
Ledakan menggema dan mengubah lebih dari 10 murid menjadi kabut darah.
"Klan Jiang?" keempat tetua yang memihak Jin Shi dan 2 tetua yang memihak Jin Shu terkejut dengan jurus yang digunakan Li Feng.
"Kenapa klan Jiang ikut campur urusan kami?" tetua tadi bertanya dan menatap tajam Li Feng.
Dengan tenang dan tersenyum, Li Feng menjawab.
"Karena tetua Jin Mi adalah kenalan ku, siapa yang berniat membunuh saudara dari kenalan ku, maka dia adalah musuh ku," jawab Li Feng tenang.
"Hahaha.. meskipun kamu orang selatan, tapi kamu hanya sendirian," tetua itu tertawa lepas.
"Benarkah?" tanya Li Feng, lalu dia kembali membuat tapak semesta dan membunuh sisa murid yang ada, sementara keempat tetua masih dia biarkan.
"Bajingan kamu bocah," seru tetua dan melepaskan serangan tapak angin hitam kearah Li Feng.
"Lemah," cibir Li Feng, lalu dia kembali membuat tapak, tapi tapak yang Li Feng gunakan kali ini adalah tapak Ilahi, dimana tapak ilahi adalah jurus ketiga, atau jurus tertinggi dari kitab naga emas.
"Mundur!" seru salah satu tetua yang memihak Jin Shu agar murid murid bergerak mundur, dia tahu jika kedua kekuatan itu akan mengakibatkan kerusakan yang parah.
Whush.. Whush..
Tapak angin hitam dan tapak ilahi melesat dan beradu.
Booooomm Booooomm Booooomm
Ledakan besar menggema, lalu mengguncang hutan tempat terjadinya pertarungan, bersamaan dengan tetua yang menyerang Li Feng menjadi kabut darah.
"Lemah," cibir Li Feng tersenyum.
"Apa?" ketiga tetua lainnya terkejut, hanya dengan serangan tunggal, Li Feng dapat membunuh salah satu dari mereka.
"Kita gabungkan kekuatan," seru salah satu.
"Baik" jawab dua tetua lainnya.
Ketiga tetua kemudian menyatukan kekuatan, lalu membentuk sebuah tapak angin hitam, tapak angin hitam itu memiliki kekuatan 3 kali lipat dari tapak angin sebelumnya.
Disisi Sebrang.
Li Feng kembali membuat tapak semesta, kali ini dia mengalirkan Qi nya lebih banyak lagi, dia tahu jika gabungan ketiga kekuatan itu tidak main main.
Whush.. Whush..
Tapak angin hitam dan tapak semesta melesat dengan kecepatan tinggi, kedua tetua yang memihak Jin Shu dan ke 30 murid semakin menjauh.
Whush.. Whush..
__ADS_1
Booooomm Booooomm Booooomm..
Ledakan yang lebih besar lagi terjadi, ledakan besar itu menggema dan mengguncang hutan lebih dahsyat dari sebelumnya, bukit bukit kecil dan pepohonan dalam radius 1 kilo meter hancur dan menjadi debu.
Lalu menyisakan kawah besar dan kawah kecil dengan sangat banyak, ledakan itu juga bukan hanya mengguncang hutan dan menghancurkan bukit bukit kecil, tapi juga mengguncang kota yang mana Li Feng singgah sebelumnya.
Whush.. Whush.. Whush..
Li Feng dan ketiga tetua terpental dengan ektrim, lalu menabrak tanah dengan keras.
Boom Boom Boom..
Kembali terjadi ledakan kecil saat tubuh keempatnya terpental dan menabrak tanah, lalu tanah yang mana tubuh mereka terjatuh, berubah menjadi kawah kawah kecil.
"Aaarrg Aaarrg Aaarrg," rintihan ketiga tetua terdengar dari tiga kawah kecil, tangan kanan ketiganya hancur karena beradunya serangan mereka, selain tangan hancur, ketiga tetua juga mengalami luka dalam yang parah, membuat ketiganya hanya bisa menjerit tanpa bisa bangun lagi.
Disisi Sebrang.
Li Feng sedikit lebih baik, dia juga mengalami luka dalam, hanya saja tidak terlalu parah, tangan nya juga tidak hancur, tapi dia merasakan tangannya kebas dan juga kesemutan.
"Aku terlalu ceroboh," gumam Li Feng menggeleng kepala.
Li Feng kemudian menelan pil penyembuhan yang hanya tersisa 2 butir, lalu kembali menelan pil pengumpul Qi yang juga tersisa 2 butir, setelah menelan keempat butir pil, Li Feng menyerap dengan tenang, beberapa saat kemudian, Li Feng selesai menyerap keempat butir pil itu.
"Ternyata membutuhkan kekuatan besar untuk menggunakan tapak ilahi," gumam Li Feng, dia merasa kekuatannya terhisap hampir habis oleh tapak semesta yang dia gunakan.
Whush..
Whush.. Whush.. Whush..
Li Feng melepaskan serangan tapak bayangan kearah tiga kawah kecil itu.
Boom Boom Boom..
Ledakan kembali menggema, lalu serangan yang dilepaskan Li Feng membuat ketiga tetua menjadi kabut darah.
Beberapa menit kemudian, Li Feng selesai mengambil cincin penyimpanan ketiga tetua dan para murid yang dia bunuh.
"Sepertinya perjalanan ku ke selatan tertunda," gumam Li Feng, dia merasa sudah terlibat dalam perseteruan klan Jin, Li Feng berpikir jika tidak ada salahnya membantu Jin Shu untuk mendapatkan apa yang seharusnya dia dapatkan.
Whush.. Whush.. Whush..
Kedua tetua dan ke 30 murid yang mereka bawa, melesat kearah Li Feng, lalu mendarat didepan Li Feng.
"Terima kasih tuan muda," ucap salah satu tetua menangkupkan tangan dengan hormat.
"Tidak perlu sungkan tetua!" balas Li Feng yang juga menangkupkan tangan dengan hormat.
__ADS_1
"Tadi aku sempat mendengar jika tuan muda menyebut bertemu dengan tetua Jin Mi, apa itu benar tuan muda?" tanya tetua.
"Benar tetua, aku bertemu dengan tetua Mi dan 15 murid di kota batu, kami berpisah setelah keluar dari kota," jawab Li Feng mengangguk.
"Jika aku boleh tahu! kemana tetua Jin Mi dan lainnya pergi?" tanya tetua lagi.
"Tetua Mi dan lainnya pergi ke timur, awalnya aku mengajak mereka ke selatan, tapi terus Mi ingin mencari tuan muda Jin Shu di timur," jawab Li Feng jujur.
"Terima kasih tuan muda, perkenalkan namaku Jin Sheng, dan ini tetua Jin Chao" ucap Jin Sheng menyebut namanya dan tetua disampingnya.
"Aku Jiang Li Feng, tetua," balas Li Feng menyebut namanya, dia sengaja menggunakan marga Jiang, sebab jurus yang dia gunakan tadi berasal dari klan Jiang, klan gurunya.
"Sekali lagi aku ucapkan terima kasih tuan muda, aku juga ingin pamit menyusul tetua Jin Mi dan lainnya di timur," balas Jin Sheng pamit.
"Baiklah tetua, berhati hatilah!" ucap Li Feng, entah kenapa dia ingin melanjutkan perjalanan nya ke selatan, padahal sebelumnya dia ingin terus melibatkan diri.
Setelah Jin Sheng dan lainnya pergi, Li Feng melanjutkan perjalanan ke selatan, sepanjang jalan, Li Feng berkutat dengan otaknya, antara terus melibatkan diri, atau pergi menemui gurunya.
Namun yang menjadi pertanyaan besar saat ini adalah kenapa Li Feng bisa berada di gerbang 10 naga, apa maksud dibalik semua itu, semakin memikirkan hal itu, Li Feng semakin tidak menemukan jawabannya.
Tanpa Li Feng sadari, lengan kiri Li Feng ada sebuah tato naga berwarna biru, yang mana tato naga berwarna biru itu adalah sang naga transparan yang masuk kedalam tubuh Li Feng, dan dia adalah kaisar gerbang 10 naga terdahulu.
Seminggu kemudian.
Li Feng kembali menemukan sebuah kota sedang, Li Feng kemudian mendarat disebuah pohon yang berada tidak jauh dari gerbang kota, sejenak dia berpikir apakah mampir ke kota ataukah melanjutkan perjalanan dengan jalur memutar.
Setelah berpikir beberapa saat, Li Feng memutuskan untuk singgah dikota itu, dia kemudian melompat turun dan berjalan kearah gerbang kota, tidak berselang lama, Li Feng sampai digerbang kota dan ikut mengantri.
Selesai diperiksa dan membayar pajak masuk kota, Li Feng melenggang masuk kedalam, tidak jauh kedalam kota, Li Feng menemukan sebuah penginapan, saat dia ingin masuk kedalam penginapan dan memesan kamar, Li Feng mendengar sebuah teriakan minta tolong dari seorang gadis yang tidak jauh darinya.
"Tolooong! Tolooong! Tolooong!" teriakan dari seorang gadis terus terdengar.
Mendengar teriakan minta tolong, Li Feng tidak bisa untuk cuek, dia melangkahkan kakinya kearah suara, 10 menit kemudian, dapat Li Feng lihat ada seorang gadis yang dipaksa keluar dari rumahnya, sementara kedua orang tua gadis itu tidak berkutik sama sekali, karena saat ini dileher kedua orang tua sang gadis, sudah ada pedang yang siap menyayat leher.
"Lepaskan gadis itu!" Seru Li Feng yang sudah tiba di TKP.
Seruan itu membuat semua orang menoleh kearah Li Feng, bahkan seorang pemuda dari dalam kereta kuda juga mengeluarkan kepalanya untuk melihat siapa yang membuat seruan.
"Jangan ikut campur anak muda!" bentak seorang pria paruh baya.
"Aku peringatkan sekali lagi, lepaskan gadis itu!" seru Li Feng sekali lagi.
******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
__ADS_1
Terima Kasih...