Kultivasi Naga

Kultivasi Naga
Berakhirnya Lelang & Menuju Wilayah Timur


__ADS_3

Aura apel hitam dan apel emas yang sudah berevolusi merembes keluar dari kotak kecil, namun semua orang masih bingung dengan aura kuat itu, meski sudah merasakan aura yang kuat, tapi belum ada yang melihat item apa yang ada didalam, pembawa acara belum mengeluarkannya.


"Ini adalah apel hitam dan apel pink yang sudah berevolusi, mungkin kalian sudah pernah mendengar namanya, tapi belum melihatnya, benar bukan?" ucap pembawa acara mengangkat satu apel hitam dan satu apel pink dan memperlihatkan pada semua peserta lelang.


"Apa?"


Semua peserta sekali lagi terbelalak dengan ucapan pembawa acara, memang benar yang dikatakan pembawa acara, selama ini mereka hanya mendengar nama dari kedua buah buah andai itu, dan belum pernah memilikinya.


"Seperti yang kita semua ketahui juga, satu buah buah abadi yang sudah berevolusi, bisa meningkatkan kultivasi seorang kultivator paling sedikit 2 tahap, dan jika beruntung, kultivasi akan meningkat tiga tahap, maka dari itu, buah buah abadi ini perbuah nya 3 juta koin emas," ucap lanjut pembawa acara memberitahu manfaat dari memakan satu buah abadi, dan juga harga awal yang ditawarkan.


"3.100.000 koin emas," ucap kamar nomor dua.


"3.150.000 koin emas," ucap kamar nomor sembilan.


"3.200.000 koin emas," ucap kamar nomor tiga.


Dalam hitungan waktu satu jam, persaingan untuk mendapatkan satu buah buah abadi semakin sengit, dan harga sudah mencapai 4 juta koin emas, sementara Mu Cheng hanya diam tanpa suara, uang yang dibawa nya hanya 3,5 juta, sudah diluar kemampuannya.


"4.000.000 koin emas pertama,"


"4.000.000 koin emas kedua,"


"4.000.000 koin emas ketiga,"


"Selamat kepada tuan dikamar nomor 9, tuan memenangkan apel hitam dengan harga 4.000.000 koin emas.


Lelang terus berlanjut, dan item yang menjadi sesi terakhir hanyalah buah buah abadi milik Li Feng, namun rumah lelang hanya melelang 5 buah saja, dari kelima buah buah abadi, rumah lelang mendapat keuntungan 18 juta koin emas, sebab hanya satu buah saja yang ditawar 4 juta, selebihnya dibawah 4 juta semua.


Setelah acara lelang selesai, banyak Patriak yang penasaran dengan kamar nomor satu, yang tidak lain adalah Li Feng, begitu juga dengan manager rumah lelang, dia lantas mengundang Li Feng ke ruangan pribadinya, sementara para Patriak menunggu Li Feng keluar dari rumah lelang.


"Maaf karena menahan tuan muda disini! dan terima kasih sudah memenuhi undangan ku," ucap manager rumah lelang ramah, dia tahu Li Feng bukan pemuda sembarangan, apalagi dengan kekayaan yang dimiliki Li Feng, bahkan kekayaan Li Feng melebihi kekayaan yang dimiliki kekaisaran langit.


"Tidak masalah tuan, aku juga tidak sedang terburu buru," jawab Li Feng yang juga ramah.


"Jika boleh tahu, dari mana tuan muda berasal?" tanya manager seramah mungkin.


"Maafkan aku tuan manager, aku tidak bisa mengatakan dari mana aku berasal, tapi yang jelas, aku kesini mencari guru," jawab Li Feng menolak membuka indentitas nya.


"Aku mengerti tuan muda, setiap orang memiliki rahasia tersendiri, tapi jika tuan muda tidak keberatan, jika ada waktu, mampirlah di sekte bangau putih yang berada di kekaisaran suci!" ucap manager rumah lelang, laku memberikan sebuah lencana emas pada Li Feng.

