Kultivasi Naga

Kultivasi Naga
Turnamen Antar Sekte


__ADS_3

Seminggu kemudian.


Setelah melakukan perjalanan selama seminggu, Li Feng tiba disebuah gunung, dimana gunung itu sangat ramai, ada puluhan ribu murid dari berbagai sekte, serta para tetua sekte.


Li Feng yang penasaran pun melayang turun, lalu dia mendekati keramaian itu, dengan wajah penasaran, Li Feng bertanya pada salah satu pria paruh baya yang juga berada disitu.


"Maaf tuan! kenapa begitu ramai di lereng gunung ini?" tanya Li Feng penasaran.


Pria paruh baya mengerutkan keningnya, dia bingung dengan pertanyaan Li Feng, pasalnya, semua orang yang berada di kekaisaran suci tahu apa yang dilakukan para murid sekte itu.


"Apa kamu bukan berasal dari kekaisaran suci?" tanya balik pria paruh baya.


"Benar tuan, aku bukan berasal dari kekaisaran ini, aku berasal dari kekaisaran langit," jawab Li Feng bohong, tidak lupa dia juga menganggukkan kepala agar terlihat jujur.


"Jadi seperti itu?" ucap pria paruh baya menganggukkan kepala, lalu dia kembali berkata.


"Setiap 10 tahun sekali, sekte besar maupun menengah dan kecil melakukan turnamen di gunung petir ini, karena rangking sekte dinilai dari turnamen ini, murid yang berhasil mendapatkan inti jiwa hewan buas terkuat, maka sekte nya menjadi pemenang, dan menjadi sekte nomor satu di kekaisaran suci,"


"Selain menjadi sekte nomor satu, sekte yang memenangkan turnamen juga lebih dihormati oleh sekte yang lain, status sekte berada lebih tinggi dari yang lain," jawab pria paruh baya menjelaskan apa yang terjadi di gunung itu, yang mana gunung itu diberi nama gunung petir.


Li Feng mengangguk mengerti, ternyata keramaian itu karena adanya sebuah turnamen yang mana rangking sekte dinilai dari hasil turnamen.


"Maaf tuan! berarti sekte bangau putih juga menjadi peserta turnamen ini?" tanya Li Feng sekali lagi, dia ingat jika manager rumah lelang pernah memberikan lencana sekte bangau putih padanya.


"Benar anak muda," jawab pria paruh baya, meski penasaran dari mana Li Feng tahu sekte bangau putih, tapi dia tidak bertanya, karena turnamen akan segera dimulai.


Pria paruh baya kemudian mengajak Li Feng untuk pergi menonton turnamen disebuah layar, yang mana layar itu seperti sebuah layar tancap, entah siapa yang menggunakan teknik khusus itu, sehingga siapapun dapat menonton para peserta turnamen berburu dihutan petir.


Adapun batas turnamen adalah 30 hari, setelah 30 hari, semua murid harus keluar dan turun dari gunung petir, lalu diadakan penjurian oleh pihak istana.


"Maaf tetua! yang mana murid sekte bangau putih?" tanya Li Feng saat keduanya sudah berada didepan layar lebar.

__ADS_1


"Yang memakai pakaian berwarna itu!" jawab pria paruh baya memajukan dagu dan memonyongkan bibirnya.


Li Feng mengangguk, lalu dia kembali bertanya.


"Berada di rangking ke berapa sekte bangau putih sebelumnya?" tanya Li Feng lagi.


"Turnamen sebelumnya, sekte bangau putih berada di posisi keempat, jadi sekte bangau putih adalah sekte terkuat keempat," jawab pria paruh baya.


Selesai bertanya, mata Li Feng menangkap sosok pria paruh baya yang dia kenal, pria paruh baya itu berkumpul bersama dengan murid murid dan terus sekte bangau putih, yang tidak lain adalah manager rumah lelang bambu kuning.


Li Feng segera pergi ke manager rumah lelang, tidak beberapa, Li Feng memanggil manager rumah lelang.


"Tuan manager," panggil Li Feng setelah berada diantara murid sekte bangau putih.


Manager rumah lelang yang mendengar suara Li Feng, dia merasa familiar dengan suara itu, lalu dia menoleh ke asal suara, dia langsung tersenyum saat melihat Li Feng.


"Tuan muda Li," balas manager rumah lelang tersenyum.


"Kapan tuan muda Li berada disini?" tanya manager rumah lelang.


"Belum lama tuan manager, maaf tuan manager, apa tuan sekte bangau putih tidak membutuhkan tambahan peserta, aku merasa tertarik untuk mengikuti turnamen berburu ini," jawab dan tanya Li Feng.


Ternyata dia tertarik untuk ikut menjadi peserta turnamen, Li Feng berpikir jika ada sesuatu di gunung petir, dinamakan gunung petir, artinya ada kekuatan petir yang menjadi pelindung gunung, atau bisa saja ada naga petir yang menjaga gunung, itulah yang Li Feng pikirkan.


"Tuan muda tidak sedang bercanda bukan? kami kekurangan 5 peserta, setiap sekte harus diwakilkan 100 murid untuk turnamen, dan kami hanya memiliki 95 murid yang bisa mengikuti turnamen ini," jawab dan tanya manager rumah lelang.


"Aku tidak sedang bercanda tuan manager, tapi bukankah sekte bangau putih memiliki banyak murid? kenapa hanya 95 murid saja yang boleh ikut?" jawab dan tanya Li Feng penasaran.


"Karena yang boleh ikut turnamen ini hanya murid yang memiliki kultivasi tingkat abadi bintang 4 kebawah, dan usia tidak lebih dari 100 tahun," jawab manager rumah lelang menjelaskan.


"Jadi seperti itu? aku ikut tuan manager," ucap Li Feng bersemangat.

__ADS_1


Manager rumah lelang kemudian mengenalkan Li Feng pada 10 tetua sekte lainnya, dia juga mengatakan jika Li Feng akan bergabung bersama murid sekte mereka dalam turnamen.


Saat manager rumah lelang menyampaikan keikutsertaan Li Feng, ada yang ragu Li Feng dapat melakukan banyak hal saat turnamen nanti, pasalnya, saat ini Li Feng menekan kultivasi nya hingga ke tingkat abadi bintang 4 tahap awal.


Setelah acara perkenalan selesai, Li Feng diminta untuk bergabung dengan murid sekte mereka, namun sebelum itu, Li Feng diminta untuk berhati hati, pasalnya, selain berburu hewan buas, murid sekte lain juga akan menggunakan kekerasan untuk mengambil inti jiwa hewan buas murid sekte lain, lalu terjadilah pertarungan antar murid sekte.


Pihak istana yang bertindak sebagai panitia dan juri membuat sedikit pidato, lebih tepatnya aturan dalam turnamen, yaitu boleh membunuh murid sekte lain jika ingin mendapatkan inti jiwa hewan buas yang mereka miliki.


Turnamen sendiri bukan hanya diikuti oleh sekte aliran putih, tapi semua sekte menengah dan besar aliran hitam juga ikut dalam turnamen itu, sehingga akan menjadi pertempuran hebat nanti.


Selesai berpidato, panglima kekaisaran suci kemudian mempersilahkan semua peserta turnamen untuk naik ke gunung petir, lalu semua peserta turnamen bergerak naik keatas untuk melakukan perburuan.


Li Feng dan murid sekte bangau putih juga perlahan bergerak naik, namun sebelum itu, Li Feng berkenalan dengan mereka satu persatu, meski tidak ingat nama mereka semua, tapi ada beberapa nama yang masih bisa Li Feng ingat.


Terus bergerak, Li Feng dan ke 95 murid sekte bangau putih terus mendaki, kadang mereka bertemu dengan murid sekte lain, tapi karena sama sama belum memiliki inti jiwa hewan buas, belum ada pertarungan antar murid.


Menjelang siang.


Li Feng dan murid sekte bangau putih bertemu dengan sekelompok kera ekor api, kekuatan sekelompok kera api juga tidak main main, ke 50 kera ekor api memiliki kekuatan tingkat abadi bintang 4 tahap puncak hingga bintang 5 tahap menengah.


Perbedaan kekuatan itu membuat murid murid sekte bangau putih menjadi pucat pasi, meski ada diantara mereka yang memiliki kultivasi tingkat abadi bintang 4 tahap puncak, tapi hanya ada 20 orang saja, sementara 25 ekor kera api memiliki kekuatan tingkat abadi bintang 5 tahap awal hingga menengah.


"Saudara Zhen, apa yang harus kita lakukan? tidak mungkin kita bertarung dengan mereka," ucap salah satu murid bertanya pada murid lainnya yang bertindak sebagai ketua mereka.


"Diam saja dulu! jika mereka tidak menyerang, jangan ganggu mereka, tapi jika mereka menyerang, kita tidak punya pilihan kecuali bertarung," jawab Zhen Shi tenang, meski dia juga khawatir, tapi Zhen Shi tidak ingin menunjukkan kekhawatiran nya itu, saat ini dialah yang menjadi ketua.


*******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.

__ADS_1


Terima Kasih...


__ADS_2