Kultivasi Naga

Kultivasi Naga
Jendral Wanli Yang Malang


__ADS_3

Sepanjang jalan pergi ke kediaman bangsawan Guan, wajah Li Feng tidak berubah sedikit pun, dia tampak sangat marah, amarahnya bahkan dapat dirasakan oleh setiap orang yang mereka lewati, tentu saja hal itu membuat setiap orang yang bertemu dengan Li Feng itu bertanya tanya ada apa.


setelah berjalan selama 1 jam, akhirnya mereka sampai di depan gerbang kediaman bangsawan Guan, tanpa menunggu lama, Li Feng langsung menghancurkan gerbang kediaman dan langsung masuk kedalam.


pertama tama Li Feng pergi ke aula pertemuan, disana dia melihat panglima Jichao dan para tetua serta Patriak bangsawan Guan sedang berbicara serius, ketika mereka melihat Li Feng masuk, seketika badan semua orang gemetar ketakutan.


kini apa yang mereka takutkan itu sudah menemui mereka, dapat mereka rasakan aura membunuh mulai keluar dari tubuh Li Feng.


"dimana bajingan itu?" bentak Li Feng menatap tajam semua orang.


dengan buru buru Patriak bangsawan Guan turun dari kursi utama dan berjalan ke arah Li Feng dengan penuh ketakutan.


"tu-tuan muda, Guan Wanli tidak ada disini, dia, dia sudah pergi," jawab Patriak keluarga bangsawan Guan terbata bata, yang tidak lain adalah Guan Yu.


"bajingan," teriak Li Feng, lalu dia mencengkeram leher Guan Yu dan membantingnya kelantai.


Booooomm..


bunyi ledakan disaat tubuh Guan Yu dibanting Li Feng dengan keras, semua orang sangat ketakutan dengan apa yang dilakukan Li Feng itu, mereka sudah tahu kehancuran keluarga bangsawan Jiu adalah karena menyinggung Li Feng, jika keluarga bangsawan Jiu yang begitu kuat saja dapat di musnahkan, apalagi mereka yang hanya keluarga bangsawan kelas 2?


"pa-pangeran? hamba akan mencari jendral Wanli," ucap panglima Jichao yang khawatir Li Feng akan membunuh Guan Yu dan membantai seluruh keluarga bangsawan Guan.


"tidak perlu! aku sendiri yang akan mencarinya," balas Li Feng, lalu dia melanjutkan.


"jika kamu ingin mati, tetap disini!" ucap Li Feng lanjut, lalu dia keluar dari aula pertemuan.


panglima Jichao yang mendengar ucapan Li Feng pun segera mengikutinya dari belakang, karena dia tahu Li Feng tidak main main.


sementara itu, Guan Yu dan para tetua yang melihat Li Feng keluar, semua tampak merasa lega, karena mereka berpikir jika Li Feng sudah melepaskan mereka dan tidak menanggapi serius apa yang diucapkan Li Feng barusan, tapi apa yang mereka pikirkan itu salah, karena Li Feng memiliki tujuan yang lain.


sesampainya diluar kediaman, Li Feng melayang di udara, sementara panglima Jichao hanya bisa melihatnya saja, setelah berada cukup jauh keatas, Li Feng membuat gerakan sulit dan mengeluarkan jurus tapak dewa.


"Tapak Dewa,"


teriak Li Feng, lalu dia membuat gerakan aneh dari atas langit, kemudian muncul sebuah tapak dari telapak tangan nya, semakin lama tapak itu semakin besar dan membesar.


panglima Jichao yang melihat sebuah tapak tercipta pun segera menjauh dari kediaman bangsawan Guan, karena jika dia tetap berada disitu, sudah pasti dia juga akan tewas tersayat oleh gelombang angin ekstrim.


sementara itu, diatas langit, merasa kekuatan tapak dewa itu cukup untuk menghancurkan kediaman keluarga bangsawan Guan, Li Feng melepaskan tapak dewa itu tepat di tengah tengah kediaman bangsawan Guan.


Whush...


tapak itu melesat ke kediaman keluarga bangsawan Guan dengan cepat, dan tapak itu juga dapat dilihat oleh setiap penduduk ibukota yang berada tidak jauh dari kediaman bangsawan Guan, segera mereka langsung berlari menjauh, karena jika tidak, sudah pasti mereka akan tewas terkena imbas dari ledakan yang akan terjadi.


Whush...


Booooomm...

__ADS_1


Terjadi ledakan yang sangat besar sekali setelah tapak dewa yang dilepaskan Li Feng itu menghantam kediaman bangsawan Guan, gelombang angin ekstrim menerjang setiap setiap bangunan yang ada tanpa sisa, gelombang angin ekstrim itu juga merobohkan tembok kokoh yang melindungi bangsawan Guan selama ini.


dalam serangan itu, bukan hanya membantai kelurga bangsawan Guan dan menghancurkan semua bangunan yang ada, tapi serangan itu juga menghancurkan beberapa bangunan yang berada tidak jauh dari kediaman bangsawan Guan.


ledakan yang terjadi itu juga membuat ibukota bergetar seperti dilanda gempa, sehingga membuat semua yang ada didalam ibukota itu bertanya tanya apa yang terjadi, tapi setelah mereka mendengar sebuah suara ledakan.


satu persatu mereka berbondong bondong mendatangi asal suara untuk melihat apa yang terjadi, betapa terkejutnya mereka disaat yang mereka lihat adalah keluarga bangsawan Guan dimusnahkan, baru 2 hari yang lalu keluarga bangsawan Jiu, sekarang giliran keluarga bangsawan Guan.


kini seluruh bangsawan Guan tidak ada satupun yang hidup, kecuali mereka yang berada diluar kediaman, andai saja Li Feng tahu ada anggota keluarga Guan yang masih hidup, mungkin dia juga akan membunuhnya.


*******


Ditempat lain.


lebih tepatnya disebuah hutan, jendral Wanli masih terus melayang di udara untuk melarikan diri, dia berencana pergi ke markas bunga darah yang ada di hutan tengkorak.


jendral Wanli sangat ketakutan, meski begitu, dia juga khawatir dengan anak istrinya, dia tidak tahu jika saat ini Li Feng sudah meratakan seluruh kediaman bangsawan Guan.


3 hari kemudian, jendral Wanli bertemu dengan tongkat hitam dan adik seperguruan nya tongkat biru, kedua saudara seperguruan itu berencana turun gunung untuk mencari pelaku pembunuh kedua murid mereka, yaitu dewi bunga dan golok setan.


melihat jendral Wanli yang melayang ke tengah hutan dan memakai pakaian militer, membuat tongkat hitam dan tongkat biru keheranan, lalu mereka menghadang jalan jendral Wanli, sebab selain keheranan, mereka juga penasaran.


Whush... Whush...


tongkat hitam dan tongkat biru menghadang jalan jendral Wanli, jendral Wanli yang melihat dua sosok pria sepuh yang menghadang jalan nya pun mengambil sikap siaga.


"sepertinya kamu sangat ketakutan jendral? apa kamu sedang dikejar?" tebak tongkat hitam.


"siapa yang ketakutan? siapa yang mengejar ku? jangan bercanda kamu pak tua!" seru jendral Wanli berbohong.


"hehehe.. kamu seorang jendral kekaisaran, tapi sikap mu sangat buruk, kamu tidak pantas menjadi seorang jendral," balas tongkat biru yang kesal, sebab kedua saudara seperguruan itu masuk jajaran 25 kultivator terkuat di seluruh daratan rendah, tapi mereka dibentak oleh seorang jendral yang merupakan anak kemarin sore.


"aku menjadi jendral atau bukan, itu bukan urusan mu pak tua, cepat minggir dan jangan halangi jalanku!" bentak jendral Wanli lagi.


tongkat biru semakin naik pitam, ditanya baik baik tapi jendral Wanli membalas dengan bentakan, hal itu tentu saja membuat tongkat biru tidak sabar ingin menguliti jendral Wanli hidup hidup.


"dasar tidak tahu sopan santun," bentak tongkat biru, lalu dia membuat sebuah tinju dan melepaskan tinju itu pada jendral Wanli.


jendral Wanli yang melihat sebuah tinju mengarah padanya pun mencoba mengelak, tapi kecepatannya kalah dari tinju itu, alhasil, pundak kanan jendral Wanli terkena serangan tinju itu dan melemparkan nya hingga menabrak tanah dengan keras.


