Kultivasi Naga

Kultivasi Naga
Li Feng vs Zin Wong


__ADS_3

"Memangnya apa yang bisa dilakukan pemuda lemah sepertimu hah?" bentak pria paruh baya lagi.


"Berisik," ucap kesal Li Feng.


Whush..


Li Feng melambaikan tangannya, lalu gelombang angin melesat kerah pria paruh baya dengan kecepatan tinggi.


Boom..


Pria paruh baya meledak menjadi kabut darah begitu saja.


"Siapa lagi yang tidak mau mendengarkan seruan ku?" tanya Li Feng menatap tajam 10 orang yang berada didekap sebuah kereta kuda, dan 2 orang yang memaksa si gadis untuk masuk kedalam kereta kuda.


Saat mata Li Feng menangkap kereta kuda, Li Feng tahu jika orang yang berada didalam kereta kuda itulah yang menginginkan si gadis, pasalnya, si gadis adalah gadis cantik yang membuat pemuda mana saja kecuali Li Feng meleleh.


"Keluar atau aku paksa keluar!?" seru Li Feng meminta orang yang ada dalam kereta kuda untuk keluar.


Boom


Kereta kuda tiba tiba hancur, lalu sosok yang berada didalam kereta kuda melesat kearah Li Feng.


Li Feng yang melihat sosok yang berada dalam kereta kuda melesat kearahnya, dia membuat gerakan tangan, lalu sebuah telapak tangan muncul dari kekosongan dan menampar sosok itu.


Plaaaak..


Booom..


Sebuah tamparan mendarat pada sosok yang melesat kearah Li Feng, lalu melemparnya puluhan meter dan menabrak salah satu bangunan yang ada disampingnya.


"Aaaarrg," Sosok itu menjerit kesakitan saat tubuhnya menimpah bangunan.


"Tuan muda," ucap ke 12 pengawal yang mengawalnya.


Ternyata oh ternyata.


Sosok yang berada dalam kereta kuda adalah tuan muda kota klan Zin, yang mana klan Zin adalah salah satu klan menengah diwilayah utara gerbang 10 naga.


"Bajingan, apa kamu tahu siapa aku hah?" bentak tuan muda Zin setelah keluar dari bangunan tempatnya terpental.


"Aku tidak perlu tahu kamu siapa, selagi kamu tidak mendengar seruan ku, maka terimalah resikonya," balas Li Feng datar.


"Bajingan, aku adalah Zin Su, tuan muda klan Zin," ucap tuan muda Zin Su.


"Seperti yang aku katakan sebelumnya, aku tidak peduli kamu siapa, cepat pergi dari sini atau kamu akan menyesal!" balas Li Feng yang tetap tidak menunjukkan rasa takut sedikit pun.


"Bajingan, serang dan bunuh pemuda sialan itu!" ucap tuan muda kesal dan memerintahkan para pengawalnya untuk menyerang Li Feng.


"Baik tuan muda," jawab ke 12 pengawal, lalu mereka melesat kearah Li Feng.


Li Feng tersenyum melihat mereka, lalu dia menciptakan puluhan tapak, yang mana puluhan itu adalah tapak bayangan.


Whush.. Whush.. Whush..


puluhan tapak muncul dari ruang hampa dan melesat kearah 12 pengawal tuan muda Zin.


Boom Boom Boom..


Para pengawal tuan muda Zin dibuat menjadi kabut darah dengan puluhan tapak.

__ADS_1


Seketika tubuh tuan muda Zin gemetar ketakutan, bahkan dia sudah berkeringat dingin.


"A-ampuni a-aku tu-tuan muda!" ucap tuan muda Zin gemetar ketakutan.


"Mengampuni mu? berapa kali Aby beri peringatan? apa kamu mendengarkan ku?" balas Li Feng menatap tajam.


"Jangan mendekat! jangan bunuh aku!" tuan muda Zin ketakutan saat Li Feng berjalan kearahnya.


Li Feng semakin mendekati tuan muda Zin, setelah berada tepat didepan tuan muda Zin, Li Feng mencengkram lehernya lalu membanting tuan muda Zin dengan keras.


Buuuk Buuuk Buuuk


Li Feng membanting tubuh tuan muda Zin berulang kali, Li Feng terus membantingnya hingga tulang tulang tuan muda Zin terjadi keretakan dimana mana.


"Silahkan nona yang memutuskan! apakah dia dibiarkan hidup atau tidak!" ucap Li Feng yang sudah membuat tubuh tuan muda Zin sudah tidak berbentuk.


Gadis cantik tidak berkata apa apa, dia mendongakkan kepala dan menatap Li Feng yang sedikit lebih tinggi darinya, kemudian dia memalingkan wajahnya dan melirik tuan muda Zin.


Tanpa berkata apa apa, si gadis berjalan kearah sebilah pedang yang berada ditepi jalan, lalu so gadis mengambil pedang dan kembali, detik berikutnya.


Slash..


