Kultivasi Naga

Kultivasi Naga
Panen Besar


__ADS_3

"Lalu apa yang kita lakukan pangeran?" tanya Jing Jie.


"Kita serang dan habisi mereka! inti jiwa mereka sangat berguna untuk ku, selain meningkatkan kekuatan serangan, inti jiwa mereka juga dapat meningkatkan kekuatan ku," jawab Li Feng tersenyum senang.


Dengan lebih dari 200 inti jiwa elang emas, Li Feng yang dapat meningkatkan kekuatan elemen angin dan juga kultivasi nya.


"Lihat pangeran! mereka berbalik kearah kita," ucap Jing Jie menunjuk kedepan.


"Bukannya hal itu bagus Jing Jie?" balas Li Feng tersenyum.


Whush.. Whush.. Whush..


Tidak beberapa lama.


Dua ratus tujuh puluh lima elang emas berada tepat didepan mereka, ke dua ratus tujuh puluh lima elang emas memiliki tingkat kultivasi berbeda beda


Enam puluh lima memiliki kultivasi tingkat penguasa bintang 5 tahap menengah, lima puluh lima memiliki kultivasi tingkat penguasa bintang 5 tahap puncak, lima puluh memiliki kultivasi tingkat penguasa bintang 6 tahap awal.


Lima puluh memiliki kultivasi tingkat penguasa bintang 6 tahap menengah, dua puluh lima memiliki kultivasi tingkat penguasa bintang 6 tahap puncak, lima belas memiliki kultivasi tingkat penguasa bintang 7 tahap menengah, lima belas lagi memiliki kultivasi tingkat penguasa bintang 7 tahap puncak.


"Klan Jing trah pertama?" ucap salah satu dari kelima elang emas yang memiliki kultivasi tingkat penguasa bintang 7 tahap puncak.


"Sudah lama kita tidak bertemu klan Bu," balas Jing Jie tersenyum.


"Tidak usah bertele tele Patriak Jing! kita selesaikan urusan lama," ucap elang emas menatap tajam Jing Jie.


"Kamu yakin ingin melakukannya?" tanya Li Feng yang berada disamping Jing Jie.


"Jangan ikut campur kamu bocah manusia!" bentak elang emas menatap tajam Li Feng.


Li Feng cukup tercengang dengan bentakan elang emas yang ada didepannya, dia lantas memberi kode pada Jing Jie untuk menyerang.


"Baiklah, kita selesaikan urusan lama," ucap Jing Jie serius.


"Maka bersiaplah menerima kematian mu naga petir!" ucap elang emas, lalu melepaskan tapak angin kearah Jing Jie, lalu dibalas tapak petir oleh Jing Jie, dan pertempuran pun dimulai.


Li Feng sendiri menghadapi murid klan Bu, murid murid klan Bu yang memiliki kultivasi tingkat penguasa bintang 5 tahap awal hingga tahap menengah, hanya menjadi mainan Li Feng.


Bisa saja Li Feng menggunakan tapak bayangan atau pedang seribu bayangan untuk menghabisi mereka, tapi Li Feng tidak menggunakan salah satu dari kedua jurus itu, dia ingin menguji sejauh mana kemampuan tombak angin yang dia miliki, sehingga Li Feng menggunakan elemen angin untuk menghadapi murid murid klan Bu.

__ADS_1


Sementara itu, Jing Jie dan salah satu dari kelima 15 elang emas berkekuatan tingkat penguasa bintang 7 tahap puncak bertarung sengit, selain mereka, Jing Jie dan ke 13 tetua lainnya juga bertarung sengit, setelah sekian lama, baru kali ini mereka mendapat lawan yang seimbang.


Saat Jing Jie, Jing Chen dan ke 13 tetua bertarung dengan sengit, satu tetua lainnya bersama Li Feng membantai murid klan Bu, tetua yang lain adalah Jing Huo terus membantai murid klan Bu yang memiliki kekuatan tingkat penguasa bintang 7 tahap menengah kebawah.


Namun Jing Huo tidak langsung membunuh mereka, dia hanya membuat para elang emas terluka dan mematahkan sayap mereka dan menjatuhkan mereka, dia tahu Li Feng membutuhkan inti jiwa para elang emas itu.


Saat melepaskan tombak angin, pasti saja ada murid Bu yang bertransformasi menjadi elang emas itu mengalami patah sayap, sehingga satu persatu dari mereka terjatuh kebawah.