Booooomm..


terjadi ledakan disaat tubuh jendral Wanli menabrak tanah dengan keras, kini dia tahu siapa yang dia provokasi itu, ingin meminta maaf tapi sudah terlambat.


sementara itu, tongkat biru yang melihat jendral Wanli masih hidup pun kembali melepaskan sebuah tinju padanya, sedangkan kakak seperguruan nya tongkat hitam hanya menggeleng kepalanya saja, sebab adik seperguruan nya itu tidak pernah berubah, selalu gampang emosi.


Whush...

__ADS_1


sebuah tinju kembali melesat dengan cepat ke arah jendral Wanli, lalu mengenai telak dada jendral Wanli.


Booooomm..


terjadi ledakan sekali lagi disaat serangan tinju tongkat hitam mengenai telak dada jendral Wanli dan membuat tubuh jendral Wanli berubah menjadi kabut darah.


"dasar sampah, menjabat jendral saja songong," umpat tongkat biru, lalu dia mengambil cincin penyimpanan jendral Wanli.


"ayo kita lanjutkan perjalanan! karena pembunuh kedua murid kita harus segera kita temukan!" ucap tongkat hitam.


"baik kak," balas tongkat biru, lalu keduanya melayang ke arah ibukota.


"sepertinya terjadi sesuatu di ibukota," tebak tongkat hitam.


"aku juga merasa seperti itu kak, karena tidak mungkin seorang jendral melarikan diri dengan rasa takut seperti itu," balas tongkat biru.


"apa ibukota diserang? atau jendral itu menyinggung orang yang salah sehingga dia melarikan diri?" tanya tongkat hitam.


"aku rasa dia menyinggung orang yang salah kak, karena tidak mungkin ada kekaisaran lain yang berani menyerang kekaisaran Tang," balas tongkat biru berpendapat.


"apapun itu, kita akan segera tahu setelah sampai di ibukota," balas tongkat hitam.


kedua saudara seperguruan itu terus mengobrol sepanjang waktu, lebih tepatnya mereka membicarakan kemana tujuan mereka untuk mencari pembunuh dewi bunga dan golok setan, setahu mereka, orang yang membunuh dewi bunga dan golok setan bukan berasal dari kekaisaran Ming.


karena semua orang tahu kekaisaran Ming tidak memiliki kultivator kuat, sehingga keduanya berpikir orang yang membunuh dewi bunga dan golok setan berasal dari kekaisaran Tang atau yang lainnya.


setelah menempuh perjalanan selama 3 hari, tongkat hitam dan tongkat putih sampai didepan gerbang ibukota, lalu keduanya turun dan berjalan ke arah gerbang, tidak lama kemudian, mereka sampai di gerbang kota dan ikut mengantri.


setelah mendapat pemeriksaan dan membayar pajak masuk kota, kedua saudara seperguruan itu masuk kedalam kota, tiba tiba mereka merasakan aura yang sama, dimana aura yang mereka rasakan itu mirip dengan aura yang menempel pada dewi bunga dan golok setan.


"kakak, aura ini tidak asing bagiku kak, apa kakak juga merasakan nya." ucap tongkat biru yang merasakan aura yang menempel pada tubuh dewi bunga dan golok setan itu berada di ibukota, yang tidak lain adalah aura milik Li Feng.


"benar, aku juga merasakan nya, artinya pelaku itu ada disini," balas tongkat hitam.


"akhirnya, aku sudah tidak sabar untuk membalaskan kematian Zhao'er," ucap tongkat biru, Zhao'er yang dimaksud tongkat biru adalah golok setan, karena nama asli golok setan adalah Lu Zhao.


"jangan gegabah adik! aku yakin orang ini bukan orang sembarangan, aku juga sudah tidak sabar membunuh pembunuh itu untuk membalaskan kematian Lin'er, tapi kita tidak boleh gegabah!" ucap tongkat hitam yang tidak mau bertindak gegabah.


Lin'er yang dimaksud tongkat hitam adalah dewi bunga, karena nama asli dewi bunga adalah Xiao Lin, dia berasal dari klan Xiao yang berada di kekaisaran Han.


******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...

__ADS_1


__ADS_2