
Didepan Li Feng, satu dari delapan tetua tingkat rendah merasa sesuatu yang berbeda dari Li Feng, dia dapat merasakan adanya aura Jing Jie dan lainnya dari tubuh Li Feng, namun bisa belum yakin sehingga tidak berani mengatakan pada kedua tetua tingkat tinggi.
Namun setelah berpikir cukup lama, tetua tingkat rendah itu memilih untuk mengatakan pada kedua tetua tingkat tinggi itu.
"Maaf tetua!" ucap tetua tingkat rendah yang mampu merasakan aura Jing Jie dan lainnya.
"Ada apa tetua Su? katakanlah!" balas Bu Zhao.
"Samar samar aku merasakan aura naga petir dari tubuh pemuda tadi, aku merasa jika pemuda tadi menyembunyikan sesuatu," ucap Bu Su menjelaskan.
Mendengar ucapan Bu Su, Bu Zhao dan lainnya berhenti, lalu mereka semua menatap serius pada Bu Su, mereka tahu jika Indra perasa Bu Su tidak pernah salah.
"Tetua Su yakin dengan ucapan tetua?" tanya Bu Kong serius, yang mana Bu Kong adalah tetua tingkat tinggi lainnya.
"Benar tetua, meski samar samar, tapi aura mereka dapat aku rasakan," jawab Bu Su menganggukkan kepalanya.
"Kita kembali!" ucap Bu Kong setelah Bu Su menjawab dan menganggukkan kepala.
Mereka bersepuluh kembali melesat kearah Li Feng dengan niat membunuh yang kuat, meski belum yakin, tapi mereka tahu indra perasa Bu Su tidak pernah salah mengenali atau merasakan sesuatu.
Whush.. Whush.. Whush..
Dengan bergerak kekuatan puncak, ke 10 pria paruh baya itu menghadang jalan Li Feng, sementara Li Feng bingung karena ke 10 pria paruh baya menghadang jalannya.
"Maaf senior semua! ada yang bisa junior bantu?" tanya Li Feng bingung, meski begitu, dia bersikap siaga.
"Apa hubungan mu dengan klan Jing anak muda?" tanya Bu Kong dengan sorot mata yang tajam.
"Klan Jing? apa maksud senior?" tanya Li Feng pura pura tidak tahu.
"Tidak usah membohongi kami anak muda! dan jangan berpura pura bodoh! kami tahu kamu memiliki hubungan dengan klan petir sialan itu," ucap Bu Kong lagi.
"Bajingan, aku ketahuan juga," gumam Li Feng membatin kesal.
"Cepat katakan! dimana para bajingan klan petir itu berada?" tanya Bu Kong yang masih menahan diri.
"Tidak usah banyak tanya saudara Kong! habisi saja pemuda itu!" ucap Bu Zhao tidak sabaran.
"Aku benar benar tidak mengerti maksud senior semua," ucap Li Feng terpotong.
"Bajingan, masih saja berbohong, Hiiiyaaa.." potong Bu Su yang merasakan aura Jing Jie dan lainnya, lalu menyerang Li Feng dengan tapak angin.
__ADS_1
Whush..
Li Feng yang di serang pun tidak tinggal diam, dia membuat sebuah tapak untuk menahan serangan tapak angin yang dilepaskan Bu Su.
Whush..
Tapak Dewa Naga melesat kearah Bu Su setelah Li Feng mengayunkan tangannya.
Boom Boom Boom..
Ledakan menggema saat tapak angin dan tapak dewa naga beradu.
Whush..
Li Feng dikirim terbang jauh kebelakang, namun dia tidak dilepaskan begitu saja, ke 10 pria paruh baya melesat menyusul Li Feng dan melepaskan serangan angin kembali.
Boom...
Sekali lagi Li Feng dihantam serangan tapak angin dan mengenai telak dada Li Feng.
Whush..
Li Feng yang masih terpental, kembali terpental dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi lagi, namun Bu Su tidak melepaskan Li Feng begitu saja, dia kembali melepaskan serangan ketiganya, dia sangat kesal karena Li Feng tidak kunjung meledak menjadi kabut darah.
