
"Majulah jika kalian punya nyali!" tantang Li Feng.
"bajingan kamu bocah, apa kamu mencoba menakuti kami dengan pedang mainan mu itu? naif!" balas tongkat biru, lalu dia maju menyerang Li Feng.
Li Feng yang melihat tongkat biru yang maju menyerang, dia pun memegang erat pedang naga emas, lalu dia berteriak.
"pedang membelah bumi,"
teriak Li Feng, lalu dia menyuntikkan Qi kedalam pedang naga emas, kemudian Li Feng mengayunkan pedang naga seperti orang yang membelah kayu bakar kearah tongkat biru yang berjarak sudah tidak jauh darinya.
Whush..
Gelombang angin melesat cepat ke arah tongkat biru.
"awaaas!" seru tongkat hitam, dia melihat dan merasakan serangan yang dilepaskan Li Feng itu jauh lebih kuat dari sebelumnya.
mendengar seruan tongkat hitam, hal itu tidak membuat tongkat biru menghindar, tapi dia membuat suatu serangan untuk melawan serangan yang dilepaskan Li Feng itu.
Whush..
tongkat biru juga melepaskan serangannya pada Li Feng.
Booooomm...
terjadi ledakan kembali disaat serangan Li Feng dan tongkat biru beradu, namun serangan Li Feng menembus pertahanan serangan tongkat biru, lalu serangan pedang membelah bumi yang dilepaskan Li Feng itu melesat cepat ke arah tongkat biru.
Slash...
tongkat biru terbelah menjadi dua bagian, lalu tubuhnya roboh ketanah menaksir dua bagian.
"Tidaaaak!" seru tongkat hitam yang melihat adik seperguruan nya tewas terbelah menjadi dua.
"bajingan kamu bocah, aku akan membunuh mu," seru tongkat hitam lagi, kini dia sudah tidak dapat mengontrol emosi nya, lalu dia menyerang dengan kekuatan puncak.
Li Feng yang melihat tongkat hitam sudah tidak bisa mengendalikan konsentrasi dalam bertarung pun memanfaatkan kesempatan itu, lalu dia siap menyambut serangan tongkat hitam.
Traaaang Traaang Traaang
Booooomm Booooomm Booooomm..
kembali terjadi bunyi senjata beradu dan suara ledakan disaat Li Feng dan tongkat hitam kembali bertarung, namun pertarungan mereka kali ini agak berbeda, sebab tongkat hitam menyerang Li Feng dengan teknik yang sudah tidak beraturan, yang ada di pikirannya saat ini adalah membunuh Li Feng.
Traaaang Traaang Traaang
Booooomm Booooomm Booooomm..
tongkat hitam menyerang Li Feng dengan bringas, dia sangat bernafsu untuk membunuh Li Feng secepatnya, tapi yang ada, justru Li Feng memanfaatkan kegilaan tongkat hitam itu.
setiap serangan yang dilepaskan oleh tongkat hitam, Li Feng hanya menghindar untuk menguras tenaga tingkat hitam, karena dia tahu tongkat hitam sudah hilang kesadaran dan hanya dikuasai emosi.
Traaaang Traaang Traaang
Booooomm Booooomm Booooomm..
__ADS_1
bunyi senjata dan ledakan terus terjadi, meski begitu, Li Feng masih belum membalas serangan yang dilepaskan tongkat hitam, hal itu membuat tongkat hitam semakin marah, dia menganggap Li Feng menganggapnya enteng.
apa yang dilakukan Li Feng itu bukan hanya membuat tongkat hitam marah, tapi juga membuat ratusan kultivator yang menyaksikan pertarungan panjang meraka pun jadi heran, mereka semua heran karena Li Feng tidak membalas serangan tongkat hitam, dia hanya menangkis dan menghindar saja.
ratusan kultivator itu sangat setia menyaksikan pertarungan Li Feng melawan tongkat hitam dan tongkat biru sudah seminggu ini, karena selama Li Feng bertarung melawan tongkat hitam dan tongkat biru, ratusan kultivator itu tidak pergi sama sekali, mereka semua sangat penasaran dengan hasil pertarungan mereka.
dan ketika mereka lihat Li Feng berhasil membunuh tongkat biru, hal itu membuat mereka semua terkejut, bagaimana tidak? sebagai kultivator terkuat no 24 dari seluruh alam, justru tongkat biru tewas ditangan seorang pemuda.
ditambah lagi, pemuda itu bertarung menghadapi tongkat hitam dan tongkat biru secara bersamaan, tapi pemuda itu berhasil membunuh tongkat biru, tentu saja berita itu akan menggemparkan dunia kultivator di daratan rendah.
