Kultivasi Naga

Kultivasi Naga
Siapa Lagi Yang Ingin Mati?


__ADS_3

Tidak beberapa lama, Li Feng tiba di istana Ming, lalu masuk kedalam, didalam istana, Ling Ling, Ling Yun dan keempat gadis pengawal sedang mengobrol ringan di ruang keluarga.


"Gege," ucap Ling Ling berlari kecil memeluk Li Feng, dan sudah pasti hal itu membuat adiknya Ling Yun merasa sakit di hati.


"Ling'er," ucap Li Feng, lalu mengecup kening Ling Ling.


Saat mata Li Feng menangkap Ling Yun yang matanya berkaca kaca, Li Feng tersenyum dan membuka tangan kirinya memberi isyarat untuk Ling Yun mendekat dan memeluknya juga, tanpa menunggu lama, Ling Yun berdiri dan berlari kecil memeluk Li Feng dan menangis seduh dalam pelukan Li Feng.


Namun anehnya Ling Ling tidak marah atau protes, justru dia semakin menguatkan pelukannya, untuk pertama kalinya dua kakak beradik menyukai pemuda yang sama dan pemuda itu menyukai keduanya bersamaan juga.


"Bagaimana keadaan kalian?" tanya Li Feng lembut mengelus kepala Ling Ling dan Ling Yun.


"Kami baik baik saja Gege," jawab Ling Yun yang semakin membenamkan wajahnya di dada bidang Li Feng.


Li Feng kemudian melepaskan pelukannya pada kedua gadis cantik kakak beradik, lalu ketiganya duduk dan mengobrol, sementara keempat gadis pengawal keluar meninggalkan mereka.


Keesokan harinya.


Li Feng keluar dari dunia jiwa, dan hari sudah menjelang malam di dunia luar, Li Feng lalu keluar penginapan, dia tidak ingin lagi bekerja sama dengan tuan kota naga, saat ini Li Feng memiliki pasukan yang kuat, tinggal menunggu waktu untuk menyerang saja.


Tujuan Li Feng saat ini adalah mencaritahu klan dan bangsawan mana saja yang mendukung Jing Hao, Li Feng ingin memusnahkan satu persatu pendukung Jing Hao hingga tidak tersisa satupun, barulah dia memusnahkan Jing Hao.


Saat berada di lantai bawah, tanpa sengaja Li Feng mendengar obrolan beberapa pria paruh baya, yang merupakan kaki tangan Jing Hao, mereka berasal dari klan naga air.


Dari obrolan para pria paruh baya, Li Feng mendengar jika saat ini Jing Hao membuat sayembara untuk cicitnya, dimana Jing Hao membuat sayembara untuk mencari calon suami untuk cicitnya.


"Menarik, akan lebih menarik lagi jika aku memberi kejutan di sayembara itu," gumam Li Feng tersenyum jahat.


Li Feng kemudian keluar penginapan, sayembara sendiri akan dilakukan bulan depan, artinya Li Feng masih sempat berada di ibukota kekaisaran naga, karena perjalanan dari kota naga ke ibukota kekaisaran hanya membutuhkan waktu 4 minggu, atau 28 hari, artinya Li Feng akan tiba 2 hari lebih dulu sebelum sayembara dimulai.


Setelah berada diluar penginapan, Li Feng menuju gerbang kota, padahal hari sudah menjelang malam, bermalam dihutan sudah merupakan makan minum Li Feng, sehingga dia tidak peduli mau malam atau siang, Li Feng tetap melakukan perjalanan.


Tidak jauh dari gerbang kota, Li Feng melayang di udara dan melesat ke ibukota, awalnya Li Feng berencana mencari informasi mengenai klan dan bangsawan mana saja yang mendukung Jing Hao, tapi dengan ada nya sayembara, tentu lebih memudahkan Li Feng untuk mengetahui mereka.


*******


Di Istana Kekaisaran.


"Bagaimana dengan edaran yang aku perintahkan?" saat ini Jing Hao duduk di singgasana dan mengitari pandangannya pada semua mentri dan juga empat jendral besar, Jing Hao menanyakan tentang edaran sayembara yang dia lakukan untuk mencari calon suami buat cicitnya.


