Kultivasi Naga

Kultivasi Naga
Terlempar Ke Gerbang 10 Naga


__ADS_3

Whush..


Cahaya yang sangat menyilaukan mata itu berubah menjadi seekor naga dengan ukuran yang sangat besar, naga transparan itu menatap tajam kearah Li Feng.


"Anak muda, berani sekali kamu menginjakkan kaki mu disini," ucap sanga naga transparan menatap tajam Li Feng.


Whush..


Aura yang sangat kuat menekan Li Feng, hingga membuat Li Feng terduduk karena tidak kuat menahan aura yang kuat itu.


"Ma-maafkan aku tuan naga! a-aku ha-hanya penasaran dengan aura kematian ini," jawab Li Feng terbata bata.


"Tidak ada ampunan bagi siapapun yang berani masuk kesini," balas sang naga transparan, lalu dia melesat kearah Li Feng.


Whush..


Sang naga transparan melesat dengan kecepatan tinggi.


"Aaaarrg Aaaarrg Aaaarrg,"


Li Feng berteriak kesakitan saat naga transparan melesat kearahnya, namun sang naga bukannya membunuh Li Feng, tapi justru sang naga berusaha masuk kedalam tubuh Li Feng, hal itulah yang membuat Li Feng berteriak.


"Aaaarrg Aaaarrg Aaaarrg,"


Teriakan Lin terus terdengar hingga sang naga transparan berhasil memasuki tubuh Li Feng.


Buuuk...


Li Feng jatuh tersungkur kelantai, saat suaranya tidak terdengar lagi, Li Feng jatuh tersungkur karena tidak kuat menahan kekuatan sang naga transparan, sehingga dia tidak sadarkan diri.


********


Disuatu tempat.


Lebih tepatnya disebuah lembah yang besar, terbaring seorang pemuda didasar lembah itu, pemuda itu tidak lain adalah Li Feng, entah kenapa tiba tiba Li Feng berada di lembah itu, dan sudah berpindah alam, mungkin sang naga transparan yang membawa Li Feng kesana, tapi entahlah, author juga tidak tahu soal itu.


Sebulan kemudian.


Setelah tidak sadarkan diri selama sebulan, perlahan Li Feng menggerakkan jari tangan, lalu perlahan membuka mata, saat membuka mata, Li Feng seperti orang linglung.


Li Feng bingung dengan kejadian yang menimpanya, yang diingat Li Feng, dia berada didalam goa, lalu seekor naga transparan melesat kearahnya dan memasuki tubuhnya, tapi saat membuka mata, Li Feng sudah berada di sebuah lembah, dan energi spiritual di lembah itu jauh lebih pekat dari alam agung.


"Dimana ini?" gumam Li Feng linglung.


Li Feng kemudian bangkit dan berdiri, saat bangkit dan berdiri, Li Feng merasakan kekuatan yang sangat besar mengalir dari dalam tubuhnya, Li Feng merasakan kekuatan itu 10 kali lebih kuat dari kekuatan nya yang dulu.


"Kenapa aku jadi sangat kuat?" gumam Li Feng bingung.


Setelah mengitari pandangannya keseluruh dasar lembah, Li Feng melayang keatas, kecepatan terbang Li Feng berkali kali lipat lebih cepat dari biasanya, padahal dia hanya melayang keatas dengan sedikit kekuatan, hal itu membuat Li Feng semakin terkejut dengan kecepatan terbangnya.


"Ada apa dengan diriku? kenapa kekuatan ku jauh lebih kuat dari sebelumnya? dan kemana naga itu?" gumam Li Feng bingung.


Setelah berkutat dengan banyak pertanyaan yang dia sendiri tidak tahu jawabannya, Li Feng memutuskan melayang kearah barat dan meninggalkan lembah.


Seminggu kemudian.


Setelah melayang kearah barat selama seminggu, Li Feng menemukan sebuah kota, dari jauh, Li Feng merasa aneh dengan kota itu, pasalnya, aura yang Li Feng rasakan dari kota adalah aura milik para naga, cukup lama Li Feng berdiam diri dihutan dekat kota, Li Feng berpikir masuk kedalam kota atau tidak.


"Sebaiknya aku masuk saja," gumam Li Feng memutuskan untuk masuk kedalam kota.

