
"Kenapa tuan muda datang dari hutan perbatasan?" tetua Gun bertanya setelah Li Feng dan kedua istrinya masuk kedalam kota.
"Aku dan istriku memang sengaja kesana, kami hanya ingin melihat kekuatan pasukan iblis." jawab jujur Li Feng.
Tetua Gun dan para tetua sekte bangau putih tercengang dengan ucapan Li Feng, pergi melihat kekuatan iblis? apa dia bercanda? itulah pertanyaan yang ada di kepala mereka.
"Menurut perhitungan ku, pasukan iblis akan tiba disini paling lama satu minggu, tapi aku lihat kalian juga sudah membuat persiapan yang bagus." ucap lanjut Li Feng tersenyum.
"Benar tuan muda, kekaisaran langit sudah musnah, karena itulah semua klan dan sekte bergabung dengan pasukan istana, jika pasukan istana tidak mampu melawan, sudah pasti kekaisaran suci juga akan hancur." ucap tetua Gun menganggukkan kepala.
"Pangeran?" tiba tiba sebuah suara memanggil Li Feng, lalu muncul dua sosok yang sangat Li Feng kenali.
"Jun Tong? Xia Mo?" Li Feng terkejut dengan kedua bawahannya yang juga berada disitu.
"Pangeran." Jun Tong dan Xia Mo menjatuhkan diri berlutut, hal itu membuat semua orang terkejut, terutama adalah tetua Gun dan para tetua sekte bangau putih.
"Bangunlah Jun Tong! Xia Mo!" ucap lembut Li Feng, dia tidak menghiraukan keterkejutan semua orang.
"Jun Tong, Xia Mo, kenalkan mereka adalah istri ku." ucap lanjut Li Feng mengenalkan Ling Ling dan Ling Yun.
"Jun Tong dan Xia Mo memberi hormat pada tuan putri." ucap Jun Tong dan Xia Mo yang sekali lagi berlutut.
"Gege?" ucap Ling Ling yang bingung harus berkata apa.
"Mereka adalah dua pelayan yang aku ceritakan pada kalian, Jun Tong dan Xia Mo." ucap Li Feng mengenalkan kedua pelayannya.
"Bangunlah!" ucap Ling Ling tersenyum.
"Baik Tuan Putri " ucap Jun Tong dan Xia Mo, lalu keduanya bangkit berdiri.
"Jun Tong, Xia Mo, kalian berdua berhutang penjelasan padaku." ucap Li Feng yang ingin tahu kenapa kedua pelayannya berada di alam langit.
"Baik pangeran." jawab keduanya mengerti.
__ADS_1
Tetua Gun dan para tetua sekte bangau putih hanya diam dan mendengar obrolan mereka, kini mereka sudah tahu status Li Feng, namun yang membuat mereka bingung adalah Li Feng pangeran dari kekaisaran atau kerajaan mana, di alam langit hanya ada dua kekaisaran, sementara Li Feng bukan pangeran dari dua kekaisaran itu
"Tetua, kami permisi sebentar." ucap Li Feng yang ingin masuk kedalam kota dan mengobrol bersama kedua pelayannya.
"Silahkan tuan muda! kita masih memiliki banyak kesempatan untuk mengobrol." balas tetua Gun.
"Terima kasih tetua." balas Li Feng, lalu masuk kedalam kota bersama kedua istrinya, dan diikuti Jun Tong dan Xia Mo dari belakang.
Tidak beberapa lama, Li Feng, Ling Ling, Ling Yun dan kedua bawahan Li Feng tiba di alun alun kota, dapat mereka lihat ada banyak pasukan disana, baik prajurit istana maupun murid sekte dan klan.
Li Feng dan lainnya pun duduk di tepi danau yang ada di alun alun kota.
"Sekarang ceritakan padaku kenapa kalian berada disini!" ucap Li Feng setelah mereka duduk.
"Baik pangeran." jawab Jun Tong dan Xia Mo serempak, kemudian Jun Tong mulai bercerita.
