
"Walaupun kami telah menyelesaikan tugas dan mendapat bayaran kami, tapi seperti yang tuan muda katakan sebulan yang lalu, mencoba kekuatan dengan pasukan iblis, aku juga penasaran seperti apa kekuatan ku saat ini," ucap Shin Ping berkata serius.
"Benar tuan muda, aku juga ingin menguji kekuatan yang tuan muda berikan ini," timpal Yong Gi.
Shin Ping dan Yong Gi ingin membantu bukan karena tanpa alasan, keduanya merasa berhutang budi pada Li Feng, berkat buah buah abadi yang diberikan Li Feng, keduanya dapat meningkatkan kekuatan mereka hingga dua tahap.
"Terima kasih Patriak Yong, Patriak Shin," ucap Li Feng senang, lalu menoleh pada kelima Patriak lainnya.
Merasa sudah terlanjur basah berada di medan pertempuran, kelima Patriak lainnya mengangguk untuk membantu.
"Guru lihat kan? aku punya banyak teman," ucap Li Feng tersenyum kearah Jiang Long.
Jiang Long tidak berkata apa apa, dia cukup tercengang dengan kekuatan yang dimiliki ketujuh Patriak sekte dan klan, belum lagi dengan kekuatan yang dimiliki oleh Ling Ling.
"Siapa mereka?" tanya Jiang Long mengangkat dagu kearah Ling Ling dan kelima pelayan Li Feng.
"Mereka adalah orang orang ku, guru, beri hormat pada guru!" jawab Li Feng dan memerintahkan keenamnya memberi hormat pada Jiang Long.
"Hormat kami tuan guru," ucap Ling Ling dan kelima pelayan lainnya.
"Siapa namamu? kamu sangat cantik," ucap Jiang Long tersenyum pada Ling Ling.
"Nama saya Ling Ling, tuan guru," jawab Ling Ling menundukkan kepala.
"Feng'er, apa mata kamu sudah buta? bagaimana bisa kamu menjadikan gadis secantik ini pelayan? dia lebih cocok jadi istri mu," ucap Jiang Long pura pura kesal.
Saat Jiang Long pura pura kesal, tidak dengan Ling Ling dan Li Feng, wajah keduanya merah merona seperti kepiting rebus, terutama Ling Ling, dia merasa sangat malu dengan ucapan Jiang Long, yang mana Jiang Long mengatakan dia lebih cocok jadi istri Li Feng.
"Guru apa apaan sih, mana mungkin dia mau menjadi istri ku, guru, benarkan Ling Ling?" balas Li Feng malu bercampur sedikit kesal, tapi sebenarnya dia juga menyukai Ling Ling.
Ling Ling tidak menjawab, wajahnya semakin memerah, bahkan dia terlihat sangat malu, sehingga membuat Jiang Long tidak bisa menahan tawanya.
__ADS_1
"Hahaha.. lihatlah Feng'er, Ling'er juga menyukai mu, baiklah, setelah perang selesai, guru akan menikahkan kalian berdua," ucap Jiang Long tertawa.
Li Feng dan Ling Ling semakin salah tingkah, dengan mudahnya Jiang Long mengatakan akan menikahkan mereka begitu saja, apalagi keduanya baru kenal dan hanya sebagai tuan dan pelayan.
"Terserah guru saja," ucap Li Feng pura pura malas, padahal kata Ahmad Dani, "Senangnya dalam hati, kalau beristri dua," itulah gambaran perasaan yang Li memiliki saat ini.
"Baiklah, kita selesaikan dulu perang ini, aku yakin jendral besar iblis sudah tiba di kota Wu," ucap Jiang Long mengalihkan topik.
Li Feng, Jiang Long dan semua pasukan bergerak kearah utara, dimana pasukan istana berada disana.
Tiga jam kemudian, mereka tiba di pasukan istana berada, tapi Jiang Long langsung memberi perintah untuk bergerak ke kota Wu, sehingga pasukan istana juga bergabung dengan pasukan dari tujuh sekte dan klan.