Leher tuan muda Zin terpenggal dan jatuh ketanah, kejadian itu dapat dilihat banyak penduduk kota, termasuk para kultivator bebas, banyak dari mereka yang takut atas kematian tuan muda Zin, mereka tahu apa yang akan dilakukan Patriak Zin We.


"Terima kasih tuan muda," ucap si gadis menundukkan kepalanya.


"Tidak perlu sungkan nona! jika nona tidak keberatan, bagaimana jika nona menceritakan padaku kenapa mereka ingin membawa nona?" balas Li Feng ramah, Li Feng penasaran dengan alasan tuan muda Zin sangat ingin membawa si gadis.


Sebelum si gadis menjawab, datang beberapa puluh prajurit dan seorang komandan kota.


"Siapa yang membuat kekacauan ini?" seru sang komandan mengitari pandangannya.


"Si-siapa yang membunuh tuan muda Zin?" tanya sang komandan gemetar.


"Aku yang membunuhnya," Li Feng dengan cepat menanggapi.


"Prajurit, tangkap pemuda itu!" tanpa banyak kata lagi, sang komandan memberi perintah untuk menangkap Li Feng.


"Tuan muda," ucap gadis mengkhawatirkan Li Feng.


"Tidak apa apa nona," balas Li Feng tersenyum.


"Tapi tuan muda," ucap si gadis lagi.


"Tidak akan terjadi apa apa! tenanglah!" balas Li Feng tetap tenang.


Para prajurit pun menangkap Li Feng, sementraa prajurit yang lain membawa tubuh dan kepala tuan muda Zin sebagai bukti dan juga korban.


30 puluh menit kemudian.


Li Feng dan para prajurit serta sang komandan tiba di istana kota, lebih tepatnya di aula kehakiman.


Tidak lama berselang, keluar seorang pria paruh baya, yang mana pria paruh baya itu bertindak sebagai hakim.


"Hormat kami yang mulia," ucap sang komandan dan puluhan prajurit berlutut.


"Katakan, ada masalah apa?" sang hakim langsung menanyakan intinya.


"Lapor yang mulia, pemuda ini telah membunuh tuan muda Zin," ucap sang komandan menjawab, lalu mengeluarkan tubuh dan kepala tuan muda Zin dari cincin penyimpanan.

__ADS_1


"Apa?"


Sang hakim tersebut saat melihat tubuh tanpa kepala tuan muda Zin, dia bahkan sampai berdiri dari kursinya, seperti reaksi sang komandan tadi, sang hakim juga gemetar ketakutan.


Sebelum sang hakim tersadar dari keterkejutan nya, beberapa aura yang kuat mendekati aula kehakiman.


Whush.. Whush.. Whush..


Satu persatu beberapa aura itu muncul dibelakang Li Feng, tidak beberapa lama, 5 pria paruh baya tepat berada di belakang Li Feng.


"Su'er," ucap salah satu pria paruh baya menatap tuan muda Zin dengan dengan kesedihan.


"Siapa yang melakukan ini? siapa yang membunuh anak ku?" pria paruh baya itu rupanya ayah dari tuan muda Zin, yang tidak lain adalah Zin Wong, Patriak klan Zin.


"Cepat katakan! siapa yang membunuh anak ku?" bentak Zin Wong dengan mengeluarkan aura dewa alam tahap puncak.


Whush..


Aura dewa alam tahap puncak merembes keluar dari tubuh Zin Wong, mata Zin Wong menatap tajam sang hakim yang semakin gemetar ketakutan.


"Di-dia pelakunya Patriak," jawab sang hakim terbata bata dengan menunjuk Li Feng.


"Aaaarrg, akan ku bunuh kamu anak muda," seru Zin Wong dengan niat membunuh yang sangat kuat.


Whush..


Zin Wong melesat kearah Li Feng dengan niat membunuh.


Didepannya.


Li Feng mengalirkan elemen api dan membakar tali yang mengikatnya, lalu kembali mengalirkan elemen petir dan api, kemudian membuat sebuah tapak untuk menyambut serangan Zin Wong, yang tidak lain adalah tapak ilahi.


Jeeddeeeerr Jeeddeeeerr Jeeddeeeerr


Booooomm Booooomm Booooomm..


Petir surgawi seketika berderak derik diatas langit, kemudian serangan tapak ilahi dan serangan pukulan penghancur Zin Wong beradu.


Booooomm Booooomm Booooomm..


Ledakan beruntun terjadi, saat kedua serangan beradu, seketika aula kehakiman menjadi hancur berkeping keping, bahkan beberapa bangunan yang ada di dekat aula kehakiman juga ikut hancur.


Sang hakim, komandan dan puluhan prajurit tadi seketika meledak menjadi kabut darah karena imbas dari beradunya dua kekuatan besar, bahkan keempat tetua yang ikut bersama Zin Wong juga terpental jauh kebelakang.


Ledakan itu juga mengguncang kota, sehingga para penduduk kota terkejut dengan guncangan itu.


Whush.. Whush..


Li Feng dan Zin Wong juga terpental jauh kebelakang, lalu menabrak bangunan bangunan dan menghancurkan.


********


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...


Hanya 👉 1 👈 bab ya kak 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2