
Ditempat lain.
lebih tepatnya di istana kekaisaran Tang, saat ini Li Feng membersihkan diri dan menutup mata untuk menyerap energi alam, namun tiba tiba dia membuka mata karena merasa gelisah, entah apa penyebabnya, dia sendiri juga tidak tahu.
lalu Li Feng turun dari tempat tidur dan keluar kamar untuk menenangkan dirinya dari rasa gelisah yang dirasakan, setelah keluar dari kamar, Li Feng berencana untuk jalan jalan agar pikiran nya kembali tenang, tapi bukannya tenang, Li Feng semakin gelisah meski sudah berada di luar istana.
hal itu membuat Li Feng semakin heran dan juga bingung, karena jika dia merasa gelisah seperti itu, maka sesuatu buruk akan terjadi, tapi saat ini Li Feng bingung hal buruk apa, apalagi di kekaisaran Ming sudah tidak ada yang mengganggu, itulah yang ada dipikiran Li Feng.
mengabaikan rasa gelisah nya, Li Feng terus berjalan didalam ibukota, dia berjalan tanpa arah, karena tujuannya hanyalah untuk menenangkan hatinya, menjelang sore, Li Feng berada di alun alun kota dan ingin kembali ke istana, tapi sebuah suara menghentikannya.
"jadi kamu disini rupanya," ucap sebuah suara mengagetkan Li Feng dari lamunannya.
mendengar suara itu, Li Feng menoleh ke asal suara, dapat dia lihat 2 pria sepuh yang tidak dia kenal, yang tidak lain adalah tongkat hitam dan tongkat biru, sehingga membuat Li Feng cuek saja, karena dia berpikir jika kedua pria sepuh itu bukan berbicara padanya.
disisi lain, melihat tidak ada respon apa apa dari Li Feng, tongkat biru sudah naik pitam, karena baru kali ini ada yang berani tidak menghiraukannya, apalagi seorang pemuda kemarin sore.
"Hei bocah? apa kamu tuli?" bentak tongkat biru yang sudah naik pitam.
"maaf tetua, apa tetua berdua berbicara padaku?" tanya Li Feng bingung.
"siapa lagi jika bukan kamu bocah," bentak tongkat biru lagi.
"ada apa tetua? ada yang bisa aku bantu?" tanya Li Feng.
"benar bocah," balas tongkat biru tersenyum jahat.
"apa yang bisa aku bantu pada tetua berdua?" tanya Li Feng lagi.
"serahkan kepalamu atas kesalahanmu membunuh kedua murid kami, dewi bunga dan golok setan," jawab tongkat hitam.
mendengar nama dewi bunga dan golok setan, Lin langsung bersikap siaga, karena sekarang dia sadar jika kedua sosok pria sepuh yang berdiri didepannya adalah guru dari dewi bunga dan golok setan.
tapi disisi lain, saat ini mereka berada di alun alun kota, jika mereka bertarung, tentu saja akan membunuh banyak penduduk ibukota yang tidak bersalah, sehingga Li Feng membuat penawaran.
"disini banyak penduduk ibukota yang tidak berdosa, bagaimana jika kita bertarung diluar saja?" ucap Li Feng memberikan penawaran.
"aku setuju dengan mu bocah, karena aku juga tidak mau membunuh penduduk kota, aku hanya ingin membunuhmu saja," balas tongkat hitam.
"karena hari sudah menjelang malam, bagaimana jika pertarungan kota ditunda besok pagi di hutan?" tanya Li Feng membuat penawaran lagi.
"apa kamu mencoba menipu kami untuk melarikan diri bocah?" bentak tongkat biru tidak percaya.
"aku seorang kultivator, dan kultivator pantang untuk mengingkari janji, kedua tetua juga pasti tahu akan hal itu bukan?" balas Li Feng.
tongkat hitam dan tongkat biru tidak langsung menjawab, keduanya saling menatap satu sama lain, beberapa saat kemudian, tingkat hitam yang berbicara, sebab sedari tadi dia hanya diam saja.
