Kultivasi Naga

Kultivasi Naga
Memberi Pelajaran Pada Cheng Liang


__ADS_3

"mari kita lanjutkan jalan jalan kita!" ucap Li Feng santai setelah dia mematahkan kaki dan tangan kelima tetua sekte matahari.


"ta-tapi tuan muda," ucap Yin Yin ragu, dia khawatir Cheng Liang datang.


"tidak akan terjadi apa apa nona Yin, nona Yin tidak usah khawatir!" ucap Li Feng yang mengerti kekhawatiran Yin Yin.


"tapi bagaimana jika patriak Cheng datang kesini tuan muda?" tanya Yin Yin khawatir.


"aku akan membuatnya mengalami hal yang sama dengan kelima tetuanya yang bodoh ini," balas Li Feng sedikit menyombongkan diri.


"tapi tuan muda," ucap Yin Yin lagi.


"sudahlah nona Yin, percaya padaku! tidak akan terjadi apa apa, ok?" balas Li Feng memotong ucapan Yin Yin.


lalu keduanya pun melanjutkan jalan jalan mereka, dan benar saja, belum jauh keduanya pergi, Cheng Liang dan ke 25 tetua yang lain sudah tiba disitu, dapat mereka lihat kelima tetua mereka tergeletak ditanah dengan kondisi yang sangat mengenaskan.


"siapa yang melakukan ini pada mereka?" seru Cheng Liang dengan kemarahan yang tidak dapat dia tahan.


baru kali ini ada yang berani membuat tetua sekte matahari seperti itu, tentu saja hal itu membuat Cheng Liang dan semua tetua sekte lainnya sangat murka.


"cepat katakan! siapa yang membuat mereka seperti ini?" seru Cheng Liang lagi, sebab tidak ada yang menjawab pertanyaan nya.


"seorang pemuda Patriak," jawab salah satu penduduk kota yang ditatap oleh Cheng Liang.


"dimana dia? dimana dia?" tanya Cheng Liang dengan kemarahan yang sudah sampai tidak dapat dia tahan lagi.


"pemuda itu pergi ke pusat kota bersama dengan Yin Yin patriak," jawab penduduk kota itu.


mendengar pelakunya pergi ke pusat kota, tanpa menunggu lama, Cheng Liang langsung melesat ke pusat kota, lalu di ikuti 20 tetua lainnya, sementara 5 tetua tetap tinggal untuk mengobati kelima tetua yang terluka.


tidak lama kemudian, Cheng Liang dan ke 20 tetua nya melihat Li Feng dan Yin Yin dari arah yang tidak jauh.


"berhenti!" seru Cheng Liang dengan kemarahan yang sangat.


semua orang yang sedang berjalan ke pusat kota itu berhenti, lalu mereka membalikkan badan untuk melihat siapa yang berseru tadi, begitu juga dengan Li Feng dan Yin Yin, keduanya juga membalikkan badan mereka.


ketika yang dilihat adalah Cheng Liang dan ke 20 terus sekte matahari, tubuh Yin Yin langsung gemetar, dia sangat ketakutan, langsung saja dia memegang erat pundak Li Feng.


"tenanglah nona Yin! tidak akan terjadi apa apa, mereka hanya semut di mataku," ucap Li Feng menenangkan Yin Yin.


"tapi tuan muda," ucap Yin Yin ketakutan.

__ADS_1


"percayalah padaku!" balas Li Feng lembut.


"bajingan kamu, kamu sudah membuat kelima tetua sekte ku dengan terluka parah, hari ini aku akan membuat mu jauh lebih parah," ucap Cheng Liang dengan amarah yang menggebu gebu.


"oh ya? bagaimana caramu melakukannya? coba tunjukkan padaku!" balas Li Feng santai.


"bajingan, akan aku tunjukkan padamu apa itu rasa sakit," balas Cheng Liang, lalu dia melesat dengan cepat ke arah Li Feng dan Yin Yin.


Li Feng yang melihat Cheng Liang sudah melesat ke arah mereka pun meminta Yin Yin untuk melepaskan pegangannya.


begitu Cheng Liang sudah sangat dekat, Li Feng bergeser dari tempatnya dan bergerak maju beberapa langkah, setelah tepat berada dibelakang Cheng Liang, Li Feng melepaskan sebuah tamparan keras ke pipi kanan Cheng Liang dan membuat Cheng Liang terbang jauh hingga menghantam dinding salah satu bangunan.


Plaaaak..


Whush...


Booooomm..


bunyi suara tamparan, hembusan angin dan ledakan disaat tamparan Li Feng mengenai pipi kanan Cheng Liang, lalu mengirimnya terbang dan menghantam dinding salah satu bangunan.


"apa?"


semua tetua sekte matahari tercengang dengan apa yang ada didepan mata mereka, tapi tidak ada yang percaya dengan apa yang mereka lihat itu.


"aku tidak tahu apa masalah ku dengan mu, tapi karena kami sudah berniat membunuhku, maka aku akan membuatmu menyesal karena sudah berniat membunuhku," ucap Li Feng menatap Cheng Liang yang sudah seperti boneka mainan itu.


lalu Li Feng sekali lagi membanting Cheng Liang, kemudian dia melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan pada kelima tetua tadi, dimana dia mematahkan kedua kaki dan tangan Cheng Liang.


bukan hanya itu, Li Feng juga memukul tepat dibawah pusar Cheng Liang dan menghancurkan dantian nya.


"Aaaaaaarrg Aaaaaaarrg Aaaaaaarrg,"


Cheng Liang menjerit dan disaat tangan, kaki dan dantian nya di patahkan dan dihancurkan Li Feng.


"kamu tidak cocok menjadi kultivator, kamu cocoknya jadi sampah," ucap Li Feng setelah menghancurkan dantian Cheng Liang.


Yin Yin tidak bisa melihat adegan itu, Yin Yin tidak sanggup untuk melihatnya, sehingga dia hanya bisa menutup mata saja.


"bawa dia pulang! jika di masa depan kalian masih mencari masalah dengan ku, aku sendiri yang akan mendatangi sekte kalian, paham?" ucap Li Feng menatap tajam ke 20 tetua sekte matahari.


"ba-baik tuan muda," jawab ke 20 tetua sekte ketakutan, kini mereka sadar siapa sosok yang telah mereka singgung itu.

__ADS_1


"cepat bawa dia pergi!" ucap Li Feng sekali lagi.


ke 20 tetua itupun dengan segera memapah Cheng Liang yang sudah seperti boneka yang dirusak itu, ketika dirinya di papah, Cheng Liang berteriak sangat kencang, karena dia merasakan sakit yang sangat.


kejadian itu membuat penduduk kota, kultivator bebas dan para pedagang yang berada disitu sangat ngeri, mereka semua bergidik melihat kondisi Cheng Liang.


meski sudah sering melihat pertempuran dan pertarungan, tapi baru kali ini mereka melihat penyiksaan seperti yang dilakukan oleh Li Feng.


meski begitu, banyak yang menyayangkan Cheng Liang, karena dia sudah salah menyinggung orang, karena kali ini dia menyinggung orang yang seharusnya tidak boleh dia singgung sama sekali.


menghiraukan semua orang, Li Feng berjalan ke arah Yin Yin dengan santai, smentara Yin Yin masih belum membuka matanya, dia masih tidak mau membuka mata karena ketakutan.


"nona Yin?" panggil Li Feng.


"aku tidak mau membuka mata," ucap Yin Yin yang masih ketakutan.


"sekarang sudah tidak terjadi apa apa lagi nona Yin, semut itu juga sudah dibawa pergi," ucap Li Feng.


"tuan muda tidak bohong kan?" tanya Yin Yin.


"bagaimana bisa aku membohongi gadis cantik seperti nona Yin?" balas Li Feng menggoda.


seketika wajah Yin Yin merah merona seperti kepiting rebus, hal itu membuatnya semakin tidak ingin melepaskan kedua tangannya yang masih menutupi wajahnya.


"ayolah nona Yin, apa kita pulang saja?" ucap Li Feng lagi.


"iya, kita pulang saja tuan muda," balas Yin Yin.


"ya sudah, ayo kita pulang," balas Li Feng.


Yin Yin pun melepaskan keduanya telapak tangan yang menutupi wajah cantiknya itu, lalu keduanya kembali ke penginapan.


******


Yin Yin



*******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!

__ADS_1


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...


__ADS_2