Whush.. Whush.. Whush..


Li Feng mengeluarkan 200 murid elite klan Jing yang berkekuatan tingkat penguasa bintang 6 tahap puncak, lalu menyuruh mereka turun kebawah dan menunggu setiap elang emas yang terjatuh untuk membunuh dan mengambil inti jiwa mereka.


Para murid elite pun dengan patuh melayang turun kebawah dan menyambut setiap elang emas yang terjatuh, selain Li Feng, Jing Huo juga terus membuat elang emas terluka dan menjatuhkan mereka kebawah.


Ke dua ratus murid elite klan Jing bergerak kesana kemari menyambut elang emas yang jatuh, lalu dengan cepat membunuh mereka dan mengambil inti jiwa mereka.


Diatas langit, setiap tiga tombak angin melesat, pasti tiga elang emas mengalami patah sayap dan terjatuh, dan Li Feng terus menggunakan serangan tombak angin untuk menjatuhkan ratusan elang emas yang terus menyerangnya dan juga Jing Huo.


Tidak jauh dari Li Feng dan Jing Hao, Jing Jie, Jing Chen dan ketiga belas tetua lainnya bertarung makin sengit, mereka sudah keluarkan kemampuan terbaik yang dimiliki, meski terluka, tapi belum ada yang mengalami luka serius, sehingga pertarungan semakin sengit.


Satu jam kemudian.


"Habisi mereka Jing Huo!" ucap Li Feng memberi perintah.


"Baik pangeran," jawab Jing Huo, lalu melepaskan serangan mematikan dan menghabisi nyawa 7 ekor elang emas yang sudah terluka parah.


Dibawah mereka.


"Kenapa pangeran menginginkan inti jiwa ini?" tanya salah satu murid yang memang tidak tahu.


"Aku juga tidak tahu saudara, mungkin berguna buat pangeran, kalau tidak kan tidak mungkin pangeran menginginkan inti jiwa ini," jawab murid yang lain.


"Nanti kita tanyakan saja pada pangeran," timpal murid yang lain.


"Kamu berani?" tanya murid yang pertama.


"Tidak," jawab murid itu tersenyum.


"Kamu ada ada saja," balas murid pertama menggeleng kepala.

__ADS_1


Saat mereka mengobrol, Li Feng turun menghampiri mereka.


"Pangeran," ucap mereka berlutut.


"Sudah kalian kumpulkan semua?" tanya Li Feng lembut.


"Sudah pangeran," jawab mereka.


"Terima kasih," ucap Li Feng tersenyum.


Murid pertama yang mengajak mengobrol kemudian memberikan satu cincin penyimpanan pada Li Feng, Li Feng pun mengambil cincin penyimpanan itu dengan perasaan yang tidak bisa dia gambarkan.


"Ampun pangeran!" ucap murid pertama ragu.


"Bicaralah!" balas Li Feng lembut.


"Kenapa pangeran menginginkan inti jiwa mereka?" tanya murid penasaran, sekaligus mewakili pertanyaan murid yang lain.


"inti jiwa ini sangat berguna untuk ku, selain meningkatkan serangan elemen angin, inti jiwa ini juga berguna untuk meningkatkan kekuatan ku," jawab Li Feng menjelaskan.


"Pantas saja pangeran menginginkan inti jiwa itu," gumam semua murid membatin.


"Sekarang kalian kembali lah!" ucap Li Feng yang sudah membuka gerbang dunia jiwa.


"Baik pangeran," jawab mereka, lalu satu persatu melompat masuk kedalam pusaran angin hitam keemasan.


Setalah memasukkan semua murid elite klan Jing, Li Feng melayang naik dan menyaksikan pertarungan Jing Jie dan lainnya, Jing Hao sendiri membantu satu demi satu tetua dan menghabisi lawan lawan mereka.


Tidak beberapa lama, pertempuran pun berakhir, meski memenangkan pertempuran, tapi Jing Jie, Jing Chen dan ke 13 tetua lainnya mengalami luka cukup serius.


Li Feng kemudian memasukkan mereka kedalam dunia jiwa dan menyuruh mereka memulihkan diri dengan pil yang ada, sementara dia sendiri sibuk mengumpulkan inti jiwa elang emas yang baru saja terbunuh.


******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...

__ADS_1


__ADS_2