__ADS_1


Li Feng kemudian turun dari atas pohon dan mendarat, setelah mendarat, dia berjalan kearah kota, tidak beberapa lama, Li Feng sampai digerbang kota dan ikut mengantri.


Saat ikut mengantri, semua yang ikut mengantri memiliki aura yang sama, yaitu aura naga, hal itu membuat Li Feng semakin kebingungan.


"Identitasnya tuan muda!" ucap penjaga gerbang, saat giliran Li Feng diperiksa.


Li Feng yang bingung harus menjawab apa, dia berpura pura mencari lencana, tapi dia tidak menemukan apapun untuk di tunjukkan.


"Maafkan aku tuan! sepertinya lencana ku jatuh diperjalanan kesini," ucap Li Feng yang masih berpura pura meraba raba tubuhnya.


"Ya sudah! silahkan buat identitas baru disana!" ucap penjaga menunjuk sebuah pos yang tidak jauh dari gerbang kota.


"Terima kasih tuan," balas Li Feng menangkupkan tangan dengan hormat.


Li Feng kemudian berjalan kearah pos yang ditunjukkan penjaga gerbang, setelah membayar dan identitas nya selesai dibuat, Li Feng masuk kedalam kota.


Tidak jauh kedalam kota, Li Feng menemukan sebuah rumah makan, lalu dia masuk kedalam, Li Feng ingin mencari informasi dari rumah makan itu.


Setelah masuk dan memesan makanan, Li Feng mengambil tempat di pojok ruangan, lalu dia mencoba mendengar obrolan setiap pelanggan yang datang.


"Aku tidak menyangka, klan yang sangat dominan itu harus terpecah menjadi dua kubu," ucap seorang pelanggan menggeleng kepala.


"Benar saudara, aku juga tidak menyangka klan Jin akan terpecah, hal itu dimanfaatkan beberapa klan mulai melepaskan diri dan tidak mau lagi tunduk pada klan Jin," balas yang lain menimpali.


"Sangat disayangkan, klan yang begitu dominan, harus terpecah menjadi dua, yang lebih disayangkan lagi adalah akan terjadi perang saudara," ucap pelanggan yang tadi.


"Sssstttt! jangan keras keras, bagaimana jika ada murid klan Jin disini? bisa bisa kita dihabisi," sahut yang lain mengingatkan.


Li Feng yang sedari tadi menyimak obrolan ketiga pelanggan, dia tidak mengerti dengan arah pembicaraan mereka, tapi yang tangkap Li Feng adalah terjadinya perpecahan dalam sebuah klan penguasa.


Tidak beberapa lama, pelayan tadi kembali bersama dengan satu pelayan lain, lalu kedua pelayan meletakkan pesanan Li Feng diatas meja dan kembali.


Dengan perlahan Li Feng memakan makanan pesanan nya, lalu membayar dan keluar rumah makan, sesampainya diluar, Li Feng melihat sekelompok murid sebuah klan memasuki satu demi satu bangunan yang ada didepan jalan, entah apa yang dilakukan sekelompok murid itu.


Setelah bertemu dengan sekelompok murid, salah satu dari mereka menghentikan Li Feng dan meminta identitasnya.


"Identitas nya!" ucap seorang murid meminta identitas Li Feng.


"Maafkan aku tuan! ada apa ini? kenapa aku harus menunjukkan identitas ku?" tanya Li Feng bingung.


"Tidak usah banyak tanya! mana identitas mu mu?" balas murid dengan nada yang tidak enak didengar.


Karena berada di tempat yang asing, dan tidak ingin mencari masalah, dengan patuh Li Feng mengeluarkan lencana yang baru dibuatnya.


Sebelum Li Feng memberikan lencana identitas, sebuah ledakan terjadi tidak jauh didepan Li Feng, dimana ledakan itu adalah ledakan pertarungan antar murid satu klan, hal itu membuat Li Feng bingung.


Murid yang memeriksa Li Feng pun meninggalkan Li Feng dan melesat kearah pertarungan, sementara Li Feng masih berdiri ditempatnya dengan banyak pertanyaan.


Ditempat pertarungan.


"Menyerah lah Jin Mi!" kalian tidak akan bisa keluar dari kota ini," ucap seorang pria paruh baya pada pria paruh baya lainnya.


