupun musuh kita," balas jendral Shu Fang tersenyum.


Disisi lain.


Jun Tong yang melihat dan mendengar ucapan tuan nya itu mengerutkan keningnya, sejak kapan tuannya itu menjadi pesimis seperti itu?


biasanya tuannya selalu bersemangat dan memiliki banyak cara untuk memenangkan setiap pertempuran, tapi kali ini sangat berbeda.


"maaf pangeran! kenapa pangeran jadi pesimis seperti itu? aku seperti tidak mengenal pangeran yang penuh semangat dan banyak cara untuk memenangkan setiap pertarungan," ucap Jun Tong melalui telepati.


"entahlah Jun Tong, entah kenapa aku merasa tidak layak menjadi komandan," balas Li Feng tersenyum kecut.


"aku yakin pangeran dapat menjaga semua pasukan dan membawa mereka kembali hidup hidup," balas Jun Tong memberi semangat.


"terima kasih Jun Tong, aku akan berusaha yang terbaik untuk menjaga pasukan ku," balas Li Feng tersenyum.


keduanya terus mengobrol melalui telepati sepanjang hari, namun kadang Li Feng mengobrol dengan pasukannya yang lain, Li Feng ingin membuat hubungan mereka semakin dekat dan tidak merasa asing satu sama lain.

__ADS_1


*******


Waktu terus berlalu.


tak terasa seminggu kembali telah terlewati begitu saja, kini Li Feng dan pasukan kota Wuhan sudah berada didekat benteng perbatasan, dimana perbatasan yang berbatasan dengan kekaisaran matahari.


jendral Shu Fang dan kedua jendral lainnya pun menurunkan keenam bilah pedang besar itu tepat didepan benteng perbatasan, lalu satu persatu pasukan kota Wuhan itu turun dan masuk kedalam benteng.


"komandan Li? ikut aku ke pertemuan bersama jendral besar Zhi Guan, aku ingin komandan Li menjelaskan langsung pada jendral besar Zhi Guan, dan jika ada pertanyaan dari jendral besar Zhi Guan, komandan Li bisa langsung menjawab," ucap jendral Shu Fang setelah semua pasukan masuk kedalam benteng pertahanan.


"tapi jenderal," ucap Li Feng ragu.


"tidak apa komandan Li! ayo ikut kami!" bas jendral Shu Fang.


"baik jendral," jawab Li Feng, lalu dia mengikuti ketiga jendral itu kedalam, sementara Jun Tong pergi bersama dengan satu pasukannya.


15 menit masuk kedalam benteng, Li Feng dan ketiga jendral itu masuk ke salah satu bangunan, yang mana bangunan itu digunakan sebagai tempat pertemuan para jendral, ditempat itu juga kaisar kekaisaran bulan melakukan pertemuan dengan para jendral dan para Patriak sekte dan juga klan.


"hormat kami yang mulia," ucap Li Feng dan ketiga jendral yang baru masuk, keempatnya memberi hormat pada sang kaisar kekaisaran bulan, yang tidak lain adalah kaisar Luo Feng, tapi seperti biasa, Li Feng tidak berlutut dan hanya menundukkan kepala serta menangkupkan tangannya saja.


"bangunlah! hormat kalian aku terima," ucap Luo Feng ramah, dia tidak mempermasalahkan Li Feng yang tidak berlutut, karena memang Luo Feng juga tidak gila hormat, hanya saja dia sedikit tercengang dengan apa yang dilakukan Li Feng itu.


"apa kalian dari kota Wuhan?" tanya Luo Feng ramah.


"benar yang mulia, kami dari kota Wuhan, mohon ampun karena keterlambatan kami," jawab jendral Shu Fang yang bertindak sebagai pemimpin pasukan dari kota Wuhan.


"bisa jendral jelaskan alasan keterlambatan itu?" tanya Luo Feng.


"bisa yang mulia," jawab jendral Shu Fang, lalu dia menjelaskan alasan kenapa mereka terlambat, yaitu berburu kelabang emas untuk diambil racunnya, tidak lupa jendral Shu Fang juga mengeluarkan lebih dari 10 botol ukuran sedang dari cincin penyimpanan, yang tidak lain adalah racun kelabang emas.


"untuk apa racun kelabang emas sebanyak itu jendral Shu?" tanya jendral besar Zhi Guan.


"maafkan aku jendral, pertanyaan itu berkaitan dengan rencana dan strategi komandan Li," jawab jendral Shu Fang sambil menunjuk Li Feng.