"Bagaimana dengan kekuatan pasukan iblis guru?" saat perjalanan, Li Feng bertanya serius.
"Menurut laporan, pasukan iblis memiliki lima jendral besar yang berkekuatan tingkat abadi bintang 7 tahap puncak, tapi setelah kamu berada disini, guru tidak khawatir lagi, guru merasakan ada kekuatan besar yang mengalir dari dalam tubuhmu," jawab Jiang Long tenang.
Saat ini Jiang Long tidak khawatir lagi, dengan kekuatan muridnya dan para pelayan, ditambah lagi dengan ketujuh Patriak sekte dan klan, Jiang Long sangat yakin jika mereka akan memenangkan pertempuran dengan sangat mudah.
"Hehehe buat apa guru khawatir Feng'er? bukannya ada kamu dan keenam pelayan anak buah mu? jika guru mau, guru tidak perlu terlibat dalam pertempuran nanti, guru ingin melihat kamu bermain," jawab Jiang Long terkekeh.
"Hemm.. guru ada ada saja," balas Li Feng bingung.
Seminggu kemudian.
Setelah melakukan perjalanan selama seminggu, Li Feng dan lainnya akhirnya tiba di hutan yang tidak jauh dari kota Wu, dapat mereka lihat jika pasukan iblis juga sudah bersiap bertempur didepan kota, dan yang memimpin pasukan iblis adalah jendral besar iblis Suanli dan jendral besar iblis Sua Gi.
Li Feng dan Jiang Long maju kedepan, lalu di ikuti oleh ketujuh Patriak sekte dan klan, kelima jendral besar istana dan keenam pelayan Li Feng dari belakang, berada kurang dari 50 meter dari gerbang kota, Li Feng berkata dengan tenang.
"Aku beri kalian 2 pilihan, yang pertama menyerah, yang kedua kita bertempur dan aku musnahkan," ucap Li Feng tenang.
"Hahaha.. apa kamu sedang mengancam kami bocah? kalian hanya unggul jumlah, tapi kalian hanya sekumpulan semut di hadapan ku," ucap jendral besar Suanli tertawa, dia merasa Li Feng sudah gila.
__ADS_1
Whush..
Tanpa berkata dua kali, Li Feng melepaskan tapak semesta kearah jendral besar iblis Suanli.
Boom..
Seketika tubuh jendral besar Suanli meledak menjadi kabut darah hanya dengan satu serangan, kejadian itu membuat jendral besar Sua Gi dan pasukan iblis terkejut, selain terkejut, mereka juga berkeringat dingin, kini mereka sadar siapa yang berbicara tadi.
Bukan hanya jendral besar iblis Sua Gi dan pasukan iblis yang terkejut, Jiang Long dan kelima jendral besar istana juga tidak kalah terkejut, seorang iblis berkekuatan tingkat abadi bintang 7 tahap puncak tapi diledakkan dengan sangat mudah, apalagi hanya dengan satu serangan.
"Jangan pikir kami takut padamu bocah, kami tidak pernah takut pada siapapun," ucap jendral besar iblis Sua Gi mencoba membuang jauh jauh rasa takut yang menyerang dirinya.
"Benarkah?" tanya Li Feng santai.
"Ling Ling, tetua pertama, tetua kedua, tetua ketiga, tetua keempat, tetua kelima, Patriak Yong, dan para Patriak semua, aku rasa kalian boleh mencoba kekuatan baru kalian," ucap lanjut Li Feng mengitari pandangannya.
"Baik tuan muda," jawab Ling Ling dan kelima tetua.
"Dengan senang hati tuan muda," jawab ketujuh Patriak.
Mereka bertiga belas orang lalu melepaskan serangan kearah pasukan iblis yang sudah ketakutan.
Boom Boom Boom..
Ledakan menggema didepan gerbang kota Wu, lalu mengubah banyak pasukan iblis menjadi kabut darah, bersamaan dengan potongan potongan daging yang berjatuhan ke berbagai arah.
******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
__ADS_1
Terima Kasih...