"Hamba telah memerintahkan seratus pasukan elite untuk menyebar diseluruh kota dan desa, yang mulia, hamba yakin akan ada banyak tuan muda klan dan bangsawan yang mau mengikuti sayembara itu," jawab salah satu jendral besar dalam posisi berlutut.


"Bagus jendral Simao, siapkan sayembara itu dengan baik! aku tidak ingin ada kesalahan sedikitpun dalam sayembara nanti," balas Jing Hao serius.

__ADS_1


"Baik yang mulia, hamba akan melakukan yang terbaik," jawab jendral Simao serius, sebagai seorang jendral besar kekaisaran, tugas itu adalah sangat penting baginya, dengan dipercayai seperti itu, tentu jendral Simao semakin menjadi andalan Jing Hao.


*******


Waktu terus berlalu.


Tak terasa dua minggu sudah Li Feng melakukan perjalanan ke ibukota, kini Li Feng berada disebuah kota yang hanya berjarak 2 minggu dari ibukota, Li Feng masih memiliki 16 hari sebelum turnamen dimulai.


Waktu dua minggu didunia luar sama dengan lebih dari 4 bulan di dunia jiwa, tanpa Li Feng sadari, kekuatan 10 ribu murid elite klan Jing, klan Tien dan klan Wong sudah meningkat ke tingkat penguasa bintang 9 tahap awal.


Selain mereka, Jing Jie dan ke 15 tetua klan Jing juga mengalami peningkatan, kultivasi Jing Jie dan ke 15 tetua meningkat ke tingkat penguasa bintang 9 tahap puncak, yang mana kekuatan ke 16 nya setara dengan kekuatan Tien Tie dan Wong Fei.


Bukan hanya mereka, ke 100 tetua klan Tien dan klan Wong juga sama, ke 100 tetua juga mengalami peningkatan kekuatan hingga menembus tingkat penguasa bintang 9 tahap puncak, artinya, saat ini Li Feng memiliki 118 bawahan yang memiliki kultivasi tingkat penguasa bintang 9 tahap puncak.


Murid luar, murid dalam dan murid inti dari ketiga klan juga mengalami peningkatan kekuatan, tapi murid inti mentok di tingkat penguasa bintang 8, murid dalam di tingkat penguasa bintang 7, murid luar mentok di tingkat penguasa bintang 6.


Setelah berada di kota selama semalam, Li Feng kembali melanjutkan perjalanan nya ke ibukota, dia sudah tidak sabaran untuk tiba di ibukota.


*******


Dua Minggu Sebelumnya.


"Bagaimana saudara Chuang? apa kita sertakan Jiao'er untuk mengikuti sayembara itu?" saat ini Weng Chuang dan Weng Ching duduk di kursi utama kekaisaran Harimau Emas, sementara kaisar yang sekarang berada dibawah bersama dengan para mentri dan jendral nya.


"Benar saudara Chuang, aku juga memikirkan hal itu, dengan mengikutsertakan Jiao'er dalam sayembara itu, sama halnya dengan kita mendukung kaisar bodoh itu dan mengkhianati saudara Qian," balas Weng Ching menganggukkan kepala.


"Jangan mengikutsertakan Jiao'er dalam sayembara itu! siapkan pasukan dan berangkat ke ibukota! aku yakin saudara Qian akan membuat kekacauan disana, dan kamu sendiri yang memimpin pasukan kesana!" ucap lanjut Weng Ching mengalihkan pandangannya pada kaisar yang sekarang, yang tidak lain adalah kaisar Weng Jian.


"Baik leluhur," jawab patuh kaisar Weng Jian, meskipun dia sebagai kaisar, tapi yang ada didepannya itu kaisar pertama sekaligus leluhur kekaisaran harimau emas.


Jarak antara Kekaisaran harimau emas dan kekaisaran naga juga tidak terlalu jauh, namun jika menggerakkan pasukan ke kekaisaran naga, mereka akan membutuhkan waktu lebih dari dua bulan untuk dapat tiba di kekaisaran naga.


Meski begitu, Weng Ching dan Weng Chuang tetap ingin mengirimkan pasukan meski tahu terlambat, keduanya berpikir lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.


*******


Waktu sekali lagi telah berlalu dua minggu semenjak Li Feng meninggalkan kota, saat ini Li Feng sudah berada di depan ibukota kekaisaran naga, dalam perjalan, jenderal Ze susah mengirimkan pesan pada Li Feng tentang meningkatnya kekuatan para pasukan.


Hal itu membuat Li Feng semakin bersemangat untuk menghancurkan istana kekaisaran naga, Li Feng merubah rencananya, jika kemarin dia berencana hanya membunuh Jing Hao, kini Li Feng berencana menghancurkan istana kekaisaran sekaligus.


Li Feng akan membangun kekaisaran baru di perbatasan keempat kekaisaran, sementara keempat kekaisaran akan diubah menjadi kerajaan seperti dulu, Li Feng hanya ingin ada satu kekaisaran seperti dulu sewaktu dia masih menjadi kaisar kekaisaran naga, dan satu satunya kaisar yang ada di alam para binatang.


Setelah mendapat pemeriksaan dan membayar pajak masuk kota, Li Feng dengan tenang masuk kedalam, saat ini Li Feng ingin melihat kekaisaran yang dia tinggalkan dalam jangka waktu yang sangat lama itu.

__ADS_1


"Ternyata sudah ada banyak perubahan," gumam Li Feng yang sedikit takjub dengan ibukota yang sedikit lebih besar dari yang dia tinggalkan.


Terus berjalan melewati setiap penduduk dan pedagang yang menjajakan dagangan, Li Feng berjalan dengan mengitari pandangannya kesana kemari.


"Minggir! pangeran kedua mau lewat," tiba tiba sebuah suara dari belakang berseru, langsung saja semua orang memberi jalan saat mendengar nama pangeran kedua disebut.


Saat semua orang menyingkir, Li Feng dengan acuh terus menapaki jalan ke pusat kota dan tidak menghiraukan seruan itu sama sekali.


"Bajingan! cepat minggir! pangeran kedua mau lewat," seru suara itu kembali, dia jengkel karena Li Feng tidak kunjung memberikan jalan untuk iring iringan kereta kuda dari belakang.


Merasa dia yang dibentak, Li Feng menghentikan langkah dan membalikkan badannya, dapat dengan jelas Li Feng melihat iring iringan kereta kuda didepannya.


Sebenarnya kereta kuda pangeran kedua masih berjarak 100 meter, karena saat ini kereta kuda baru melewati gerbang kota, hanya saja para pengawal sudah lebih dulu berada didepan untuk menyingkirkan semua yang berada ditengah jalan.


"Siapa kamu yang berani membentak ku?" tanya Li Feng menatap tajam salah satu penunggang kuda yang membentaknya.


"Bajingan!"


Whush..


Ucap penunggang kuda murka, lalu dia lepaskan serangan tapak pada Li Feng, namun sebelum tapak itu mengenai Li Feng, sebuah telapak tangan sudah lebih dulu menampar penunggang kuda dan meledakkan kepalanya.


Boom..


Kepala penunggang kuda meledak begitu saja, apa yang dilakukan Li Feng itu membuat semua orang tercengang dengan mata terbelalak.


"Tidak ada yang boleh menyinggung ku!" ucap Li Feng menatap tajam beberapa penunggang kuda yang berada didepannya.


"Bajingan, bunuh pemuda sombong itu!" seru salah satu penunggang kuda dengan niat membunuh yang kuat.


"Dasar bodoh," ucap Li Feng tersenyum.


Saat puluhan penunggang kuda melesat menyerangnya, Li Feng mengayunkan tangan, lalu sapuan angin ektrim melesat kearah mereka dan menyayat tubuh puluhan penunggang kuda.


Sekali lagi mata semua orang terbelalak melihat apa yang Li Feng lakukan, dia begitu berani membunuh prajurit istana di ibukota, hal itu sama saja dengan menyinggung istana, apalagi para prajurit itu adalah para pengawal pangeran kedua.


"Siapa lagi yang ingin mati?" ucap Li Feng menatap tajam puluhan prajurit yang masih terbelalak.


******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.

__ADS_1


Terima Kasih...


__ADS_2