"apa maksudmu jendral Shu? kenapa seorang komandan muda itu? apa yang bisa dilakukan olehnya?" tanya jendral besar Zhi Guan menaikkan alis sebelah.


"komandan Li? silahkan jelaskan!" ucap jendral Shu Fang tanpa menjawab pertanyaan jendral besar Zhi Guan.


tentu saja apa yang dilakukan jendral Shu Fang itu membuat jendral besar Zhi Guan sangat marah, tapi karena ada Luo Feng, jadi dia mencoba untuk menahan kemarahannya itu.


Disisi lain.

__ADS_1


Li Feng yang dipanggil pun maju ke meja besar di tengah tengah ruangan itu, lalu dia mengeluarkan peta dari cincin penyimpanan, Li Feng pun mulai menjelaskan rencana dan juga strategi yang dia rancang dengan sangat detail.


setiap penjelasan, Li Feng menunjuk setiap titik yang sudah dia dan Long Bai tandai, penjelasan Li Feng itu bahkan membuat Luo Feng yang tadinya berada di kursi utama, dia berdiri dan mendekat dan mendengar lebih jelas sekaligus melihat setiap titik yang Li Feng tandai.


"komandan memang luar biasa, masih muda tapi pandai mengatur strategi dan pintar mencari tempat yang cocok untuk menjalankan strategi itu," ucap Luo Feng setelah Li Feng selesai menjelaskan rencana dan juga strateginya.


"jadi racun kelabang emas itu untuk dioleskan ke anak panah dan mata tombak?" ucap lanjut Luo Feng bertanya.


"benar yang mulia, racun kelabang emas bukan hanya dapat membunuh kultivator raja dewa, tapi juga dapat melemahkan kekuatan kaisar dewa, karena itulah, sebelum kami kesini, kami semua mampir di hutan kabut dan memburu kelabang emas," jawab Li Feng menjelaskan lagi.


"bagaimana menurut mu jendral Zhi?" tanya Luo Feng mengangguk dengan jawaban Li Feng.


"hamba setuju yang mulia, rencana dan strategi yang komandan Li sampaikan ini sangat bagus, selain mengurangi jumlah korban dipihak kita, kita juga bisa melemahkan kekuatan musuh dengan racun kelabang emas itu,"


"tapi saat ini anak panah yang dimiliki pasukan pemanah tidak terlalu banyak yang mulia, dan juga hanya ada 2000 pasukan yang ahli melempar tombak," jawab jendral Zhi Guan yang juga setuju dengan rencana dan strategi Li Feng.


"kami sudah menyiapkan itu semua jendral, yang jadi pertanyaan sekarang adalah pasukan mana yang akan menjadi umpan untuk memancing mereka?" ucap jendral Shu Fang.


"benarkah jendral?" tanya balik jendral Zhi Guan.


"benar jendral, kita hanya membutuhkan pasukan yang menjadi umpan, setidaknya 25% dari total pasukan yang kita miliki," jawab jendral Shu Fang yang sudah mengerti dengan strategi itu.


jendral Zhi Guan tidak langsung menjawab, dia tampak sedang berpikir pasukan mana yang akan dijadikan umpan, karena pasukan yang menjadi umpan haruslah memiliki kekuatan besar.


setelah berpikir cukup lama, jendral Zhi Guan berkata, "pasukan khusus yang akan menjadi umpan, meskipun jumlah mereka tidak sampai 10 ribu, tapi aku rasa itu cukup," ucap jendral Zhi Guan.


"baiklah, kita sudah menemukan pasukan yang menjadi umpan, lalu bagaimana dengan master formasi? karena di tiga tempat itu harus kita pasang formasi ilusi agar kita tidak terlihat," tanya salah satu patriak, yang tidak lain adalah Patriak sekte bulan sabit, atau biasa dipanggil Patriak Kuanli.


"kita sudah memiliki 3 master formasi, aku akan perintahkan mereka untuk memasang formasi ilusi diketiga tempat itu, Patriak Kai tidak usah khawatir," jawab Luo Feng.


"baiklah, sekarang bergeraklah ke lokasi lokasi yang sudah kita sepakati itu, jendral Hang, panggil ketiga master formasi itu dan ikut kalian!" ucap lanjut Luo Feng.


"baik yang mulia," jawab Li Feng, para jendral dan juga para Patriak sekte dan klan, kemudian mereka semua keluar dari ruangan.


********


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...

__ADS_1


__ADS_2