"Menyerah? menyerah pada pengkhianat klan seperti kalian? aku lebih baik mati dengan terhormat, daripada menyerah pada pengkhianat seperti kalian," balas pria paruh baya yang bernama Jin Mi.


"Hahaha.. siapa yang sudi menjadi pelayan Jin Shu? Jin Shu hanyalah pemuda lemah yang tidak bisa berbuat apa apa," balas pria paruh baya tadi.


Ternyata oh ternyata.


Yang bertarung adalah murid dan tetua klan Jin, meskipun sesama murid dan tetua klan Jin, tapi klan Jin sudah terpecah menjadi dua kubu, terpecahnya klan, karenakan Patriak klan jin sudah meninggal.

__ADS_1


Namun sebelum meninggal, Patriak klan atau Jin Ji mewariskan posisi Patriak pada putra pertamanya, yaitu Jin Shu, tapi apa yang diwariskan itu membuat anak dua Jin Ji senang, yang tidak lain adalah Jin Shi.


Jin Shi merasa dia yang lebih berhak menjadi Patriak klan Jin yang baru, karena soal kekuatan, kultivasi Jin Shi lebih kuat dari Jin Shu, saat ini Jin Shi memiliki basis kultivasi dewa kuno tahap puncak, sementara Jin Shu memiliki basis kultivasi dewa sejati tahap puncak, yang artinya, kultivasi Jin Shi berada satu ranah diatas Jin Shu, atau tiga tahap.


Karena merasa lebih kuat, Jin Shi melakukan pemberontakan dengan dukungan 30 tetua dari 50 tetua klan Jin, sementara 20 tetua lainnya tetap mendukung Jin Shu sebagai patriak baru, sehingga terjadilah perpecahan didalam klan Jin.


Lalu terjadilah pertempuran saudara didalam klan Jin, dan pertempuran saudara itu dimenangkan Jin Shi dan antek anteknya, sehingga memaksa Jin Shu dan para tetua serta murid yang setia, harus meninggalkan klan.


Tapi rupanya Jin Shi tidak melepaskan mereka begitu saja, dia memerintahkan para tetua dan murid yang mendukungnya, untuk terus memburu dan membunuh Jin Shu dan para tetua serta murid yang mendukung Jin Shu.


Letak klan Jin sendiri berada di wilayah utara gerbang 10 naga, dimana gerbang 10 naga adalah tempatnya para naga, hal itulah yang membuat kota yang disinggahi Li Feng, penuh dengan aura naga.


Gerbang 10 naga sendiri adalah alam yang mana Jiang Long juga berada disana, tapi saat ini Jiang Long berada di klan nya, yaitu klan Jiang.


Klan Jiang sendiri berada di selatan, jarak dari wilayah utara ke selatan, membutuhkan waktu selama 6 bulan untuk sampai, pasalnya, gerbang 10 naga sangat besar dan juga luas, hal itulah yang membuat jarak antara wilayah utara dan timur sangat jauh.


"Serang dan bunuh mereka semua!" ucap lanjut pria paruh baya, salah satu dari 30 tetua tingkat tinggi yang setia pada pengkhianat Jin Shi, yang biasa dipanggil tetua Wu atau Jin Wu.


Para murid yang mendengar perintah Jin Wu pun bergerak menyerang Jin Mi dan murid yang dia bawa.


Boom Boom Boom..


Kembali terjadi ledakan disaat murid klan Jin dari dua kubu saling melepaskan serangan.


******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih....


*******


Dan maaf sekali!!🙏🙏🙏


Saat ini saya belum bisa fokus buat nulis.


karena saat ini ayah sedang sakit, jadi saya hanya bisa update satu bab saja.


Mohon doanya biar ayah cepat sembuh dan saya bisa up seperti biasa.


Aamiin🤲🤲🤲


********


Ranah Alam Gerbang 10 Naga.


Dewa Surgawi.


Dewa Sejati.


Dewa Kuno.


Dewa Alam.


Dewa Semesta.


Setiap ranah memiliki 3 tahap.

__ADS_1


Yaitu Tahap awal, menengah dan puncak.


Saat ini kultivasi Li Feng berada diranah Dewa Kuno tahap puncak.


__ADS_2