Kultivasi Naga

Kultivasi Naga
Mengambil Alih Tahta Kekaisaran Naga


__ADS_3

"Tu-tuan muda?" jendral Goheng terkejut saat melihat Li Feng berada ditengah tengah ruangan.


"Kita bertemu lagi jenderal, bagaimana? sudah kamu sampaikan pesanku?" ucap Li Feng tersenyum.


Whush.. Whush.. Whush..


Jing Jie, Tien Tie, Wong Fei dan seratus lima belas tetua dari tiga klan berbeda, keluar dari dunia jiwa dan memenuhi aula pertemuan istana, kemunculan mereka membuat Jing Hao, para mentri dan jendral terkejut, apalagi dengan aura yang mereka miliki.


"Yang mulia," ucap keseratus delapan belas bawahan Li Feng berlutut.


"Jing Jie, Jing Chen dan kalian tetua klan Jing, aku serahkan Jing Hao pada kalian!" ucap Li Feng tersenyum.


"Baik yang mulia," jawab mereka bersemangat, sudah sangat lama mereka tunggu tunggu saat saat seperti ini, dan akhirnya saat itu tiba juga.


Jing Jie dan ke 15 tetua serta yang lain berdiri, lalu Jing Jie menatap Jing Hao yang masih belum sadar dari keterkejutannya.


"Kita bertemu lagi paman pengkhianat, oh tidak! kamu tidak pantas disebut paman, kamu lebih pantas disebut anjing penjilat," ucap Jing Jie dengan tersenyum jahat.


"Tien Tie, Wong Fei dan kalian semua, habisi para mentri dan jendral keparat ini! lalu pergi ke barak pasukan! jika ada yang melakukan perlawanan, habisi mereka!" ucap Li Feng memberi perintah.


"Baik yang mulia," jawab Tien Tie, Wong Fei dan keseratus tetua, lalu melesat pada mentri dan jendral yang sedari tadi masih belum sadar juga.


Boom Boom Boom..


Ledakan terjadi dalam aula pertemuan, Tien Tie, Wong Fei dan ke 100 tetua menjadikan ke 25 mentri dan jendral Goheng bulan bulanan, mereka tidak langsung membunuh dan hanya memukul dan membanting para mentri dan jendral Goheng.


Sementara itu, Jing Jie, Jing Chen dan ke 14 tetua lainnya juga mengeroyok Jing Hao seperti ayam yang berebutan makanan, meski memiliki kultivasi tingkat penguasa bintang 9 tahap menengah, tapi Jing Jie dan ke 15 tetuanya memiliki kultivasi satu tahap diatasnya, sehingga Jing Hao tidak dapat berbuat apa apa.

__ADS_1


"Selesaikan mereka dan geledah seluruh istana! cari semua keturunan Jing Hao dan habisi mereka! jangan sisakan satupun!" ucap Li Feng memberi perintah, dia merasa sudah cukup menyiksa para mentri dan jendral Goheng.


Tien Tie, Wong Fei dan ke 109 tetua dengan patuh melakukan perintah Li Feng, setelah membunuh para mentri dan jendral Goheng, Tien Tie dan lainnya berpencar dan menggeledah semua istana, setiap ada prajurit berjaga yang menghalangi, sudah tentu hidupnya berakhir.


Jing Hao sendiri masih terus disiksa oleh Jing Jie dan lainnya, mereka tidak merasa kasihan padanya sedikitpun, yang ada dipikiran mereka saat ini adalah memberikan rasa sakit yang bahkan sudah matipun Jing Hao tidak akan melupakannya.


"Jangan biarkan dia cepat mati! terlalu mudah bagi seorang pengkhianat cepat mati," ucap Li Feng yang sudah duduk di singgasana, dimana singgasana yang dia tinggalkan selama lima ratus juta tahun.


Jing Jie dan ke 15 tetua terus menyiksa Jing Hao hingga tubuhnya remuk dan tidak dapat bergerak lagi, sementara Li Feng hanya diam dan tidak melarang mereka, yang penting mereka tidak segera membunuhnya.


Di bangunan bangunan yang lain, Tien Tie, Wong Fei dan ke 100 tetua juga menggeledah setiap bangunan bangunan istana, setiap ada prajurit yang menghadang, tidak ada yang mereka biarkan hidup, satu demi satu bangunan mereka masuki dan membunuh penghuninya.


Bahkan cicit Jing Hao yang mencari calon suami pun tidak dibiarkan hidup, gadis cantik itu dipenggal oleh Wong Fei dalam posisi berlutut minta di ampuni, tapi Wong Fei tidak ingin gadis cantik itu menjadi bumerang dimasa depan.


Menjelang sore.


Semua mentri dan jendral Goheng sudah tewas, sementara Jing Hao dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, Jing Chen yang melihat keempat jendral pun melesat kearah mereka, lalu diikuti ketiga tetua lainnya.


Keempat jendral besar menjadi pucat pasi saat melihat kekuatan Jing Chen dan ketiga tetua lainnya yang melesat kearah mereka, mereka tahu Jing Chen dan ketiga tetua lainnya bukan lawan mereka.


Tien Tie, Wong Fei dan ke 100 tetua juga sudah mengamankan pasukan yang berada di barak, semua pasukan tidak ada yang mau mati konyol, mereka semua menyatakan setia pada Li Feng, sehingga Tien Tie, Wong Fei dan ke 100 tetua melepaskan mereka.


Keesokan harinya.


Li Feng memerintahkan Jing Jie, Tien Tie dan Wong Fei untuk membuat pengumuman di alun alun kota, dan isi pengumuman adalah tidak ada lagi sayembara, dan kaisar kekaisaran naga telah berganti, selain itu, setiap patriak klan, bangsawan juga harus datang bulan depan untuk menyatakan sumpah setia, jika ada Patriak yang tidak datang, artinya memberontak.


Tapi bukan mereka saja yang Li Feng perintahkan, Jing Chen dan lainnya juga Li Feng perintahkan untuk memusnahkan semua keluarga bangsawan yang anggota keluarganya menjadi mentri dan jendral istana kekaisaran, Li Feng tidak ingin melepaskan mereka begitu saja.

__ADS_1


Jing Chen dan ke 114 tetua dari tiga klan berbeda pun membuat kelompok dan menyebar ke beberapa kota besar untuk memusnahkan setiap keluarga bangsawan yang anggota keluarga menjadi bagian dari istana kekaisaran.


Dua bulan kemudian.


Jing Chen dan ke 114 tetua kembali ke istana dengan membawa laporan jika semua bangsawan yang terlibat, sudah dimusnahkan tanpa sisa, selain kembali membawa laporan, Jing Chen juga kembali bersama kaisar Weng Jian.


Saat ini kaisar Weng Jian berada di aula pertemuan, selain dia, Weng Chuang dan Weng Ching juga berada disana, lalu mereka membahas rencana selanjutnya, yaitu menghancurkan kekaisaran elang emas.


"Bagaimana rencana saudara Qian selanjutnya?" tanya Weng Chuang membuka suara.


"Saat ini aku akan menstabilkan kondisi di kekaisaran naga terlebih dulu, setelah kondisi sudah stabil, aku akan menyerang kekaisaran elang emas, jika saudara Bu Lian tidak segera datang dan meminta ampunan, maka tidak ada cara lain," jawab Li Feng menjelaskan rencananya.


"Aku tidak yakin saudara Bu Lian masih seperti dulu," ucap Weng Ching terpotong dengan sebuah suara dari luar.


"Kata siapa aku akan mengkhianati saudara Qian?" sebuah suara dari luar aula pertemuan, sepersekian detik berikutnya, muncul dua sosok pria sepuh yang masuk kedalam.


"Saudara Lian, saudara Chu?" Weng Chuang dan Weng Ching terkejut melihat kedua saudara mereka yang lain.


Li Feng lalu berdiri dan memeluk kedua saudara atau lebih tepatnya kedua abdinya yang dulu itu.


"Saudara Lian, saudara Chu," ucap Li Feng memeluk keduanya.


*******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.

__ADS_1


Terima Kasih...


__ADS_2