__ADS_1


"Maaf tuan manager, aku dengar tuan manager menyebut sekte bangau putih dan juga kekaisaran suci, apa tuan berasal dari sekte itu?" tanya Li Feng pura pura tidak tahu.


"Benar tuan muda, aku berasal dari sekte bangau putih, sekte bangau putih membangun bisnis dengan membuka rumah lelang di 5 kota besar di kekaisaran langit ini, pusatnya berada di ibukota kekaisaran suci," jawab manager rumah lelang menganggukkan kepala.


"Aku rasa sebaiknya tuan manager memberikan lencana yang biasa saja! aku tidak ingin diperlakukan dengan hormat jika berada di kekaisaran suci nanti," ucap Li Feng menolak lencana emas, dia terlalu malas dengan sikap hormat yang di tunjukkan setiap orang yang dia temui, Li Feng ingin mereka menghormati nya dengan tulus, bukan karena statusnya.


Manager rumah lelang semakin kagum dengan sikap yang dimiliki Li Feng, jika orang lain sangat ingin dipuji dan di hormati, Li Feng justru sebaliknya, hal itu membuat manager rumah lelang semakin penasaran dengan sosok Li Feng, selain kaya dan kuat, Li Feng juga memiliki sifat yang rendah hati dan tidak gila hormat.


"Baiklah tuan muda," jawab manager rumah lelang, lalu dia mengganti dengan lencana biasa, yang mana lencana itu adalah lencana yang dimiliki murid elite sekte, yang tidak diketahui Li Feng adalah, manager rumah lelang dapat melihat basis kultivasi nya dengan teknik khusus, hanya saja manager rumah lelang tidak mengatakannya.


Li Feng kemudian mengambil lencana itu dan memasukkan kedalam cincin penyimpanan, keduanya kemudian kembali mengobrol beberapa saat, lalu Li Feng berpamitan keluar dari rumah lelang, sebelum keluar, Li Feng mengatakan jika dia akan mampir di sekte bangau putih jika ada waktu.


Setelah manager rumah lelang mengantar Li Feng keluar hingga gerbang, keduanya berpisah, tapi baru beberapa langkah, ada tujuh pria paruh baya yang menahan Li Feng, mereka menahan Li Feng bukan karena berniat jahat, tapi menanyakan apa yang Li Feng katakan di dalam pelelangan tadi, yaitu memusnahkan klan Mu.


"Maaf tuan muda! bagaimana dengan yang tuan muda katakan tadi mengenai klan Mu? apa masih berlaku?" tanya Patriak sekte surgawi, atau Yong Gi.


Li Feng mengangguk mengerti, namun dia tidak ingin mereka memusnahkan klan Mu, Li Feng ingin menggunakan mereka dengan hal lain, tapi sebelum itu, dia penasaran kenapa sekte dan klan yang ada di selatan tidak ikut terlibat dalam peperangan di alam langit.


"Maaf para Patriak! sebelumnya aku ingin tahu, apa patriak sudah dengar dengan penyerangan yang dilakukan bangsa iblis?" tanya Li Feng mengalihkan topik.


"Kami sudah mendengarnya tuan muda, ada apa dengan penyerangan itu?" tanya Shin Ping.


"Saudara Li," ucap tuan muda Guzhin tersenyum.


"Saudara Meng, aku masih memiliki urusan dengan para Patriak, saudara Meng dan lainnya kembalilah lebih dulu!" ucap Li Feng tersenyum.


"Baik saudara Li," jawab tuan muda Guzhin, lalu meninggalkan mereka, sementara kelima pelayan Li Feng tetap berada dibelakang nya.


"Aku akan memberikan kalian masing masing satu juta koin platinum jika menemukan keberadaan guru, guru bernama Jiang Long, dan saat ini guru ikut berperang melawan iblis," jawab Li Feng menjelaskan alasannya.


