Kultivasi Naga

Kultivasi Naga
Di Kota Sengo


__ADS_3

Seminggu kemudian.


Setelah melakukan perjalanan selama seminggu, Li Feng, Jun Tong pun Xia Mo sampai di sebuah hutan yang berada tidak jauh dari kota, kota itu adalah kota sengo, yang mana kota sengo adalah kota terakhir sebelum klan Fu.


Li Feng dan kedua bawahannya lalu mendarat dan berjalan kearah kota sengo, hanya 20 tarikan nafas, Li Feng dan kedua bawahannya sampai didepan gerbang kota sengo, lalu ketiganya ikut mengantri.


tidak berselang lama, Li Feng dan kedua bawahannya diperiksa, seperti biasa, Jun Tong yang mengeluarkan lencana klan Fu pada penjaga gerbang, penjaga gerbang yang melihat lencana perak klan Fu pun memperlakukan Jun Tong dengan sangat hormat.


semua orang tahu jika kota sengo adalah kota yang berada dibawah naungan klan Fu, sehingga setiap orang yang berada di kota sengo sangat menghormati murid dari klan Fu, apalagi dengan status Jun Tong yang merupakan seorang tetua klan, tentu saja dia sangat di hormati oleh penjaga gerbang, bahkan tidak dimintai pajak masuk kota.


ketika ketiganya ingin memasuki kota, sebuah suara memanggil Jun Tong.


"tetua Lian?" seru seseorang dari belakang, Jun Tong yang merasa dirinya yang dipanggil pun berhenti dan membalikkan badannya, dapat dia lihat jika ada 3 pria paruh baya dan juga lebih dari 20 murid klan Fu.


"tetua Yan, tetua Lan, tetua Ding?" panggil Jun Tong yang masih mengenali mereka.


ketiga pria paruh baya yang tidak lain adalah Fu Yan, Fu Lan dan Fu Ding pun bergegas kearah Jun Tong dan memeluknya bergantian.


"sudah sangat lama tetua Lian meninggalkan klan, tapi tetua Lian tidak ada perubahan sama sekali, tetap terlihat muda dan juga tampan," ucap Fu Yan tersenyum.


"tetua Yan terlalu memuji, tetua bertiga dari mana? kenapa berada di luar klan dengan para murid?" tanya Jun Tong mengalihkan topik.


Fu Yan, Fu Lan dan Fu Ding tidak langsung menjawab, ketiganya saling menatap satu sama lain, beberapa saat kemudian, Fu Yan berkata.


"sebaiknya kita masuk kedalam dulu tetua Lian, kita cari tempat dan mengobrol," ucap Fu Yan, karena saat ini mereka dalam misi.


"baik tetua Yan," balas Jun Tong, lalu mereka masuk kedalam kota.


ketika Jun Tong mengajak Li Feng dan Xia Mo dengan ramah dan juga hormat, ketiga tetua dan para murid klan jadi bingung, sebab Jun Tong sangat menghormati mereka, terutama pada Li Feng.


tidak jauh kedalam kota, mereka menemukan sebuah restoran mewah, lalu mereka masuk kedalam.


"selamat datang di restoran sederhana kami tuan tuan," ucap pelayan ramah.


"aku ingin memesan ruangan khusus, ruangan yang mana tidak ada yang bisa mendengar obrolan kami," ucap Fu Yan memesan ruangan.


"silahkan ikut saya tuan! ada ruangan khusus itu," balas pelayan ramah.


"baik nona," jawab Fu Yan, lalu mereka semua naik ke ruangan itu, tapi tidak dengan para murid, mereka tetap berada di lantai dasar restoran.


"tetua Lian?" ucap Fu Ding menoleh pada Li Feng dan Xia Mo.

__ADS_1


"tenanglah tetua Ding! mereka bisa dipercaya," ucap Jun Tong meyakinkan mereka.


"tetua tidak perlu mengkhawatirkan kami, aku dan Xia Mo bisa dipercaya, justru karena masalah klan Fu lah yang membawa kami kesini," ucap Li Feng yang tahu dengan apa yang ada dikepala ketiga tetua tingkat rendah klan Fu itu.


"benar terus Yan, tetua Lan, tetua Ding, tetua bertiga tidak perlu khawatir!" timpal Jun Tong mengangguk.


"baiklah, mari kita naik," balas Fu Yan memilih percaya pada Li Feng dan Xia Mo.


andai saja mereka tahu jika Xia Mo adalah raja kerajaan Xia yang ada dihutan larangan, mungkin ketiga tetua itu akan berkeringat dingin, bahkan Fu Shin yang merupakan Patriak klan Fu saja tidak berani jika harus bertarung dengan Xia Mo, apalagi hanya mereka yang tetua tingkat rendah.


beberapa saat kemudian, keenamnya sampai di ruangan yang dipesan, pelayan tadi kemudian keluar dan menutup pintu untuk mengambil makanan untuk mereka, pelayan sudah tahu makanan bagi pelanggan yang berada di ruangan khusus itu, sehingga dia tidak perlu bertanya lagi.


"apa tetua Lian sudah mendengar jika klan Zhao akan menyerang?" tanya Fu Yan setelah pelayan keluar dan mereka sudah duduk.


"sudah tetua Yan, kami bahkan pernah bertemu dengan tuan muda mereka beberapa bulan yang lalu dikota Shan," jawab Jun Tong mengangguk.


"baguslah jika tetua Lian sudah tahu, saat ini aku, tetua Lan dan tetua Ding dan murid murid klan tadi sedang dalam misi, dan kami baru pulang untuk melaporkan pada Patriak," ucap Fu Yan lagi.