Whush..
Saat Li Feng terjatuh hingga hampir menyentuh tanah, tapi ketika tubuh Li Feng hampir menyentuh tanah, muncul dua sosok entah dari mana, yang satu sosok menangkap Li Feng yang hampir menyentuh tanah, sementara sosok yang lainnya menatap tajam ke 10 pria sepuh dengan niat membunuh yang kuat.
"Dasar tidak tahu malu, mengeroyok seorang bocah? apa seperti ini Bu Jang mengajarkan petinggi klan dan istana nya? dasar sampah!" ucap salah satu sosok yang menatap tajam ke 10 pria paruh baya.
"Jangan ikut campur pak tua! dan jangan menyebut yang mulia dengan sebutan seperti itu! atau aku robek mulut mu?" balas Bu Kong yang juga menatap tajam sosok itu.
"Bocah seperti mu mengancam ku? Hahaha.." ucap sosok tertawa.
Ke 10 pria paruh baya petinggi klan Bu dan kekaisaran elang emas yang sudah berusia ratusan ribu tahun, tapi dia menyebut mereka bocah, berapa ya kira kira umur sosok itu? jadi penasaran.
Saat mendengar sosok itu memanggilnya bocah, Su Kong sedikit tersentak, padahal usianya sudah lebih dari lima ratus ribu tahun, tapi dia dipanggil bocah, meski begitu, dia tidak percaya begitu saja jika kedua sosok yang tiba tiba muncul itu sudah berusia jutaan tahun, karena usia keduanya sudah jutaan tahun, maka kedua sosok itu bukanlah sosok yang bisa disinggung.
"Kamu pikir bisa menakut nakuti ku pak tua?" balas Bu Kong tidak gentar.
Whush..
__ADS_1
Tanpa basa basi lagi, sosok itu melepaskan cakar Harimau Emas kearah Bu Kong.
Booom..
Bu Kong yang memiliki kultivasi tingkat penguasa bintang 9 tahap menengah meledak menjadi kabut darah begitu saja, hanya dengan serangan tunggal, sosok itu meledakkan tubuh Bu Kong.
"Apa?"
Bu Zhao, Bu Su dan ketujuh tetua tingkat rendah terkejut dengan apa yang mereka lihat, saat tubuh Bu Kong meledak dan mereka juga tersadar lagi lamunan, satu persatu dari mereka berkeringat dingin, kini mereka sadar siapa sosok didepan mereka.
"Jangan memohon ampun! aku tidak menerima ampunan," ucap sosok itu menatap tajam ke 9 tetua yang bergidik dengan wajah pucat pasi.
Whush..
Sosok tadi tidak peduli dengan ketakutan dan wajah pucat pasi kesembilan pria paruh baya yang ada didepannya, lantas dia lepaskan serangan cakar Harimau Emas kearah mereka.
Boom Boom Boom
Satu demi satu kesembilan pria paruh baya meledak menjadi kabut darah setelah mendapat serangan cakar Harimau Emas.
"Bagaimana kondisinya saudara Chuang?" tanya sosok yang membunuh ke 10 pria paruh baya.
"Dia mengalami luka dalam yang sangat serius," jawab sosok yang dipanggil saudara Chuang.
"Sebaiknya kita bawa dia ke goa!" balas sosok itu lagi.
"Benar saudara Ching, ayo kita bawa dia ke goa!" balas sosok Chuang.
Keduanya lalu menghilang dari situ dan entah mereka membawa Li Feng ke goa yang entah berada dimana.
Whush.. Whush..
Kedua sosok itu muncul didepan sebuah goa, lalu membawa masuk Li Feng kedalam goa.
"Dudukkan dia saudara Chuang! aku akan mengeluarkan darah hitam dari tubuhnya," ucap sosok yang bernama Ching, yang tidak lain adalah Weng Ching.
"Hemm.." hanya itu yang keluar dari mulut Weng Chuang, lalu mendudukkan Li Feng diatas batu lebar.
*******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!
__ADS_1
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih....