
Ledakan beruntun menggema didepan sekte kura kura hitam, ledakan itu juga mengguncang hutan yang berada di sekitar sekte, dan juga membuat perisai pelindung sekte bergetar hebat.
Sapuan gelombang angin ekstrim melesat ke berbagai arah, bahkan Li Feng sendiri tidak menyangka akan terjadi ledakan dan guncangan hebat seperti itu, kini Li Feng tahu jika ke 20 pria sepuh leluhur sekte kura kura hitam memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dari tingkat abadi bintang 9.
Whush.. Whush.. Whush..
Jing Jie, ke 15 tetua klan Jing dan ke 20 leluhur sekte kura kura hitam sama sama terpental dengan kecepatan tinggi, lalu Jing Jie dan ke 15 tetua menabrak tanah dengan keras, sementara ke 20 pria sepuh menabrak dinding perisai dengan keras juga.
Bukan hanya mereka yang terpental jauh, bahkan Li Feng terpental lebih jauh lagi, dia tidak sempat membuat pelindung diri karena tercengang dengan ledakan dan guncangan yang terjadi.
Jing Jie dan ke 15 tetua kemudian keluar dari kawah dan kembali melesat menyerang ke 20 pria sepuh leluhur sekte.
Pertarungan mereka sangat dahsyat, mengguncang seluruh kawasan sekte kura kura hitam, sementara Patriak sekte dan tetua agung yang sekarang, serta murid murid sekte hanya menonton pertempuran tingkat tinggi itu.
Bukan hanya mereka, Li Feng yang terpental jauh juga sudah keluar dari kawah dan menyaksikan pertempuran tingkat tinggi itu, dia sadar jika pertempuran itu diluar dari kemampuannya, sehingga dia memilih jalan aman.
"Aku terlalu meremehkan sekte kura kura hitam, beruntung Jing Jie dan lainnya ada, jika tidak, mungkin saat ini aku sudah menjadi kabut darah," gumam Li Feng melihat pertempuran hebat didepan matanya.
Whush.. Whush.. Whush..
Li Feng mengeluarkan 50 murid elite klan Jing dari dunia jiwa, kelima puluh murid elite itu dipimpin oleh jendral Ze.
"Pangeran," ucap jendral Ze dan kelima puluh murid elite klan Jing memberi hormat.
"Jendral Ze, pimpin mereka dan hancurkan perisai formasi mereka!" ucap Li Feng memberi perintah.
Dia ingin menggunakan kesempatan ke 20 pria sepuh yang bertarung sengit dengan Jing Jie dan lainnya, sehingga tidak ada yang menjaga perisai pelindung, apalagi pertarungan mereka semakin jauh dari sekte.
"Kalian berempat bantu Jing Jie , Jing Chen dan kedua tetua lainnya!" ucap lanjut Li Feng menunjuk Jing Jie, Jing Chen dan dua tetua lainnya yang masing masing dari mereka menghadapi dua lawan.
"Baik pangeran," jawab mereka, lalu jendral Ze memimpin 46 murid ke gerbang sekte, sementara 4 murid lainnya melesat kearah Jing Jie dan Jing Chen yang merupakan tetua pertama.
Setelah jendral Ze dan lainnya pergi, Li Feng juga melesat mengikuti jendral Ze dan ke 46 murid elite klan Jing dari belakang.
Tidak beberapa lama, mereka tiba didepan gerbang sekte kura kura hitam, jendral Ze kemudian memerintahkan ke 46 murid untuk menyerang perisai pelindung dan menghancurkannya.
Ke 46 murid langsung saja melepaskan tapak petir dan tombak petir kearah perisai pelindung sekte.
Boom Boom Boom
Boom Boom Boom
Ledakan beruntun terjadi saat ke 46 murid klan Jing melepaskan tapak petir dan tombak petir, meski begitu, perisai pelindung tetap tidak tergores sedikitpun dan hanya membuatnya bergetar.
__ADS_1
"Terus serang dan hancurkan!" seru Li Feng dari belakang.
Ke 46 murid terus menyerang perisai pelindung sekte, ledakan terus terdengar dari depan dan juga langit langit sekte, namun tetap saja perisai pelindung tetap kokoh tanpa ada retak sedikitpun.
Sementara itu, Jing Jie dan ke 15 tetua serta keempat murid terus bertarung dengan sengit, masing masing dari mereka menghadapi satu lawan, dan kekuatan mereka seimbang, yaitu tingkat abadi bintang 9 tahap puncak, namun kekuatan yang dikeluarkan itu jauh lebih kuat lagi.
Pertarungan mereka membuat hutan yang berada disekitar sekte kura kura hitam menjadi hancur dalam radius lebih dari 10 kilo meter, meski sudah bertarung cukup lama dan mengeluarkan kekuatan hampir mencapai puncak, belum juga ada yang menunjukkan akan kalah, sehingga pertarungan mereka semakin sengit.
Di depan dan diatas langit langit sekte kura kura hitam, ke 46 murid klan Jing terus menyerang formasi pelindung sekte, karena terus diserang, formasi sekte pun perlahan menunjukkan keretakan disetiap sisi, hal itu membuat Li Feng, jendral Ze dan ke 46 murid tersenyum jahat.
"Kalian serang terus dan hancurkan!" suara Li Feng kembali memberi perintah.
"Baik pangeran," jawab ke 46 murid klan Jing, lalu kembali melepaskan tapak petir dan tombak petir.
Didalam sekte, Patriak dan tetua agung sudah gemetar, harapan mereka adalah ke 20 leluhur sekte, namun saat ini ke 20 leluhur itu sibuk bertarung dengan lawan mereka masing masing, apalagi lawan yang di hadapi ke 20 leluhur itu sangat kuat.
"Apa yang kita lakukan Patriak?" tanya tetua agung pucat pasi.
"Apa lagi, kita hanya bisa bertarung dengan mereka," jawab Patriak yang terus memandang perisai yang semakin retak.
Kraaak Kraaak Kraaak
Boom Boom Boom..
"Bersiap!" seru patriak sekte pada murid murid sekte yang sedari tadi waspada.
Diatas langit langit sekte.
"Serang dan hancurkan sekte itu!" ucap Li Feng memberi perintah.
"Baik pangeran," jawab jendral Ze dan ke 46 murid, kemudian melesat turun kedalam sekte.
Setelah jendral Ze dan ke 46 murid melesat turun, Li Feng keluarkan 50 murid lagi, dia ingin sekte kura kura hitam cepat hancur, sehingga menambah pasukan.
"Susul mereka dan musnahkan sekte yang ada dibawah!" perintah Li Feng setelah 50 murid keluar dari dunia jiwa.
"Baik pangeran," jawab mereka, lalu melesat turun.
Boom Boom Boom..
Ledakan beruntun terjadi didalam sekte, jendral Ze dan murid murid klan Jing sudah melepaskan serangan mereka, jika murid murid klan Jing menggunakan tapak petir dan tombak petir, jendral Ze menggunakan tapak harimau.
"Jangan sentuh mereka!" ucap Li Feng pada dua murid yang ingin menyerang Patriak dan tetua agung sekte kura kura hitam.
__ADS_1
Whush..
Setelah berkata, Li Feng melesat turun kearah Patriak dan tetua agung sekte, lalu melepaskan tapak semesta pada mereka.
Patriak dan tetua agung yang melihat Li Feng menyerang dengan tapak semesta, keduanya membuat perisai pelindung.
Boom Boom..
ledakan terjadi saat tapak semesta membentur perisai pelindung yang dibuat Patriak sekte dan tetua agung, ledakan itu terdengar bersamaan dengan ledakan ledakan yang berada disekitar mereka.
Ledakan ledakan itu selain membuat murid murid sekte kura kura hitam menjadi kabut darah, ledakan ledakan itu juga membuat bangunan bangunan sekte menjadi hancur, sehingga banyak debu beterbangan kemana mana.
Whush.. Whush.. Whush..
Li Feng, Patriak sekte dan tetua agung sekte sama sama terpental kebelakang, lalu menabrak tanah dengan keras dan menjadi kawah.
Meski begitu, ketiganya masih belum terluka, mereka bangkit dan saling menyerang lagi.
Boom Boom Boom..
Ledakan terus terdengar di sekte kura kura hitam, jendral Ze dan ke 96 murid klan Jing terus melakukan pembantaian, sementara Li Feng sibuk bertarung dengan Patriak dan tetua agung.
Di tempat yang hanya berjarak lebih dari 10 kilo meter, Jing Jie, ke 15 tetua dan keempat murid terus bertarung, sudah lebih dari 5 jam mereka bertarung, tapi belum juga menunjukkan ada tanda tanda kalah.
Meski terluka, tapi luka yang mereka dapatkan itu hanya luka ringan, sehingga tidak menyulitkan mereka untuk terus bertarung dengan sengit.
Pertempuran itu juga selain menghancurkan dan mengguncang kawasan sekte kura kura hitam, guncangan itu juga dapat dirasakan oleh kota yang berada dalam jarak 2 minggu dari sekte.
********
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih...
******
Mampir dikarya ku yang lain juga ya kak!!
Udha up 24 Eps.
__ADS_1