"kenapa pemuda itu tidak membalas serangan tongkat hitam?" tanya salah satu pria paruh baya.
"aku juga tidak tahu, tapi aku menduga jika pemuda itu ingin menguras tenaga tingkat hitam, jika tingkat hitam sudah kelelahan karena terus mengeluarkan kekuatan nya, barulah pemuda itu melawan nya dan membunuh tongkat hitam," balas yang lain.
"aku juga berpendapat seperti itu, pemuda itu memang cerdik, selain memiliki kekuatan yang besar diusia muda, dia juga cerdik memanfaatkan keadaan," timpal yang lain.
*******
Ditempat terjadinya pertarungan.
menjelang malam.
"Sudah cukup main mainnya kak tua!" ucap Li Feng, karena sudah lebih dari 2 jam dia terus menghindari serangan tongkat hitam.
lalu Li Feng mengambil jarak untuk menyiapkan serangan, merasa cukup bagus, Li Feng kembali melemparkan pedang naga emas keatas langit.
"pedang seribu bayangan,"
teriak Li Feng, lalu pedang naga emas itu berubah menjadi pilihan bilah bilah pedang, setelah itu, Li Feng melepaskan puluhan bilah bilah pedang yang merupakan bayangan dari pedang naga emas itu ke arah tongkat hitam.
puluhan bilah bilah pedang itu melesat dengan cepat kearah tongkat hitam, tongkat hitam yang melihat puluhan pedang yang melesat kearah nya dengan kecepatan ekstrim pun kembali melemparkan tongkatnya keatas langit.
lalu tongkat itu berputar seperti yang dia dan tongkat biru lakukan, lalu tercipta badai tornado, kemudian badai tornado itu semakin membesar, tongkat hitam lalu menyuntikkan Qi nya kedalam badai tornado itu.
kemudian dia lepaskan ke arah puluhan bilah bilah pedang yang sudah berada tidak jauh didepan nya.
tongkat hitam menggunakan jurus tongkat pemukul angin karena dia berharap jurus tongkat pemukul angin itu dapat menyerap semua bilah bilah pedang itu dan menggulungnya didalam.
Whush..
badai tornado itu memang menyerap puluhan bilah bilah pedang itu, hal itu membuat tongkat hitam merasa senang, karena dia berpikir jika puluhan bilah bilah pedang itu sudah digulung dan dihancurkan oleh badai tornado buatan nya.
tapi apa yang dipikirkan oleh tongkat hitam itu salah, karena puluhan bilah bilah pedang itu menembus badai tornado yang dibuat nya, lalu melesat cepat kearah tongkat hitam.
Whush... Whush... Whush...
Slash... Slash... Slash...
puluhan bilah bilah pedang itu menyayat tubuh tongkat hitam, setiap sayatan yang tercipta, tongkat hitam merasakan rasa sakit yang amat.
"Aaaaaaarrg,"
jerit tongkat hitam ketika puluhan bilah bilah pedang itu menyayat tubuhnya, beberapa saat kemudian, badai tornado yang dibuat tongkat hitam pun hilang, badai tornado hilang karena tubuh tongkat hitam sudah terpotong potong menjadi bagian bagian kecil.
__ADS_1
hal itu sekali lagi membuat ratusan kultivator itu terkejut, mereka semua tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, bagaimana bisa seorang pemuda membunuh 2 kultivator terkuat urutan 24 dan 25 di seluruh daratan rendah?
meskipun mereka bertarung selama seminggu, tapi hal itu masih belum bisa mereka terima, karena dapat membunuh tongkat hitam dan tongkat biru bersamaan harus membutuhkan kekuatan yang besar, sementara mendapatkan kekuatan yang besar itu membutuhkan waktu yang sangat lama.
tapi yang membunuh tongkat hitam dan tongkat biru adalah seorang pemuda kemarin sore, darimana dia mendapatkan kekuatan yang besar itu? selain terkejut, ratusan kultivator itu juga penasaran dengan sumber kekuatan yang dimiliki Li Feng.