"Saat terjadi guncangan di lorong dimensi ruang dan waktu dan kita terpisah, aku terlempar di alam surga, sementara saudara Xin terlempar di alam Nirvana, aku terus mencari keberadaan pangeran, begitu juga dengan saudara Xia,"
"Saat terjadi pertempuran, pasukan kekaisaran langit kalah telak, panglima kekaisaran juga tewas di tangan raja iblis, begitu juga dengan lara Patriak klan dan kuda sekte, semua tewas ditangan raja iblis." ucap Jun Tong bercerita, namun ceritanya dipotong Li Feng.
"Sebentar Jun Tong, kamu bilang panglima kekaisaran tewas di tangan raja iblis? siapa nama panglimanya?" tanya Li Feng memotong cerita Jun Tong.
"Benar pangeran, panglima kekaisaran langit tewas di tangan raja iblis," jawab Jun Tong menganggukkan kepala.
"Siapa nama panglima mereka?" tanya Li Feng yang perlahan aura membunuhnya merembes keluar, meski begitu, dia berharap bukan gurunya Jiang Long.
"Aku dengar mereka menyebutnya panglima Jiang, namun namanya yang sebenarnya adalah Jiang Long" jawab Jun Tong menyebut nama Jiang Long.
Saat mendengar dan melihat jawaban Jun Tong, aura membunuh Li Feng semakin kuat merembes keluar, aura itu bahkan menekan Jun Tong dan Xia Mo yang berada didepannya.
"Tiidaaaaakk!!"
"Tidaaaaakk!!"
__ADS_1
"Tiidaaaaakk!!"
Suara Li Feng menggema di alun alun kota, dia tidak dapat menahan kemarahan dan kesedihan saat mendengar gurunya sudah tewas ditangan raja iblis Mo.
Teriakan Li Feng itu membuat semua orang yang ada di alun alun kota mengalihkan pandangan mereka, namun tidak ada yang mendekat.
Sementara itu, Jun Tong dan Xia Mo yang tidak tahu judul film, hanya menatap bingung tuan mereka, namun keduanya menduga jika Jiang Long adalah orang dekat Li Feng.
"Gege?" ucap Ling Ling mencoba menenangkan.
"Ikut aku Lin'er! Yun'er! aku harus membunuh iblis keparat itu." ucap Li Feng yang sudah berdiri, kau berjalan kearah gerbang kota, dia ingin segera kembali ke perbatasan dan membunuh raja iblis Mo dengan cepat.
Ling Ling dan Ling Yun hanya diam dan mengikutinya dari belakang, keduanya tahu apa yang akan dilakukan Li Feng, sehingga tidak ada pertanyaan lagi.
Jun Tong dan Xia Mo juga berdiri dan mengikuti tuan mereka dari belakang, keduanya saling menatap satu sama lain dengan banyak pertanyaan di kepala.
"Tuan muda?" ucap tetua Gun memanggil saat Li Feng kembali ke gerbang kota, namun sedikitpun Li Feng tidak menoleh atau menjawabnya, Li Feng terus berjalan keluar kota, saat berada diluar kota, Li Feng melompat ke udara dan melesat ke perbatasan dengan niat membunuh yang sangat kuat.
Ling Ling, Ling Yun, Jun Tong dan Xia Mo juga melompat ke udara dan mengikuti Li Feng dari belakang.
"Gege? tenangkan dirimu Gege!" ucap Ling Ling yang terus mencoba menenangkan Li Feng.
"Aku tidak bisa tenang sebelum iblis itu mati, Ling'er." balas Li Feng dengan niat membunuh yang sangat kuat, yang dia pikirkan saat ini hanyalah membunuh raja iblis dan membalaskan dendam gurunya.
Melihat Li Feng yang sangat ingin membunuh raja iblis, Jun Tong dan Xia Mo semakin yakin jika Li Feng memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Jiang Long, namun keduanya tidak berani bertanya dan hanya diam saja.
*******
Tinggalkan Like dan Komentarnya ya kak!!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih...
__ADS_1