"baiklah, besok pagi kami menunggu mu dihutan sebelah timur, kita bertemu besok pagi disana," balas tongkat hitam, lalu keduanya menghilang.
setelah tongkat hitam dan tongkat biru pergi, akhirnya Li Feng paham kenapa sedari tadi dia terus gelisah, ternyata dia kedatangan musuh kuat, hal itulah yang membuatnya gelisah.
Li Feng pun kembali ke istana, sebab hatinya sudah mulai tenang, tidak lama kemudian, Li Feng sampai di istana, lalu dia masuk kedalam kamarnya.
didalam kamar, Li Feng mencoba berkomunikasi dengan Long Bai yang ada di dalam cincin penyimpanan miliknya, karena dia tahu lawannya kali ini adalah lawan yang sangat kuat, sehingga dia ingin menggunakan Long Bai untuk menghadapi mereka.
__ADS_1
"Long Bai? apa kamu mendengarku?" panggil Li Feng melalui telepati.
"hamba mendengarnya tuan," jawab Long Bai dalam pikiran Li Feng.
"baguslah, besok aku akan bertarung dengan orang orang kuat, bahkan sangat kuat menurutku, jadi aku ingin kamu membantuku besok!" ucap Li Feng menyampaikan tujuannya.
"hamba selalu siap melindungi tuan kapan saja, tuan cukup mengeluarkan pedang naga emas dan menggunakannya saja, karena dengan menggunakan pedang naga emas, kekuatan tuan meningkat 2 hingga 3 tahap," ucap Long Bai menjelaskan kelebihan menggunakan pedang naga emas.
"benarkah?" tanya Li Feng bersemangat.
"benar tuan, bisa saja melebihi dari itu, tapi untuk saat ini, tubuh tuan masih lemah, sehingga kekuatan hanya bisa meningkat 3 tahap saja, jika kekuatan tubuh tuan sudah kuat, kekuatan yang tuan dapatkan dari menggunakan pedang naga emas akan semakin tinggi sampai mencapai kaisar dewa bintang 3," jawab Long Bai menjelaskan.
"masih sangat lemah ya?" tanya Li Feng dengan tersenyum masam, lagi lagi Long Bai mengatakan dia sangat lemah.
"maafkan aku tuan! bukannya aku ingin merendahkan tuan, tapi itulah kenyataannya," ucap Long Bai meminta maaf.
"sudah tidak usah dipikirkan, yang penting besok aku bisa mengalahkan mereka," ucap Li Feng yang tidak mempermasalahkan.
"baik tuan," balas Long Bai.
keduanya terus mengobrol sepanjang malam, menjelang pagi, Li Feng dan Long Bai mengakhiri obrolan mereka, lalu Li Feng keluar dari istana dan menuju ke hutan sebelah timur, dimana dia, tongkat hitam dan tongkat biru sudah membuat kesepakatan.
setelah berada di luar istana, Li Feng langsung pergi ke gerbang timur, sesampainya disana, Li Feng lalu keluar dari ibukota dan melesat ke arah timur dengan kecepatan sedang.
menjelang siang, Li Feng merasakan keberadaan tongkat hitam dan tongkat biru, dan benar saja, tidak lama kemudian, Li Feng melihat kedua saudara seperguruan itu sudah menunggu nya disebuah puncak bukit kecil.
"akhirnya kamu datang juga bocah," ucap tongkat biru.
"aku bukan pengecut yang hanya bisa melarikan diri seperti dewi bunga dan golok setan," balas Li Feng memprovokasi.
"tidak usah banyak bicara, jika ingin membunuhku, lalukan saja jika kamu bisa pak tua!" balas Li Feng yang sudah tidak memanggil tongkat biru dengan sebutan tetua, tapi dengan sebutan pak tua.
"kurang ajar, akan ku bungkam mulut busuk mu itu," tongkat biru sudah tidak bisa menahan emosinya, lalu dia menyerang Li Feng.
Whush...
tongkat biru melesat dengan cepat ke arah Li Feng, sementara Li Feng juga sudah bersiap untuk menghadapi nya.