Ditempat pertarungan.
setelah berhasil membunuh tongkat hitam, Li Feng menyarungkan kembali pedang naga emas, lalu dia masukkan kedalam cincin penyimpanan.
setelah itu, Li Feng melayang mendekat ke arah tongkat hitam,, lalu dia melepaskan cincin penyimpanan dari jari tongkat hitam, kemudian dia pergi ke jasad tongkat biru dan melepaskan cincin penyimpanan milik tongkat biru juga.
setelah mengambil kedua cincin penyimpanan milik lawannya yang baru saja dia bunuh, Li Feng melayang di udara dan melesat ke arah ibukota, dia mengabaikan semua kultivator yang masih belum beranjak dari tempat mereka.
melihat kepergian Li Feng, beberapa dari mereka mengikutinya, entah kenapa mereka mengikuti Li Feng, tapi yang pasti, tidak ada yang memiliki niat buruk terhadap Li Feng.
Disisi lain.
Li Feng terus melesat kearah barat, dimana ibukota kekaisaran Tang berada, 5 jam kemudian, Li Feng sudah melihat gerbang ibukota, lalu dia mendarat dan berjalan ke arah gerbang kota.
hanya beberapa puluh tarikan nafas, Li Feng sampai di gerbang ibukota, lalu dia masuk kedalam tanpa ada yang berani menahan atau memeriksanya, tentu saja hal itu membuat beberapa sosok yang mengikutinya itu semakin penasaran dengan Li Feng.
sesampainya didalam kota, Li Feng lalu pergi ke istana kekaisaran, sepanjang jalan, setiap orang yang dia lewati itu menoleh kearah nya, sebab saat ini tampang Li Feng sangat buruk karena bertarung selama seminggu.
meski begitu, tidak ada yang berani menegur atau melarangnya berada didalam kota, sebab mereka semua sudah mengenal sosok Li Feng.
tidak lama kemudian, Li Feng sampai di gerbang istana, lalu dia masuk kedalam, setelah berada didalam kamar, Li Feng pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri.
selesai membersihkan diri dan memakai pakaian yang baru, Li Feng naik keatas kasurnya, lalu dia menelan pil penyembuhan dan menutup mata untuk menyerap nya, sebab hari sudah malam.
tak terasa mentari pagi kembali menyambut Li Feng dan seluruh penghuni daratan rendah, Li Feng pun membuka mata dan menghentikan kultivasi nya, lalu dia bangkit dan keluar kamar.
setelah keluar dari kamar, Li Feng pergi ke aula pertemuan, entah apa yang akan dilakukannya di aula pertemuan, sesampainya disana, semua mentri dan ketiga jendral serta panglima Jichao juga sudah ada.
"hormat kami pangeran," ucap semua orang menundukkan kepala mereka.
"panglima Jichao, perintahkan seorang prajurit untuk memanggil tuan Yuan Li kesini!" perintah Li Feng.
"baik pangeran," jawab patuh panglima Jichao, lalu dia keluar dari aula pertemuan untuk memerintahkan prajurit untuk memanggil Yuan Li, Patriak keluarga bangsawan Yuan.
"ada yang ingin aku sampaikan pada kalian semua, tapi setelah tuan Yuan Li ada disini," ucap Li Feng menatap semua mentri dan jendral.
"baik pangeran," jawab mereka semua patuh.
setelah menunggu cukup lama, Yuan Li dan prajurit tadi datang, lalu Yuan Li masuk kedalam aula pertemuan.
begitu dia melihat Li Feng yang duduk di singgasana, Yuan Li sangat terkejut, lalu dia buru buru membungkukkan badannya memberi hormat pada Li Feng.
"dalam tuan muda Li," ucap Yuan Li memberi hormat.
******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!
__ADS_1
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih....