
Ledakan menggema saat tapak tapak itu menghancurkan bangunan bangunan klan, selain menghancurkan bangunan bangunan klan, serangan tapak yang mereka lepaskan juga membunuh para murid yang berada didalam bangunan.
Serangan yang Li Feng dan kelompoknya lakukan itu cukup unik, meski hanya berjumlah 8 orang, tapi mereka berdelapan mengepung klan Jin layaknya pasukan besar yang mengepung, Li Feng dan kelompoknya mengepung klan Jin agar tidak ada satupun murid atau tetua klan yang bisa melarikan diri.
Whush.. Whush.. Whush..
Jin Shi dan 17 tetua tersisa lainnya melesat keluar dari dalam klan, saat mereka keluar, dapat dengan jelas mereka lihat ada 8 orang yang mengepung klan Jin.
"Siapa kalian?" dengan tatapan tajam, Jin Shi menatap tajam Li Feng dan Jiang Zhi yang berjarak tidak terlalu jauh.
"Siapa kami itu tidak penting, yang jelas hari ini tidak ada lagi pengkhianat klan Jin," balas Li Feng datar, bahkan tidak menunjukkan ekspresi sedikit pun.
"Hahaha.. hanya dengan mengandalkan kalian berdelapan? apa kamu bercanda anak muda?" Jin Shi merasa lucu dengan ucapan Li Feng.
"Dia yang menjadi mainan ku, kalian habisi yang lainnya," tidak menghiraukan ucap Jin Shi, Li Feng memberi perintah pada Jiang Zhi dan lainnya.
"Baik tuan muda," jawab mereka, lalu melesat kearah tetua dan murid klan.
Boom Boom Boom..
Setelah melesat, Jiang Zhi dan lainnya melepaskan serangan tapak dan pedang kearah tetua dan murid klan Jin, lalu mengubah mereka menjadi kabut darah, selain menjadi kabut darah, murid dan tetua klan Jin terpotong potong.
Teriakan kesakitan dan potongan potongan daging berjatuhan dari atas klan tanpa henti.
Boom Boom Boom..
Ledakan terus menggema dan mengguncang klan Jin, murid dan tetua klan terus berjatuhan, sementara Jin Shi hanya menatap pilu apa yang terjadi didepannya.
"Klan Jiang keparat," ucap kesal Jin Shi, kini dia sadar jika yang menyerang mereka adalah klan Jiang, ingin menyesal tapi tidak ada gunanya.
"Bajingan kalian klan Jiang, kenapa kalian menyerang kami?" dengan tatapan tajam, Jin Shi membentak Li Feng.
Dengan tenang Li Feng menjawab.
"Siapapun yang berkhianat, harus mati," ucap Qin Fan tenang, lalu dia melepaskan tapak suci kearah Jin Shi.
Whush..
Tapak suci melesat dengan kecepatan tinggi kearah Jin Shi, sementara Jin Shi yang tidak siap, dengan telak tapak suci mendarat di dadanya, lalu melempar Jin Shi hingga menabrak salah satu bangunan klan dengan keras.
Tidak ingin melepaskan Jin Shi, Li Feng melesat kearah bangunan dimana Jin Shi terjatuh, sementara Jin Shi memegang dadanya yang terasa sakit.
"Klan Jiang sialaaaan," suara Jin Shi terdengar dari dalam puing puing bangunan klan.
Sementara itu, Jiang Zhi, Jiang Luan dan kelima murid elite klan Jiang terus melakukan pembantaian, meski kelima murid itu hanya berstatus murid klan, tapi dengan kekuatan dewa giok tahap puncak, sangat mudah bagi kelimanya membantai murid murid klan Jin.
3 jam kemudian.
Setelah melakukan pembantaian selama 3 jam, akhirnya Jiang Zhi dan lainnya selesai membantai murid dan tetua klan Jin, tidak ada yang mereka biarkan hidup, sekalipun anak kecil dan wanita, tidak ada yang mereka biarkan hidup.
__ADS_1
"Geledah semua bangunan! jika ada yang bersembunyi, habisi mereka semua!" ucap Li Feng memberi perintah.
Li Feng tidak ingin bersikap naif dengan membiarkan satu pun hidup, dia sadar jika itu akan menjadi bumerang dimasa depan,
"Baik tuan muda," dengan patuh, Jiang Zhi dan lainnya menyebar dan menggeledah semua bangunan klan Jin.
Menjelang pagi.