Saat mendengar satu juta koin platinum, nafas ketujuh Patriak terhenti sejenak, satu juta koin platinum setara dengan 100 juta koin emas, pendapatan klan dan sekte selama lebih dari 30 tahun yang biasa mereka dapatkan.


"Sekte surgawi bersedia tuan muda, aku sendiri yang akan memimpin tetua dan murid elite untuk mencari keberadaan guru tuan muda, Jiang Long bukan? aku akan menemukan guru tuan muda," ucap cepat Shin Ping.


Lalu satu persatu para Patriak dari ketujuh sekte dan klan itu mengaku akan mencari keberadaan Jiang Long, mereka sudah dengar jika saat ini pasukan istana bergerak kearah timur, jadi para Patriak sudah tahu kemana akan mencari Jiang Long.


"Baiklah jika para Patriak setuju, tapi dimana kalian akan mencari guru?" ucap Li Feng mengangguk.


"Saat ini pasukan iblis menyerang dari wilayah timur, dan pasukan istana juga sudah bergerak ketimur, jadi sudah pasti guru tuan muda berada di wilayah timur, untuk itu, kami akan bergerak kearah timur," jawab Yong Gi serius.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, kalian kembalilah ke klan dan juga sekte! aku akan menunggu kalian di perbatasan wilayah selatan dan wilayah timur," ucap Li Feng, lalu mengeluarkan tujuh buah cincin penyimpanan, yang isinya masing masing 200 ribu koin platinum.


"Aku berikan 20% sebagai uang muka, sisanya akan aku berikan setelah bertemu guru," ucap lanjut Li Feng, lalu memberikan masing masing satu buah cincin penyimpanan, namun dia juga menyelipkan 2 buah apel hitam pada cincin penyimpanan milik Yong Gi dan Shin Ping, kedua Patriak itu tidak memenangkan buah buah abadi yang di lelang tadi.


"Baik tuan muda, kami permisi kembali, kita bertemu di perbatasan," ucap ketujuh Patriak mengangguk dan juga sangat senang, belum apa apa sudah diberikan 200 ribu koin platinum, yang mana setara dengan 20 juta koin emas.


Setelah ketujuh Patriak pergi, Li Feng dan kelima pelayannya juga pergi ke gerbang timur, berada diluar gerbang cukup jauh, keenamnya melesat kearah timur dengan kecepatan sedang.


Seminggu kemudian.


Setelah melakukan perjalanan selama seminggu, Li Feng dan kelima pelayannya serta Phoenix Es beristirahat disebuah hutan, Li Feng kemudian mengeluarkan 15 buah buah abadi, yang mana 8 apel hitam dan 7 apel pink, lalu dia bagikan pada kelima pelayannya.


"Terima kasih tuan," ucap tetua pertama dan lainnya dengan semangat, dengan adanya 3 buah buah abadi, tentu akan meningkatkan kekuatan mereka paling sedikit 2 ranah atau 6 tahap.


"Tingkatkan kekuatan kalian!" perintah Li Feng.


"Baik tuan muda," jawab kelimanya, lalu mencari tempat dan mulai mengonsumsi buah buah abadi.


"Kamu juga menginginkan buah buah abadi itu?" tanya Li Feng pada Phoeniks Es, dia tahu Phoenix Es biasa berbicara seperti manusia, hanya saja Phoenix Es berpura pura tidak bisa berbicara.


"Jika kamu mau, kamu bisa memakannya juga," ucap lanjut Li Feng, lalu kembali mengeluarkan 3 buah apel pink dan memberikan pada Phoenix Es.


Whush..


Saat Phoenix Es melihat Li Feng memberikan buah buah abadi padanya, dia langsung berubah menjadi seorang gadis cantik dengan berpakaian putih, lalu gadis cantik itu menempelkan kedua telapak tangan didepan dana dan memberi hormat pada Li Feng.


"Ling Ling memberi hormat pada tuan muda," ucap Ling Ling, sang Phoenix Es memberi hormat.


********


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih....


********


Ling Ling

__ADS_1



__ADS_2