Booooomm Booooomm Booooomm..
ledakan terjadi disaat Li Feng dan tongkat biru mulai bertarung, tongkat biru menggunakan tongkatnya sebagai senjata, sementara Li Feng belum mengeluarkan pedangnya, dia masih menggunakan tangan kosong untuk menghadapi tongkat biru.
Booooomm Booooomm Booooomm..
ledakan demi ledakan terus terjadi, hanya dalam beberapa menit, sudah banyak jurus yang mereka keluarkan.
sementara itu, tongkat hitam masih belum ikut terlibat dalam pertarungan itu, dia masih berusaha membawa gerangan dan jurus jurus yang digunakan Li Feng.
semakin lama memperhatikan, tongkat hitam semakin dibuat terkejut dengan jurus jurus Li Feng, sebagai kultivator tingkat tinggi di seluruh daratan rendah, tentu saja tongkat hitam tahu jurus jurus yang Li Feng gunakan itu adalah jurus jurus tingkat surgawi.
"ternyata pemuda ini menguasai jurus jurus tingkat surgawi, pantas saja kekuatan serangan nya sangat kuat," gumam tongkat hitam yang sedikit terkejut.
ditempat bertarung Li Feng dan tongkat biru, ledakan terus bersahutan, meski begitu, keduanya belum terluka, sebab masing masing dari mereka belum mengeluarkan kekuatan sejati dan jurus andalan mereka masing masing.
__ADS_1
Booooomm Booooomm Booooomm..
kali ini ledakan lebih besar terjadi, dimana tongkat milik tongkat biru dan tendangan Li Feng beradu, lalu membuat keduanya terpukul mundur beberapa langkah ke belakang.
lalu keduanya saling menyerang kembali, tapi kali ini Li Feng tidak menyerang dengan tangan kosong, dia sudah mengeluarkan pedang biru yang biasa dia gunakan untuk membuat pedang seribu bayangan.
Traaaang Traaang Traaang
Booooomm Booooomm Booooomm
bunyi senjata beradu dan ledakan terus terdengar disaat keduanya kembali bertarung.
"kamu hebat juga bocah, sudah lama aku tidak bertarung dengan lawan yang kuat sepertimu, ayo keluarkan semua kemampuan mu!" ucap tongkat biru memuji Li Feng.
"maaf pak tua, jika aku mengeluarkan semua kekuatan ku, pertarungan kita hanya sangat singkat, tentu saja hal itu akan sangat membosankan, karena bertarung dengan mu, aku tidak perlu mengeluarkan kekuatan penuhku," ejek Li Feng.
"bajingan, mulut mu semakin busuk bocah," teriak marah tongkat biru, lalu dia kembali menyerang Li Feng.
Booooomm Booooomm Booooomm
ledakan kembali terjadi disaat keduanya kembali bertarung, selain bunyi ledakan, bunyi senjata dan tendangan mereka juga terus terdengar.
Li Feng yang merasa sudah cukup untuk main main, dia pun meningkatkan sedikit kekuatan serangan nya, hal itu tentu saja membuat tongkat biru sedikit terkejut, lalu dia juga mengeluarkan kekuatan nya lagi.
Booooomm Booooomm Booooomm..
pertaruhan mereka semakin meningkat, semakin lama, keduanya semakin meningkatkan kekuatan serangan mereka.
setiap tendangan dan pukulan yang mereka lepaskan itu mengandung kekuatan yang sangat mengerikan untuk kultivator ranah kaisar elite kebawah, bahkan bisa membunuh mereka.
"ayo keluarkan semua kemampuan mu pak tua!" ucap Li Feng yang masih terus menyerang dan mengindari serta memblokir serangan tongkat biru.
"bajingan tengik, rasakan jurus ku!" balas tongkat biru yang semakin emosi.
Booooomm Booooomm Booooomm..
ledakan terus terjadi.
dari jauh, tongkat hitam yang melihat adik seperguruan sudah tidak dapat mengontrol diri pun ikut masuk dalam pertarungan itu, apalagi dia melihat Li Feng semakin meningkatkan kekuatan serangan nya.
Whush...
tongkat hitam melepaskan sebuah serangan diam diam ke arah Li Feng.
Whush..
Booooomm..
********
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
__ADS_1
Terima Kasih....