"dalam misi? misi seperti apa yang Patriak berikan?" tanya Jun Tong penasaran.


"kami diperintahkan untuk mencari tahu klan Zhao mendapatkan dukungan dari mana saja, dan informasi itu berhasil kami dapatkan," jawab Fu Yan dengan nada yang sedikit khawatir.


"lalu mereka mendapatkan dukungan dari mana? apa dari kota Shan dan klan Shan?" tanya Jun Tong menebak.


melihat kekhawatiran di wajah Fu Yan, Li Feng membuka suara.


"tetua tidak perlu khawatir! jika mereka datang beramai ramai, itu akan sangat bagus," ucap Li Feng tersenyum santai.


mendengar ucapan Li Feng, ketiga tetua itu hampir muntah darah, dengan santai dan tenang nya Li Feng mengatakan itu sangat bagus.


"maaf anak muda, jangan c


bercanda, klan Zhao dan klan Shan adalah klan yang memiliki kekuatan besar, jika kedua klan dengan kekuatan yang sangat mengerikan itu bergabung, aku tidak tahu nasib klan Fu," ucap Fu Ding menatap tajam Li Feng, dia berpikir jika Li Feng hanya bercanda saja.


"tenanglah tetua Ding! pangeran tidak akan berani berkata seperti itu jika tidak memiliki persiapan," ucap Jun Tong mencoba menenangkan Fu Ding, tanpa sadar Jun Tong membuka identitas Li Feng.


"pangeran? apa maksud mu tetua Lian?" tanya Fu Lan penuh selidik.


"aku Xia Mo, dan saudara Jun Tong yang kalian panggil tetua Lian adalah pelayan dari pangeran Li, pangeran Li jauh jauh datang kesini hanya karena untuk membantu klan Fu, jika seperti ini cara kalian memperlakukan pangeran, aku tidak akan sudi membantu klan Fu," ucap Xia Mo yang sudah tidak tahan dengan sikap yang ditunjukkan ketiga tetua itu.


Fu Yan, Fu Lan dan Fu Ding terkejut dengan penjelasan Xia Mo tentang identitas Li Feng, tapi ketiganya juga tidak percaya jika Jun Tong adalah pelayan pemuda yang ada didepan mereka itu, tapi yang membuat mereka lebih terkejut lagi adalah Xia Mo menjadi pelayan pemuda itu.

__ADS_1


semua orang tahu nama Xia adalah nama sebuah kerajaan yang berada di hutan larangan, dan nama raja kerajaan Xia adalah Xia Mo, namun nama Xia Mo yang mereka takuti itu ada didepan mereka, namun bukan sebagai raja lagi, tapi sebagai seorang pelayan.


"apa tuan adalah Xia Mo, raja kerajaan Xia yang ada dihutan larangan?" tanya Fu Yan memberanikan diri.


"tanyakan saja pada saudara Jun Tong! apa aku Xia Mo yang itu atau bukan!" balas Xia Mo malas.


Fu Yan pun tersenyum masam dan memalingkan wajahnya pada Jun Tong, Jun Tong yang paham pun menganggukkan kepalanya sebagai tanda benar.


"maafkan sikap kami pangeran! kami mempunyai mata tapi tidak bisa melihat," ucap Fu Yan berdiri dan menangkupkan tangannya dengan hormat.


"tidak masalah tetua, aku bisa memaklumi nya," balas Li Feng ramah, dia sedikit menggeleng kepala karena ketidaksabaran Xia Mo, sehingga dia membuka identitas Li Feng.


"maafkan aku pangeran! aku sudah tidak tahan melihat cara mereka memperlakukan pangeran," ucap Xia Mo melalui telepati, dia merasa bersalah karena membuka identitas Li Feng dengan cepat.


"tidak apa apa Xia Mo, terima kasih karena sudah melayani ku dengan sepenuh hati," balas Li Feng yang cukup terharu, baru menjadi pelayan nya saja, tapi Xia Mo sudah menunjukkan kesetiaan nya.


beberapa saat kemudian, pelayan tadi datang bersama 4 pelayan lain, mereka membawakan banyak masakan enak dan juga mewah, Li Feng dan yang lainnya pun memanjakan lidah mereka dengan masakan itu.


"karena hari sudah sore, kita akan menginap dan besok pagi baru ke klan! nanti tetua bertiga laporkan saja pada Patriak! jadi kita beristrahat saja dulu!" ucap Jun Tong setelah mereka selesai memanjakan lidah mereka.


"baik tetua Lian," balas ketiga tetua.


mereka semua kemudian keluar dari ruangan itu dan turun kebawah, sampai dibawah, Li Feng yang membayar tagihan makanan itu, lalu mereka keluar dari restoran untuk mencari penginapan.


tidak jauh dari restoran, mereka menemukan sebuah penginapan, lalu keenamnya bersama dengan murid murid klan itu masuk kedalam dan memesan kamar, setelah memesan dan membayar kamar sebanyak 10 kamar, Li Feng, Jun Tong dan Xia Mo naik ke kamar mereka, dan ketiganya sekamar atas perintah Li Feng.


didalam kamar, Li Feng membuka gerbang dunia jiwa, lalu ketiganya masuk kedalam.


Whush.. Whush.. Whush..


Li Feng dan kedua bawahannya muncul didepan istana Ming.


"sangat mengagumkan," gumam Xia Mo yang melihat dunia jiwa Li Feng.


"kalian pergilah ke kerajaan Jun! aku akan menyusul kalian!" ucap Li Feng memberi perintah.


"baik pangeran," jawab Jun Tong dan Xia Mo, lalu keduanya pergi ke selatan, dimana kerajaan Jun berada.


*******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!

__ADS_1


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...


__ADS_2