Kultivasi Naga

Kultivasi Naga
Membantu Pihak Yang Benar


__ADS_3

Dari jauh.


Li Feng hanya melihat pertarungan berdarah itu, Li Feng tidak ingin terlibat sama sekali, pasalnya, dia tidak tahu siapa yang salah dan siapa yang benar, dan lagi dia tidak tahu apakah dia mampu melawan salah satu dari mereka atau tidak, hal itulah yang membuat Li Feng enggan untuk terlibat.


Boom Boom Boom..


Ledakan terus terjadi, para penduduk kota berlari menjauh dari tempat pertempuran, beberapa bangunan yang berada dekat dengan tempat pertarungan pun menjadi luluh lantak, selain bangunan yang hancur, mayat dari kedua kubu juga mulai berjatuhan.


"Menyerahkan Jin Mi! kamu tidak akan bisa menang," ucap Jin Wu.


Saat ini Jin Wu dan Jin Mi bertarung sengit, pertarungan keduanya sangat seimbang, pertarungan keduanya seimbang karena kekuatan keduanya juga sama, yaitu sama sama berada di ranah dewa alam tahap awal, satu tahap diatas Li Feng.


"Jangan bermimpi kamu Jin Wu! kita bertarung sampai mati," balas Jin Mi yang tidak mau menyerah.


Boom Boom Boom..


Ledakan terus menggema dan menghancurkan bangunan bangunan yang berada disekitar mereka, sementara murid yang dibawa Jin Mi semakin berkurang.


Meskipun kekuatan mereka seimbang, tapi murid yang dibawa Jin Mi kalah jumlah, sehingga mereka dikepung dari segala sisi, tapi para murid itu tidak menyerah begitu saja, mereka melakukan perlawanan dengan sengit.


Dari jauh, Li Feng terus menyaksikan pertempuran berdarah antar sesama murid dan tetua itu dengan serius, dia masih bimbang untuk ikut campur, karena rasa penasaran dan ingin membantu yang sangat besar, Li Feng berlari kearah para penduduk kota dan bertanya.


"Maaf tetua! kenapa sesama murid dan tetua bertempur tetua? padahal mereka dari satu tempat yang sama," tanya Li Feng yang sangat penasaran.


"Apa tuan muda orang baru?" tanya balik pria tua, dia menyebut Li Feng tuan muda karena melihat pakaian yang dikenakan Li Feng, dimana pakaian yang dikenakan Li Feng adalah pakaian bangsawan.


"Benar tetua, aku orang baru disini," jawab Li Feng jujur.


"Pantas saja tuan muda tidak tahu, yang bertempur itu adalah murid dari klan Jin, saat ini klan Jin terpecah menjadi dua kubu, dan yang bertempur itu murid dan tetua dari dua kubu, yang di kepung itu murid yang setia pada pewaris sah klan, sementara yang mengepung adalah pengikut dari Jin Shi, anak kedua Patriak terdahulu, dia melakukan pemberontakan karena merasa lebih pantas menjadi Patriak," ucap tetua menjelaskan kronologi nya.


Mendengar murid yang dikepung adalah murid yang setia pada penerus yang sah, tanpa pikir panjang, Li Feng langsung melesat dan melepaskan serangan tapak bayangan kearah murid yang mengepung.


Whush.. Whush.. Whush..


Ratusan tapak bayangan melesat dengan cepat, bersamaan dengan Li Feng yang juga melesat.


Boom Boom Boom..


Ratusan tapak itu membuat murid yang mengepung seketika menjadi kabut darah, dalam sekali serang, murid yang tadinya berjumlah hampir dua ratus orang, seketika hanya tersisa kurang dari 50 orang.


Li Feng dapat membunuh dengan mudah karena kultivasi para murid itu masih dibilang rendah, karena para murid itu memiliki basis kultivasi dewa surgawi dan dewa sejati, sementara Li Feng berada di dewa kuno tahap puncak.


"Pedang Seribu Bayangan,"


Seru Li Feng lagi, lalu dia melemparkan pedangnya keatas, kemudian dia juga melayang keatas dan memegang gagang pedang, saat tangan Li Feng menyentuh gagang pedang, pedang berubah menjadi puluhan bilah bilah pedang.


Whush.. Whush.. Whush..


Puluhan bilah bilah pedang melesat dengan kecepatan tinggi.


Slash Slash Slash


Puluhan pedang itu menebas dan menyayat murid murid yang dibawa Jin Wu, potongan potongan daging berjauhan dari atas seperti hujan daging.


Para murid yang dibawa Jin Mi sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat, meski begitu, para murid itu juga sangat bersyukur karena dibantu Li Feng.


"Terima kasih saudara," ucap seorang murid tulus, dia sangat berterima kasih karena ditolong Li Feng.


"Tidak perlu sungkan saudara, aku sangat membenci yang namanya pengkhianat," balas Li Feng yang juga ramah, tidak lupa dia juga menangkupkan tangannya dengan hormat.


"Meski begitu, kami tetap berterima kasih pada saudara," balas murid.


"Jika aku boleh tahu, siapa nama saudara?" ucap lanjut murid menanyakan nama Li Feng.


"Kenalkan! aku Li Feng," jawab Li Feng mengenalkan namanya.


"Terima kasih saudara Li Feng, aku Jin Xi," balas Jin Xi mengenalkan namanya.


"Tunggu sebentar saudara Xi! aku akan membantu tetua itu," ucap Li Feng yang melihat pertarungan Jin Mi melawan Jin Wu.


"Tapi saudara, tetua Jin Wu sangat kuat," ucap Jin Xi khawatir.

__ADS_1


"Tenanglah saudara Xi, aku bisa mengatasinya," balas Li Feng, lalu dia melesat kearah pertempuran Jin Mi dan Jin Wu.


Whush..


Sosok Li Feng melesat dengan cepat, lalu dia melepaskan Tapak Suci.


Whush..


Tapak suci melesat lebih cepat lagi.


Boom..


Jin Wu yang terlalu fokus bertarung dengan Jin Mi, dia tidak sadar jika ada sebuah serangan melesat kearahnya, yang tidak lain adalah tapak suci yang dilepaskan Li Feng, sehingga tapak suci mendarat telah dipunggung kanannya.


Whush


Jin Wu terpental puluhan meter kebelakang, lalu menabrak sebuah bangunan dan menghancurkan bangunan itu.


"Aaaarrg," Jin Wu berteriak kesal dari dalam puing puing bangunan.


Whush..


"Siapa kamu?" Jin Wu menatap tajam Li Feng.


Dengan datar Li Feng menjawab.


"Siapa aku itu tidak penting, tapi aku sangat membenci yang namanya pengkhianat, setiap pengkhianat harus mati," balas Li Feng datar.


"Kamu? ingin membunuhku? dengan kekuatan mu yang hanya dewa kuno tahap puncak? Hahaha.." Jin Wu tertawa dengan ucapan Li Feng.


"Tertawa lah pak tua! karena sebentar lagi kamu akan menemui dewa kematian," balas Li Feng yang masih tetap tenang.


"Tetua, silahkan tetua pulihkan diri! biar aku yang mengurus pengkhianat ini!" ucap Li Feng ramah pada Jin Mi.


"Tidak anak muda! dia bukan lawan mu," balas Jin Mi menolak.


"Tidak apa apa tetua, pak tua itu tidak akan bisa menyentuh ku, silahkan tetua pulihkan diri!" balas Li Feng tersenyum.


"Apa kamu ingin menjadi pahlawan disiang bolong? kamu hanya bermimpi anak muda!" ucap Jin Wu setelah Jin Mi mundur.


"Kita lihat saja pak tua!" balas Li Feng datar.


"Baiklah, jika kamu ingin mati, aku kabulkan permintaan mu itu," balas Jin Wu.


"Tapak Naga Api," Seru Jin Wu, lalu dia membuat gerakan tangan.


Whush..


Elemen api mengalir ke telapak tangan Jin Wu, lalu bertumpuk dan berputar putar di telapak tangannya.


Whush..


Jin Wu mendorong elemen api keatas, lalu membentuk seekor naga api dengan ukuran yang sangat besar.


"Gooaaaarr,"


"Gooaaaarr,"


Sang naga api mengaum keras dan berputar putar diatas kepala Jin Wu.


Whush..


Sang naga api melesat kearah Li Feng, saat Jin Wu mengayunkan tangannya.


Disisi Sebrang.


Li Feng tidak tinggal diam, dia juga membuat gerakan tangan.


"Tapak Dewa," Seru Li Feng, kemudian Li Feng membuat gerakan tangan, elemen petir pun mengalir dan bertumpuk dikedua telapak tangannya.


Whush..

__ADS_1


Li Feng mendorong elemen petir kearah, lalu elemen petir berubah menjadi sebuah tapak yang diselimuti petir, petir berwarna biru terus berderak derik kesana kemari.


Whush..


Tapak Dewa melesat cepat kearah Jin Wu, saat Li Feng mengayunkan tangannya.


Booooomm...


Ledakan besar menggema diatas kota, saat serangan tapak dewa dan dan tapak naga api beradu.


Beradunya dua kekuatan itu membuat bangunan bangunan yang berada dibawahnya menjadi hancur berkeping keping, gelombang angin ekstrim menerjang dalam radius satu kilo meter, dan menganjurkan banyak bangunan yang berada dalam radius satu kilo meter.


Whush..


Jin Wu terpental dengan kecepatan tinggi, lalu menabrak salah satu bangunan dan menghancurkan nya, sementara Li Feng hanya terdorong mundur beberapa langkah saja.


"Ukhuk ukhuk,"


Dari dalam puing puing bangunan, Jin Wu mengalami luka dalam yang serius, sehingga dia memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.


Li Feng yang masih merasakan aura kehidupan dari dalam puing puing bangunan, melesat kearah puing puing bangunan itu dan mencari Jin Wu.


"Bagaimana pak tua? sekarang siapa yang lemah?" ucap Li Feng setelah menemukan Jin Wu yang sedang memegang dadanya yang sakit.


Jin Wu tidak berkata apa apa, dia hanya menggertakkan giginya dengan kuat, meskipun sangat marah, tapi Jin Wu tidak bisa melakukan apa apa lagi.


"Apa sekarang kamu ingin bertobat? maaf pak tua! seperti yang aku katakan sebelumnya, tidak ada ampunan untuk pengkhianat," ucap lanjut Li Feng, dan detik berikutnya.


Slash..


Kepala Jin Wu jatuh ketanah, Li Feng memenggal kepalanya, lalu mengambil kepala itu dan membawanya keluar dari puing puing bangunan.


Whush..


Li Feng mendarat didepan Jin Mi dan 15 murid yang tersisa, mereka yang tadinya berjumlah 40 murid, kini hanya tersisa 15 saja.


"Tetua," ucap Li Feng melemparkan kepala Jin Wu.


Jin Mi dan Jin Xi serta ke 14 murid lainnya terkejut dengan kepala Jin Wu, mereka tidak menduga jika Li Feng dapat membunuh Jin Wu dengan sangat mudah.


"Terima kasih tuan muda," ucap Jin Mi menangkupkan tangan.


"Tidak perlu sungkan tetua! karena aku sangat membenci pengkhianat," balas Li Feng tersenyum.


"Tidak tuan muda! tuan muda telah menolong kami, jika tuan muda tidak menolong, kami semua akan mati," balas Jin Mi menggeleng kepala.


"Siapa yang menghancurkan kota ku?" ketika mereka sedang asik berbalas pantun, sebuah suara menggema di langit langit kota.


Whush.. Whush.. Whush..


Beberapa sosok muncul ditempat pertarungan yang sudah luluh lantak itu, terlihat jelas wajah seorang pria paruh baya sangat murka.


Ya benar.


Dia adalah tuan kota Wu, atau nama lengkapnya Wu Kong.


Wu Kong sangat murka dengan apa yang ada didepannya, dia lebih murka lagi karena semua telah selesai saat dia sampai.


"Siapa yang menghancurkan kota ku?" Seru Wu Kong sekali lagi, dia mengitari pandangannya pada penduduk yang berada disekitar tempat pertarungan.


Saat matanya menangkap Li Feng, Jin Mi dan kelima belas murid klan Jin, seketika raut wajah Wu Kong berubah menjadi jelek.


*******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...


Masih 👉 1 👈 bab ya kak 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2