Jiang Zhi dan lainnya kembali, semua sudah mereka bersihkan, tidak ada yang mereka biarkan bersembunyi, bahkan ruang bawah tanah pun mereka temukan dan membantai anggota keluarga para tetua yang bersembunyi didalam.
"Tuan muda," ucap Jiang Luan menyerahkan satu buah cincin penyimpanan.
"Terima kasih tetua Luan," ucap Li Feng senang.
"Apa yang kita lakukan sekarang?" tanya Jiang Zhi.
"Bakar semua mayat! akan menjadi wabah jika dibiarkan," jawab Li Feng tenang.
"Baik tuan muda," jawab Jiang Zhi, lalu mereka mengumpulkan semua mayat di lapangan latihan murid klan dan membakarnya.
Saat matahari terbit, semua mayat sudah dibakar dan hanya tersisa setengah dari mereka.
"Kirimkan pesan pada yang lainnya! katakan pada mereka jika Jin Shi dan semua pengikutnya susah lenyap!" ucap Li Feng lagi, setelah Jiang Zhi dan lainnya membakar mayat.
Jiang Zhi dengan patuh mengeluarkan giok jiwa dan mengirim pesan pada Jiang Fu dan lainnya di wilayah timur.
"Sekarang kita kembali ke wilayah tengah, aku penasaran dengan ibukota," ucap Li Feng setelah melihat Jiang Zhi mengirim pesan.
********
Di wilayah timur.
"Ada apa tetua Fu?" Jiang Ju bertanya saat melihat Jiang Fu mengeluarkan giok jiwa dari cincin penyimpanan.
"Tuan muda sudah melenyapkan Jin Shi dan menghancurkan klan Jin," jawab Jiang Fu, lalu melempar giok jiwa pada Jiang Ju.
"Benar tetua Fu, ternyata tuan muda dan lainnya bermain sendiri dan tidak menunggu kita," ucap Jiang Feng menggeleng kepala.
"Ada apa tetua Fu?" Jin Mi yang melihat keenam tetua sedang mengobrol, tidak bisa untuk tidak bertanya.
"Tuan muda sudah membunuh Jin Shi, sekarang tuan muda Jin Shu bisa kembali ke klan Jin!" jawab Jiang Fu menjelaskan.
"Apa?"
Jin Shu yang juga berada disitu, dia sangat terkejut dengan informasi yang disampaikan Jiang Fu, menurutnya, sangat sulit untuk menghabisi Jin Shi dan para abdinya.
"Sekarang tuan muda Jin Shu bisa kembali ke klan Jin! hanya saja sebagian besar bangunan klan hancur," ucap lanjut Jiang Fu.
"Tidak masalah tetua Fu, sudah hal biasa, tidak ada bangunan yang bertahan jika ada pertempuran didekat bangunan," jawab Jin Shu tidak mempermasalahkan.
__ADS_1
"Baiklah, karena masalah klan Jin sudah selesai, kami pamit tuan muda, saat ini tuan muda kami menuju wilayah tengah, kami diminta menyusul kesana," ucap Jiang Fu berpamitan.
"Terima kasih tetua Fu, sampaikan salam hormat ku pada tuan muda Li, tidak ada kata kata yang cukup untuk mewakilkan rasa terima kasih ku, hanya ini yang bisa aku berikan pada tuan muda Li," ucap Lin Shu, lalu memberikan lencana emas klan Jin,
"Tidak perlu sungkan tuan muda, meskipun baru mengenal tuan muda kami, tapi tuan muda kami tidak terlalu suka dengan pujian atau semacamnya, tuan muda melakukan itu semua karena menganggap tetua Mi adalah saudaranya," balas Jiang Fu tersenyum.
"Baiklah tuan muda Shu, kami permisi," ucap lanjut Jiang Fu, lalu satu persatu mereka berpamitan dan menyusul Li Feng di wilayah tengah.
*******
Di Alam Langit.
Gejolak di alam langit semakin kuat, pasukan iblis sudah menguasai beberapa kota dan desa di wilayah timur, sehingga banyak penduduk kota kota tersisa yang berada di wilayah timur mengungsi.
Namun anehnya, meski tahu pasukan iblis menyerang dari wilayah timur, wilayah selatan, barat dan timur tidak menghiraukan serangan itu sama sekali, baik sekte sekte besar maupun klan klan besar tidak peduli.
Tidak kepedulian mereka bukan karena tidak mau membantu, tapi mereka berpikir dengan kekuatan klan dan sekte yang mereka miliki, dapat dengan mudah mereka menghancurkan pasukan iblis, karena memang kekuatan dari setiap klan dan sekte besar bukan kaleng kaleng.
Karena kekuatan setiap sekte besar dan klan besar yang sangat kuat, kaisar langit merasa malu minta bantuan dari mereka, meskipun sebagai kaisar, tapi dia tidak berhak memberi perintah pada klan maupun sekte, sebab setiap klan dan sekte tidak terikat dengan kekaisaran, hal itulah yang membuat kaisar langit merasa malu.
"Bagaimana dengan pergerakan pasukan iblis?" kaisar langit diatas singgasana, dengan aura kaisar, dia mengitari pandangannya dan melempar pertanyaan, yang tidak lain adalah kaisar Lee Donghae
"Saat ini pasukan iblis sudah menguasai 3 kota besar, 2 kota menengah dan 5 kota kecil, serta 12 desa di wilayah timur, dan menurut laporan yang aku terima, pasukan iblis menjadikan kota angin sebagai markas mereka," jawab salah satu jendral besar, yang tidak lain adalah Jiu Kang.
Lee Donghae memijit pelipisnya, dia merasa pusing dengan serangan pasukan iblis, sudah banyak pasukan yang dia kerahkan kesana, tapi hanya kekalahan demi kekalahan yang diterimanya.
Beruntungnya penguasa disetiap alam memenuhi panggilannya, bahkan penguasa agung kekaisaran agung dan kekaisaran benua teratai putih juga ada di pertemuan itu, hanya saja tidak ada yang tahu jika kedua penguasa itu merupakan musuh dari Li Feng, murid dari Jiang Long, yang mana Jiang Long saat ini menjadi salah satu jendral alam langit.
"Jendral Long, aku dengar penguasa agung Azure sangat merekomendasikan mu, dan untuk membuktikan itu semua, aku menunjuk mu sebagai panglima tertinggi sementara, aku harap kamu dapat menemukan strategi yang bagus untuk menghadapi pasukan iblis," setelah memijit pelipisnya beberapa saat, Lee Donghae menunjuk Jiang Long sebagai panglima tertinggi sementara alam langit.
Semua penguasa agung dan para jendral besar alam langit terkejut dengan titah Lee Donghae, selama ini tidak ada satupun panglima tertinggi, adanya 5 jendral besar yang menjadi jendral tertinggi, tapi sekarang ada Jiang Long yang menjadi panglima tertinggi, yang mana kelima jendral besar juga harus patuh pada perintah Jiang Long.
"Ampun yang mulia, hamba merasa tersanjung dengan jabatan yang diberikan, tapi hamba merasa tidak pantas mendapatkan jabatan ini yang mulia," Jiang Long dengan cepat menolak posisi panglima tertinggi.
Jiang Long menolak bukan tanpa alasan, dibandingkan dengan kelima jendral besar alam langit, kekuatan Jiang Long berada satu ranah dibawah kelima jendral besar, saat ini Jiang Long memiliki kekuatan tingkat abadi bintang 5 tahap puncak, sementara kelima jendral besar memiliki kekuatan tingkat abadi bintang 6 tahap puncak.
"Buktikan jika penguasa agung Azure tidak salah membawa mu! jika kamu jendral Long berhasil memukul mundur pasukan iblis, maka jabatan panglima tertinggi selamanya menjadi milik jendral," ucap Lee Donghae serius.
Sebenarnya dia tidak ragu dengan Jiang Long, Lee Donghae sangat kenal dengan kaisar Azure, tidak mungkin kaisar Azure mengajak orang yang tidak berguna di perang nanti.
"Baik yang mulia, hamba akan menjalankan perintah yang mulia," Jiang Long yang tidak memiliki alasan lagi, dia hanya bisa dengan terpaksa menerima jabatan panglima tertinggi alam langit.
"Jendral Jiu Kang, Jendral Yoshin, Jendral Futian, Jendral Gutang dan Jendral Suzho, mulai saat ini, kalian harus patuh pada perintah panglima Jiang Long! perintahnya adalah titah dariku," ucap Lee Donghae menekan kata katanya.
"Baik yang mulia, titah yang mulia, akan kami laksanakan," jawab kelima jendral besar, meski iri, tapi tidak ada yang berani membantah.
*******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!
__ADS_1
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih....